Portal Berita Ekonomi Senin, 30 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 2,88% di akhir sesi II.
  • 14:48 WIB. Valas - Dollar AS menguat 1,10% terhadap Poundsterling pada level 1,2323 USD/GBP.
  • 14:43 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,68% terhadap Euro pada level 1,1065 USD/EUR.
  • 14:39 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,53% terhadap Yen pada level 107,37 JPY/USD.
  • 14:37 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.620 USD/troy ounce.
  • 14:35 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 23,33 USD/barel.
  • 14:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 20,43 USD/barel.

Ini Loh Kronologi Pemecatan Helmy Yahya dari TVRI Versi Dewas

Ini Loh Kronologi Pemecatan Helmy Yahya dari TVRI Versi Dewas - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua Dewan Pengawas TVRI, Arief, buka-bukaan kronologi pemecatan Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya. Awal mula masalahnya adalah sejak ada keterlambatan pembayaran honor karyawan.

"Pertama adanya keterlambatan honor SK karyawan pada Desember 2018, inilah pangkal awalnya," kata Arief belum lama ini.

Baca Juga: Debat Dewas TVRI vs DPR soal Helmy Dipecat: 'Tak Ada Aturannya DPR Mencampuri Urusan Perusahaan'

Lalu karyawan memprotes keterlambatan honor dengan menyetop siaran pada 10 Januari 2019. Sehari kemudian, 11 Januari, Dewan Pengawas TVRI memberi surat teguran pada Helmy Yahya.

"Lalu tanggal berikutnya ada penyampaian mosi keberatan karyawan kepada dirut dan direksi," kata Arief.

Arief memastikan dewan pengawas telah melakukan berbagai pembinaan kepada jajaran direksi. Kemudian, pada 20 Mei 2019, dilaksanakan rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dengan Dewan Pengawas TVRI dan Direksi TVRI.

"Pimpinan komisi menegur direksi terkait keterlambatan pembayaran dan dewan diminta menindak tegas direksi bila ada pelanggaran. Inilah dasar kami," kata Arief.

Arief melanjutkan, pada 29 November 2019 Dirut TVRI Helmy Yahya melayangkan surat kepada Dewan Pengawas TVRI untuk meminta peninjauan Surat Keputusan Dewan Pengawas tentang tata kerja dan hubungan dewan pengawas-direksi.

"Inti surat adalah mempertanyakan kewenangan Dewan dengan tembusan kepada DPR, BPK, dan Kemenkominfo. Artinya, ini adalah ranah internal yang dibawa kepada eksternal," kata Arief.

Ia menambahkan, pada 2 Desember 2019, diadakan rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dan jajaran direksi TVRI. Direksi TVRI diminta menyelesaikan masalah paling lambat hingga 31 Desember 2019.

"Terkait teguran dari Komisi I adalah banyaknya program asing yang berbiaya tinggi dan kurang sesuai dengan visi misi dan tupoksi TVRI sebagai tv publik. Dan pada saat tersebut salah satu Direktur TVRI menyatakan bagaimana kalau direksi ingin memecat Dewan Pengawas. Ini terekam dan ada datanya," kata Arief.

Dewan Pengawas pada 4 Desember 2019 mengeluarkan Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian (SPRP) atas Dirut TVRI Helmy Yahya. Mediasi pun dilakukan antara Dewas, Direksi, Kemenkominfo, dan Komisi I DPR. Kemudian, pada 16 Desember, Dirut TVRI, Helmy Yahya mengirimkan surat pembelaan.

"Dan akhirnya setelah kami sidang dan sebagainya, kami memberi Surat Keputusan Pemberhentian dengan SK Keputusan Dewas No. 1 tahun 2020 tentang pemberhentian pada tanggal 16 Januari. Kami sudah tembusan laporan tersebut kepada Presiden Republik Indonesia dan DPR RI serta para menteri kabinet," kata Arief.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Helmy Yahya, TVRI, Dewan Pengawas (Dewas) TVRI

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Dhoni Setiawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4545.571 206.667 686
2 Agriculture 935.348 17.815 22
3 Mining 1191.831 20.200 49
4 Basic Industry and Chemicals 585.812 34.750 77
5 Miscellanous Industry 756.867 69.031 51
6 Consumer Goods 1624.014 58.453 57
7 Cons., Property & Real Estate 342.828 24.949 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 793.679 25.982 79
9 Finance 1009.594 53.086 92
10 Trade & Service 580.685 10.972 170
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 138 186 48 34.78
2 RIGS 162 218 56 34.57
3 KMTR 180 238 58 32.22
4 FORU 87 110 23 26.44
5 PEGE 160 200 40 25.00
6 BRIS 160 198 38 23.75
7 FPNI 59 73 14 23.73
8 BSDE 600 740 140 23.33
9 ADHI 456 560 104 22.81
10 RUIS 150 184 34 22.67
No Code Prev Close Change %
1 BAYU 1,075 1,000 -75 -6.98
2 ENVY 173 161 -12 -6.94
3 MREI 5,350 4,980 -370 -6.92
4 ASBI 290 270 -20 -6.90
5 NZIA 348 324 -24 -6.90
6 PRAS 160 149 -11 -6.88
7 SSIA 466 434 -32 -6.87
8 ITIC 4,080 3,800 -280 -6.86
9 DUCK 438 408 -30 -6.85
10 VINS 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,940 3,230 290 9.86
2 BBCA 26,400 27,550 1,150 4.36
3 TLKM 2,980 3,090 110 3.69
4 BBNI 3,590 3,990 400 11.14
5 ASII 3,620 4,080 460 12.71
6 BMRI 4,470 4,940 470 10.51
7 KLBF 950 1,010 60 6.32
8 ANTM 416 460 44 10.58
9 KAEF 1,300 1,250 -50 -3.85
10 PAMG 116 119 3 2.59