Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:23 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Poundsterling pada level 1,2363 USD/GBP.
  • 13:22 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Euro pada level 1,0850 USD/EUR.
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,89 JPY/USD.
  • 13:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.648 USD/troy ounce.
  • 13:01 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,47 USD/barel.
  • 13:00 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 25,93 USD/barel.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,05% di akhir sesi I.

Hentikan Konflik AS-Iran, Lembaga Anti-Perang Menguat

Hentikan Konflik AS-Iran, Lembaga Anti-Perang Menguat - Warta Ekonomi
WE Online, Washington -

Saat media di penjuru dunia pada awal bulan ini mengabarkan Amerika Serikat (AS) membunuh jenderal Iran Qassem Soleimani, para pemimpin lembaga anti-perang baru segera bertindak. Pada saat yang sama, 2 Januari, para staf Quincy Institute for Responsible Statecraft menggelar konferensi darurat untuk memberikan respons. Lembaga baru itu memperingatkan tentang bahaya petualangan AS di luar negeri.

Didirikan oleh pebisnis liberal George Soros dan pengusaha konservatif Charles Koch, lembaga itu terinspirasi oleh kutipan terkenal dari John Quincy Adams bahwa "Amerika tidak pergi keluar negeri untuk mencari monster-monster untuk dihancurkan". Lembaga itu berupaya memberikan ide baru ke berbagai outlet media di dunia tentang risiko perang.

Baca Juga: Iran Akan Seret Trump ke ICC Terkait Pembunuhan Soleimani

Dalam beberapa jam, lembaga itu menegaskan, keputusan membunuh Soleimani adalah kesalahan dan AS perlu meredam ketegangan. "Ini momen yang berat dan mengkhawatirkan tapi juga menggembirakan. Kami saling melihat, berbicara, mengangguk, dan kembali bekerja," tutur Jessica Rosenblum, direktur komunikasi Quincy Institute, dilansir Politico.

Quincy Institute yang diluncurkan pada Desember itu menunjukkan bahwa gerakan anti-perang saat ini bergerak lebih cepat dibandingkan pada awal 2000-an, terutama saat AS bersiap menginvasi Irak. Hampir dua dekade peperangan di Afghanistan dan Irak telah membuat sedih banyak warga AS, termasuk para veteran militer karena perang memakan korban jiwa dan sumber daya namun tampak tak ada akhir.

Kegagalan menemukan senjata perusak massal di Irak dan membengkaknya biaya berbagai perang juga membuat publik semakin skeptis. Para pengamat juga mempertanyakan dalih pemerintahan Presiden AS Donald Trump tentang klaim "ancaman dalam waktu dekat" dari Soleimani. Sejumlah pihak juga akan menggelar Hari Protes Global pada 25 Januari dengan membawa tema "Tolak perang dengan Iran!".

Saat Trump memerintahkan pembunuhan pada Soleimani awal Januari, puluhan ribu orang berunjuk rasa di lebih 80 kota di penjuru 38 negara bagian AS. Meski Trump mundur dari perang skala besar di Irak dan Iran, dia mengeluarkan sanksi pada rakyat Iran. Pentagon juga menolak keputusan parlemen Irak untuk menarik mundur pasukan AS.

Bahaya perang memang masih jauh dari berakhir dan perlu gerakan anti-perang yang lebih besar. Tekanan AS pada Iran dan berlanjutnya penempatan pasukan AS di Irak masih menyimpan ancaman perang baru. Aksi unjuk rasa pada 25 Januari akan digelar di penjuru dunia untuk menentang perang baru di Timur Tengah. Aksi ini dijadwalkan di 70 kota di AS dan puluhan negara lainnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Donald Trump, Hassan Rouhani, Qassem Soleimani, Amerika Serikat (AS), Iran

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Shelma Rachmahyanti

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.695 -151.944 688
2 Agriculture 978.421 -34.066 22
3 Mining 1228.044 -34.552 49
4 Basic Industry and Chemicals 653.864 -23.079 78
5 Miscellanous Industry 727.043 -32.128 52
6 Consumer Goods 1697.996 -58.668 57
7 Cons., Property & Real Estate 334.365 -13.299 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 821.336 -31.949 78
9 Finance 991.588 -33.035 92
10 Trade & Service 600.535 -7.731 170
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 100 135 35 35.00
2 VINS 96 129 33 34.38
3 SBAT 105 141 36 34.29
4 RUIS 171 220 49 28.65
5 PYFA 173 220 47 27.17
6 MTPS 336 420 84 25.00
7 DFAM 322 402 80 24.84
8 AMFG 2,250 2,690 440 19.56
9 TIRA 274 324 50 18.25
10 HDFA 131 153 22 16.79
No Code Prev Close Change %
1 ENVY 100 93 -7 -7.00
2 PANS 1,000 930 -70 -7.00
3 PNIN 715 665 -50 -6.99
4 TKIM 5,300 4,930 -370 -6.98
5 AKRA 2,150 2,000 -150 -6.98
6 BALI 645 600 -45 -6.98
7 ITIC 4,300 4,000 -300 -6.98
8 CSRA 344 320 -24 -6.98
9 DOID 129 120 -9 -6.98
10 LMPI 86 80 -6 -6.98
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 2,820 -210 -6.93
2 BTPS 2,780 2,660 -120 -4.32
3 BBCA 28,275 28,175 -100 -0.35
4 BBNI 4,310 4,010 -300 -6.96
5 REAL 72 67 -5 -6.94
6 TLKM 3,220 3,110 -110 -3.42
7 IPCC 298 322 24 8.05
8 PURA 75 72 -3 -4.00
9 KAEF 1,275 1,340 65 5.10
10 BMRI 5,125 4,770 -355 -6.93