Portal Berita Ekonomi Senin, 30 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 2,88% di akhir sesi II.
  • 14:48 WIB. Valas - Dollar AS menguat 1,10% terhadap Poundsterling pada level 1,2323 USD/GBP.
  • 14:43 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,68% terhadap Euro pada level 1,1065 USD/EUR.
  • 14:39 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,53% terhadap Yen pada level 107,37 JPY/USD.
  • 14:37 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.620 USD/troy ounce.
  • 14:35 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 23,33 USD/barel.
  • 14:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 20,43 USD/barel.

Virus Corona Mati di Suhu 56 Derajat Celcius

Virus Corona Mati di Suhu 56 Derajat Celcius - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Spesialis mikrobiologi Dr. Fera Ibrahim mengatakan virus corona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat Celsius saat berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka.

"Jadi coronavirus itu sensitif terhadap pemanasan," katanya dalam Seminar Awam dan Media Wabah Coronavirus di Gedung IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Antisipasi Corona, Kemenhub Buka Kemungkinan Tempatkan Alat Pengukur Suhu di Dalam Pesawat

Ia mengatakan bahwa virus secara umum, termasuk virus corona, merupakan parasit intraseluler obligat atau jenis mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang.

"Jadi kalau di luar dia enggak bisa apa-apa. Tapi kalau dia sudah masuk ke dalam sel dia hidup karena bisa memperbanyak diri," katanya.

Artinya, saat virus corona berada di ruang terbuka, belum menjangkiti inang sel, virus tersebut masih dapat dilumpuhkan, salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat Celsius selama 30 menit.

Baca Juga

Tag: Virus Corona, Universitas Indonesia (UI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Institut Mikrobiologi Akademi Sains China

loading...