Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:38 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 54,95 USD/barel
  • 07:37 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 50,27 USD/barel
  • 07:37 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.640 USD/troy ou ce
  • 07:35 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 1,10% pada level 22.357
  • 07:15 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 1,85% pada level 2.064
  • 07:15 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 3,03% pada level 3.128
  • 07:14 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 3,15% pada level 27.081
  • 07:13 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 2,77% pada level 8.965 

Sikap Yasonna Kontradiksi, PKS: Cuti Saja!

Sikap Yasonna Kontradiksi, PKS: Cuti Saja! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al Habsy, menyarankan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengambil cuti dalam tugasnya. Musababnya, Yasonna membentuk tim independen dari berbagai lembaga mengusut kesimpangsiuran data kepulangan Harun Masiku, sementara di waktu terpisah juga hadir pada saat PDI Perjuangan membentuk tim advokasi.

Tim hukum partai berlogo banteng itu ditujukan untuk mempertanyakan keabsahan penyelidik KPK melakukan penggeledahan di kantor DPP PDIP.

Baca Juga: Demokrat: Ronny Dicopot Yasonna, Harun Semakin Misterius

"Logika publik tentunya akan berpikir, ini terjadi keanehan. Saat Yasona sebagai ketua DPP Bidang Hukum dan HAM membentuk tim advokasi, di sisi lain sebagai Menkumham membentuk tim investigasi. Pasti publik akan mempertanyakan kondisi ini, apa yang sebenarnya dicari oleh tim ini," kata Aboe kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

"Akan lebih baik jika tim ini bukan dibuat oleh Menkumham. Atau barang kali Menkumham memilih mengajukan cuti untuk menghindari konflik kepentingan," tambahnya.

Aboe menyadari, tindakan Yasonna membentuk tim yang di antaranya terdiri dari BSSN, Kemenkominfo, Cyber Crime Polri, dan Ombudsman agar keterlembatan data perlintasan imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta diusut secara tuntas. 

Data itu berbeda ketika Majalah Tempo menelusuri kepulangan Harun Masiku, tersangka suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan, berbeda dengan informasi dari pihak Imigrasi. "Saya memahami, barang kali Menkumham mencoba bertindak secara terbuka," kata Politisi PKS ini.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR, Herman Hery, meminta agar Kementerian melaporkan tindak lanjut temuan tim independen ketika rapat kerja dengan komisi, pekan depan. Ia menyebut, penunjukkan tim independen sudah tepat untuk menghindari konflik kepentingan. Hal itu pun dilakukan juga dengan memberhentikan dua pejabat, salah satunya Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie.

"Di atas itu semua, saya tetap mendorong Menkumham agar segera melaporkan hasil kerja tim independen ini secara terbuka kepada publik. Harapannya, error system seperti ini tidak terjadi lagi di waktu yang akan datang," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, membentuk tim gabungan dari sejumlah instansi mengenai kasus delay data keimigrisasian terhadap tersangka Harun Masiku dalam kasus suap komisioner KPU Wahyu Setiawan. Tim gabungan itu dinilai akan menelusuri data kepulangan Harun ke Tanah Air yang sebelumnya dikatakan belum terunggah dalam sistem informasi.

Mereka terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara, Bareskrim Polri, dan Ombudsman. Pelibatan empat lembaga terkecuali dari internal kementerian itu untuk menghindari konflik kepentingan dan indepedensi pengusutan kasus tersebut.

"Saya bilang ini harus tim. Kalau tim saya nanti orang tidak percaya," kata Yasonna belum lama ini.

Yasonna menyatakan, keempat lembaga itu punya peran masing-masing. Seiring dengan pembentukan tim, Yasonna juga memberhentikan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie dan salah satu pejabat lainnya yakni Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian.

"Jadi, sekarang Dirjen Imigrasi sudah di-Plh," tuturnya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Yasonna Hamonangan Laoly, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku, Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,722.63 3,684.90
British Pound GBP 1.00 18,066.04 17,884.90
China Yuan CNY 1.00 1,990.77 1,970.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,962.47 13,823.54
Dolar Australia AUD 1.00 9,240.36 9,145.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,792.70 1,774.80
Dolar Singapura SGD 1.00 9,997.47 9,896.58
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,164.64 15,012.36
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,311.78 3,275.72
Yen Jepang JPY 100.00 12,590.14 12,461.50
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5787.138 -19.912 682
2 Agriculture 1254.692 3.520 22
3 Mining 1426.077 -6.091 49
4 Basic Industry and Chemicals 827.203 -24.357 77
5 Miscellanous Industry 1093.444 18.930 51
6 Consumer Goods 1873.362 -10.597 57
7 Cons., Property & Real Estate 443.350 -0.882 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1003.838 -2.751 78
9 Finance 1321.651 0.331 92
10 Trade & Service 688.750 -0.073 168
No Code Prev Close Change %
1 PURE 142 184 42 29.58
2 BRAM 4,500 5,500 1,000 22.22
3 JSKY 130 154 24 18.46
4 DART 250 296 46 18.40
5 IBST 5,100 6,000 900 17.65
6 GPRA 52 60 8 15.38
7 TIRA 204 234 30 14.71
8 BMSR 70 80 10 14.29
9 KIOS 256 290 34 13.28
10 SQMI 270 300 30 11.11
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 100 69 -31 -31.00
2 YPAS 182 133 -49 -26.92
3 MINA 90 66 -24 -26.67
4 VRNA 130 100 -30 -23.08
5 SINI 1,245 960 -285 -22.89
6 BBLD 428 344 -84 -19.63
7 INTD 268 216 -52 -19.40
8 RODA 68 55 -13 -19.12
9 MPRO 990 805 -185 -18.69
10 FITT 68 56 -12 -17.65
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 865 870 5 0.58
2 JSKY 130 154 24 18.46
3 DEAL 183 181 -2 -1.09
4 TLKM 3,640 3,590 -50 -1.37
5 MNCN 1,355 1,350 -5 -0.37
6 BBRI 4,490 4,500 10 0.22
7 PURE 142 184 42 29.58
8 BBCA 32,625 32,650 25 0.08
9 ANTM 685 660 -25 -3.65
10 PGAS 1,480 1,500 20 1.35