Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. IDR/USD - 16.337 (30/3), 16.310 (31/3), 16.450 (1/4), 16.475 (2/4), 16.425 (3/4).
  • 11:37 WIB. CNY/USD - 7,1003 (30/3), 7,0825 (31/3), 7,1001 (1/4), 7,0841 (2/4), 7,0928 (3/4).
  • 11:35 WIB. JPY/USD - 107,82 (30/3), 107,54 (31/3), 107,17 (1/4), 107,92 (2/4), 108,46 (3/4).
  • 11:33 WIB. USD/GBP - 1,2418 (30/3), 1,2420 (31/3), 1,2378 (1/4), 1,2394 (2/4), 1,2262 (3/4).
  • 11:31 WIB. USD/EUR - 1,1048 (30/3), 1,1031 (31/3), 1,0964 (1/4), 1,0858 (2/4), 1,0809 (3/4).

Tantang Dewas Buktikan Tudukan ke Helmy, DPR Ancam Pecat Balik Dewas

Tantang Dewas Buktikan Tudukan ke Helmy, DPR Ancam Pecat Balik Dewas - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon, menantang balik anggota Dewan Pengawas (Dewas) TVRI untuk membuktikan secara komprehensif soal alasan pemecatan Helmy Yahya dari jabatan direktur utama TVRI. Bila tudingan itu tidak dapat dibuktikan melalui audit investigasi yang diusulkan, ia mengancam balik memecat dewas.

"Kita masuk ke audit investigasi, baru audit itulah menentukan benar atau tidak benar. Kalau tidak benar, barulah dewas kita pecat. Karena kita bisa memecat dewas," kata Effendi belum lama ini.

Baca Juga: Ini Loh Kronologi Pemecatan Helmy Yahya dari TVRI Versi Dewas

Dewas TVRI dalam paparan pada Komisi I DPR RI menyebut sejumlah tudingan pada Helmy Yahya yang mengakibatkan pemecatan atas dirinya. Tudingan itu di antaranya soal pembayaran honor pegawai, rebranding yang dianggap tak sesuai tupoksi TVRI, hingga persoalan hak siar Liga Inggris dan Kuis Siapa Berani yang berpotensi menimbulkan utang.

"Kalau tuduhan tidak terbukti ya kami harus mengambil sikap," tegas politikus PDI Perjuangan itu.

Bahkan, Effendi menantang Dewas untuk melaporkan Helmy ke polisi bila memang menuduh Helmy terkait dugaan penyelewengan keuangan, hingga korupsi, kolusi, dan népotisme.

"Kalau ini seperti yang anda sampaikan, kalau memang ada dugaan tindak pidana korupsi KKN yang seperti Anda sampaikan, silakan laporkan ke Bareskrim. Bahwa saudara dirut, Helmy Yahya, diduga apalah. Sampaikan saja. Tapi jangan suudzon, jangan diduga jangan difitnah seperti ini," kata Effendi.

Effendi pun mempertanyakan, mengapa dewas seolah geram dan murka kepada Helmy Yahya. Ia menilai, poin-poin yang disampaikan Dewas TVRI soal kesalahan Helmy tak terlalu substantif hingga menyebabkan keputusan pemecatan Helmy.

"Saya ingin elaborasi, ada apa sih seperti marah kaya seperti Iran vs Amerika," kata Effendi.

"Apa gara-gara Helmy ini jadi rusak semuanya TVRI, kan enggak juga. Kenapa tidak melakukan tindakan yang lebih persuasif manajerial. Kan ada manajemen pak," ujar dia menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Effendi mempertanyakan mengapa Dewas TVRI juga hanya mempertimbangkan rekomendasi dari Menkominfo Johnny G Plate yang menilai pemecatan oleh dewas sesuai wewenang. Effendi menyayangkan dewas yang tak mengindahkan rekomendasi menteri lainnya seperti Mensesneg yang mengimbau dewas tak perlu melakukan pemecatan yang menimbulkan kegaduhan.

"Di rapat ini juga saya ingin tahu pada saudara Johnny Plate. Kenapa saudara membiarkan ini? Ini sangat serius karena menguasai TVRI itu menguasai media. Tidak ada yang selengkap infrastruktur TVRI di zaman sekarang dibanding swasta," ujar dia.

Effendi pun berharap keputusan Dewas TVRI bisa dianulir. Ia meminta untuk sementara posisi direktur utama tetap dipegang oleh Helmy sebelum kesalahan Helmy uang ditudingkan Dewas TVRI terbukti melalui audit investigasi keuangan dan kinerja.

Keterangan yang disampaikan Dewas TVRI tidak sepenuhnya diterima oleh Komisi I DPR RI yang dalam rapat itu dipimpin oleh Abdul Kharis Almasyhari dari PKS. Terlebih, satu Dewas TVRI Supra Wimbarti menyampaikan pendapat yang berbeda. Di akhir rapat, Komisi I pun menyatakan telah mendengar keterangan tersebut lalu akan mendengarkan pula keterangan lebih lanjut dari Helmy Yahya terkait polemik di TVRI tersebut.

Dewas TVRI tidak terima apabila dipengaruhi secara politik untuk menganulir keputusan mereka sebelumnya. Hal itu menanggapi pernyataan sejumlah anggota Komisi I DPR yang meminta Helmy Yahya diangkat kembali menjadi direktur utama TVRI.

"Lucu ya, saya yang enggak bisa terima itu lho, yang membuat aturan harus menganulir aturan. Kan lucu. Ketawa masyarakat nanti," kata anggota Dewas TVRI, Made Ayu Dwie Mahenny belum lama ini.

Made berpandangan, pihaknya tidak masalah Helmy dihadirkan dalam RDPU Komisi I DPR RI berikutnya. Hanya saja, keinginan sejumlah anggota Komisi I DPR RI agar Helmy tetap menjadi direktur utama TVRI berarti melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Terus buat apa kewenangannya dikasih ke kami. Kami diangkat sebagai dewas kan dengan aturan itu. Nah, sekarang hak kami diambil dan beliau-beliau yang mengangkat kan menurunkan derajatnya sendiri dong," katanya.

Dalam keterangan persnya pekan lalu, Helmy mengakui, salah satu dasar pemberhentian dirinya yakni mengenai pembelian hak siar siaran langsung Liga Inggris yang dinilai tidak tertib administrasi. Menurut Helmy, pembelian hak siar Liga Inggris bertujuan agar TVRI memiliki sebuah konten yang membuat semua orang menonton TVRI.

"Semua stasiun di dunia tentu ingin memiliki sebuah program killer content atau lokomotif konten yang membuat orang menonton. TVRI karena kepercayaan orang, karena jangkauan kami lima kali lipat dari TV lain, akhirnya kami mendapatkan kerja sama dengan Mola TV untuk menayangkan Liga Inggris," jelas Helmy.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: TVRI, Dewan Pengawas (Dewas) TVRI, Helmy Yahya, Komisi I DPR

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80