Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Merinding, Pria Thailand Bunuh dan Kubur Ratusan Korban di Rumahnya

Merinding, Pria Thailand Bunuh dan Kubur Ratusan Korban di Rumahnya Kredit Foto: The News
Warta Ekonomi, Bangkok -

Seorang pria Thailand dilaporkan tengah diselidiki atas dugaan pembunuhan berantai. Pria yang diketahui bernama Apichai Ongwisi itu diduga sebagai pembunuh berantai. Fakta ini didapat setelah polisi menemukan ratusan tulang manusia di halaman belakang rumahnya.

Ongwisi, seorang perwaris dari perusahaan properti terkemuka di Thailand, awalnya hanya diselidiki atas pembunuhan kekasihnya, Warinthorn Chaiyachet. Jenazah Chaiyachet dikubur di halaman belakang rumahnya, yang diketahui sangat luas. Namun, seperti dilansir Metro, polisi kemudian diberi tahu bahwa mungkin ada lebih banyak korban yang terkubur di tanah itu.

Baca Juga: Dilanda Polusi Udara Parah, Thailand Liburkan 450 Sekolah di Bangkok

Sebagai bagian dari penyelidikan mereka, para penyelidik memerintahkan pencarian sebuah kolam di dekat rumah Ongwisit. Penyelam polisi menemukan setidaknya 298 tulang manusia di dalam kolam tersebut.

Menurut Bangkok Post, Ongwisit telah mengakui untuk membunuh pacarnya pada Agustus tahun lalu. Tersangka diduga adalah pengguna narkoba yang memerintahkan pacarnya tidur di peti mati logam karena dia tidak ingin perempuan itu meninggalkannya.

Laporan lain menuturkan bahwa Ongwisit telah memelihara ikan buaya karnivora di kolamnya. Namun, polisi membantah laporan tersebut, yang mengatakan bahwa penyelam mereka tidak menemukan ikan di dalam kolam tersebut.

Kepala polisi Jirakrit Jarunpat mengatakan, tulang yang diambil dari kediaman Ongwisit sekarang sedang diperiksa oleh para ahli forensik di rumah sakit. Belum diketahui berapa banyak tulang yang dimiliki.

"Tim Investigasi telah menemukan beberapa wanita yang memiliki hubungan dengan pelaku telah menghilang, yang kemungkinan adalah korban. Mereka termasuk teman, pacar, dan pelacurnya," kata Jarunpat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel: