AS Berharap Palestina Terima Rencana Perdamaian Timur Tengah, Presiden Abbas: Tidak, Omong Kosong

AS Berharap Palestina Terima Rencana Perdamaian Timur Tengah, Presiden Abbas: Tidak, Omong Kosong Foto: Sindonews

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo berharap bahwa Palestina akan membuat keputusan untuk mendukung rencana penyelesaian Timur Tengah yang telah diumumkan oleh Donald Trump. Pemimpin AS itu mengumumkan rencana perdamaian Timur Tengah, kemarin.

Rencana perdamaian Timur Tengah AS itu akan menciptakan negara Palestina di beberapa bagian Tepi Barat, tetapi akan memungkinkan Israel untuk mencaplok hampir semua permukimannya di wilayah pendudukan. Rencana itu akan memungkinkan Palestina untuk mendirikan Ibukota di pinggiran Yerusalem timur, tetapi akan meninggalkan sebagian besar kota di bawah kendali Israel.

Baca Juga: Tagar Free Palestine Menggaung di Jagad Medsos, Trump Effect Nih!

"Pada akhirnya, rakyat Palestina harus membuat keputusan tentang apakah mereka ingin terus menghadapi tantangan sulit yang mereka hadapi hari ini atau jika mereka ingin membalik halaman dan memberikan hasil untuk diri mereka sendiri dan untuk mereka anak-anak dan cucu mereka itu lebih baik, masa depan yang lebih cerah," kata Pompeo, seperti dilansir Tass pada Rabu (29/1/2020).

"Peluangnya sekarang ada di meja. Mereka tidak harus melakukannya hari ini atau besok, tetapi saya yakin bahwa ketika mereka menatap ini, ketika orang-orang Palestina menatap apa peluang itu, saya yakin bahwa rakyat Palestina akan selama beberapa minggu dan bulan mendatang dan kami telah memberi mereka empat tahun, akan melihat bahwa ini adalah pilihan yang lebih baik bagi mereka. Saya berharap mereka akan melakukannya," sambungnya.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas sendiri telah mengatakan 'seribu tidak' atas rencana perdamaian Timur Tengah tersebut.

"Setelah omong kosong yang kami dengar hari ini, kami mengatakan seribu tidak untuk Kesepakatan Abad Ini," kata Abbas pada konferensi pers di kota Ramallah, Tepi Barat.

"Saya katakan kepada Trump dan Netanyahu: Yerusalem tidak dijual; semua hak kami tidak dijual dan tidak ada tawar-menawar. Dan kesepakatan Anda, konspirasi, tidak akan disetujui," imbuhnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini