Portal Berita Ekonomi Jum'at, 28 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:28 WIB. Valas - Dollar AS melemah 1,31% terhadap Yen pada level 108,15 JPY/USD.
  • 22:27 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.611 USD/troy ounce.
  • 22:25 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 50,50 USD/barel.
  • 22:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 44,69 USD/barel.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,24% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 2,09% terhadap Dollar AS pada level 14.318 IDR/USD.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,42% pada level 26.129.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 3,71% pada level 2.880.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 3,10% pada level 3.015.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 2,52% pada level 6.624.
  • 15:43 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 3,67% pada level 21.142.
  • 15:42 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 3,30% pada level 1.987.

Kolaborasi Bank dan Fintech Bisa Dorong Inklusi Ekonomi

Kolaborasi Bank dan Fintech Bisa Dorong Inklusi Ekonomi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Keberadaan startup yang bergerak di bidang keuangan atau lebih dikenal dengan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending telah menjadi kebutuhan. Oleh karena itu, keberadaannya tidak bisa ditolak-tolak lagi. Keberadaannya juga tidak bisa lagi disebut dengan menganggu (disrupsi), tapi sebagai pendukung inklusi keuangan dan harus diajak berkolaborasi.

Demikian terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Indopos, di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta (27/1/2020). FGD bertema "Dewasa dalam Menyikapi Pinjaman Online" itu menghadirkan narasumber Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto, Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Financial Technology (Fintech) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan, dan Ketua Harian Asosiasi Fintech Lending Indonesia (AFLI) Kuseryansyah.

Baca Juga: Diganjar Lagi Investment Grade, BI: Fitch Akui Daya Tahan Ekonomi RI

Munawar Kasan mengungkapkan tentang eksistensi fintech di Indonesia yang saat ini telah ada 164 fintech, terdiri dari 139 terdaftar dan 25 berizin dengan model konvensional 152 fintech dan syariah 12 fintech. Namun di luar itu, menurutnya, ada ribuan fintech yang tidak berizin apalagi terdaftar yang bisa diartikan sebagai fintech ilegal.

"Sudah ada tindakan tegas untuk fintech ilegal, tapi satu ditutup, muncul lagi dengan nama yang lain," ungkap Munawar.

Dari fintech yang ada, hingga Desember 2019, terdapat akumulasi dana sebesar Rp81,50 triliun, meningkat 259,56% year to date dengan outstanding Rp13,16 triliun meningkat 160,84% year to date. Adapun akumulasi rekening lender mencapai 605.935 entitas, meningkat 192,01 year to date. Rekening borower 18.569.123 entitas, meningkat 329,95% year to date.

Menurut Munawar, banyaknya pelaku fintech karena adanya kebutuhan. Kebutuhan itu datang dari masyarakat yang membutuhkan pinjaman dana sementara tidak memiliki akses ke perbankan. Karena itulah, fintech hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal itu pulalah yang membuat fintech tidak bisa dikatakan sebagai pesaing bank sebab pasar yang digarap adalah yang selama ini memang tidak terlayani oleh bank.

Ryan Kiryanto melihat apa yang dilakukan oleh fintech sebenarnya sangat bagus, selain membantu kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, upaya tersebut dapat membantu pemerintah meningkatkan inklusi keuangan pemerintah. Sebab, masyarakat-masyarakat unbankable selama ini menjadi bankable.

Dengan naiknnya inklusi keuangan Indonesia, lanjut Ryan, akan menaikkan level inklusi ekonomi Indonesia. Sebab masyarakat akan melek ekonomi untuk memanfaatkan teknologi untuk mendukung ekonominya.

"Karena itu, menurut Ryan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus memberikan ruang bertumbuh yang lebih baik," kata Ryan.

Ryan juga meminta agar perbankan dan fintech berkolaborasi. Beberapa bentuk kolaborasi yang bisa dilakukan antara lain, channeling cash management, tukar-menukar informasi, serta pengembangan bisnis.

Ada perbedaan mendasar antara bank dan fintech, yakni bank menghimpun dana masyarakat, sedangkan fintech dana dari investor. Bank memiliki aturan yang ketat, sementara fintech longgar. Adanya perbedaan tersebut dapat dikolaborasikan, misalkan bank menjadi investor fintech dan meminta fintech menjadi agen-agen penyalur dana di daerah-daerah.

Dari nasabah fintech itu sendiri akan bisa menjadi nasabah bank yang potensial. Nasabah fintech yang memiliki riwayat baik dan telah tumbuh tentu akan mebutuhkan dana yang lebih besar yang tidak dapat didanai oleh bank. Pada saat itulah nasabah fintech mulai naik kelas ke bank. 

Baca Juga

Tag: Perbankan, Financial Technology (Fintech), Ekonomi Indonesia

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,811.97 3,773.23
British Pound GBP 1.00 18,437.93 18,248.81
China Yuan CNY 1.00 2,042.08 2,021.50
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,305.17 14,162.83
Dolar Australia AUD 1.00 9,384.19 9,287.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,834.82 1,816.45
Dolar Singapura SGD 1.00 10,239.92 10,134.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,719.95 15,562.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,393.87 3,356.12
Yen Jepang JPY 100.00 13,084.40 12,953.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5452.704 -82.990 682
2 Agriculture 1156.743 -50.789 22
3 Mining 1339.068 -29.655 49
4 Basic Industry and Chemicals 758.761 -11.631 77
5 Miscellanous Industry 989.388 -61.478 51
6 Consumer Goods 1742.939 -57.034 57
7 Cons., Property & Real Estate 427.133 -6.007 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 956.774 -8.995 78
9 Finance 1249.335 -4.431 92
10 Trade & Service 671.288 -5.587 168
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 134 179 45 33.58
2 KPAL 110 143 33 30.00
3 MTSM 170 220 50 29.41
4 COCO 720 895 175 24.31
5 NICK 278 342 64 23.02
6 VRNA 100 120 20 20.00
7 MEGA 5,400 6,400 1,000 18.52
8 JECC 5,700 6,575 875 15.35
9 RALS 900 1,035 135 15.00
10 DWGL 260 296 36 13.85
No Code Prev Close Change %
1 REAL 96 64 -32 -33.33
2 BBMD 2,340 1,755 -585 -25.00
3 ZONE 486 368 -118 -24.28
4 LMSH 204 157 -47 -23.04
5 LMAS 74 58 -16 -21.62
6 STTP 10,000 8,000 -2,000 -20.00
7 DMMX 149 120 -29 -19.46
8 JMAS 620 500 -120 -19.35
9 HDIT 595 482 -113 -18.99
10 CAMP 262 214 -48 -18.32
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,130 4,190 60 1.45
2 MNCN 1,290 1,285 -5 -0.39
3 BBCA 31,450 31,450 0 0.00
4 TLKM 3,470 3,490 20 0.58
5 PGAS 1,385 1,280 -105 -7.58
6 BMRI 7,350 7,275 -75 -1.02
7 ANTM 600 575 -25 -4.17
8 UNVR 7,150 6,825 -325 -4.55
9 TOWR 835 805 -30 -3.59
10 ASII 5,950 5,525 -425 -7.14