Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.581 USD/troy ounce.
  • 16:10 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 57,46 USD/barel.
  • 16:09 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,19 USD/barel.
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Poundsterling pada level 1,3046 USD/GBP.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Euro pada level 1,0847 USD/EUR.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,24% terhadap Dollar AS pada level 13.660 IDR/USD.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 109,83 JPY/USD.
  • 15:49 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,52% pada level 27.959.
  • 15:48 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,28% pada level 2.983.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,21% pada level 3.213.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,48% pada level 7.444.
  • 15:46 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,69% pada level 23.523.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,06% pada level 2.242.

Survei TomTom: Tak Ada Penurunan Angka Kemacetan Jakarta Setahun Terakhir

Survei TomTom: Tak Ada Penurunan Angka Kemacetan Jakarta Setahun Terakhir - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

TomTom, sebuah perusahaan perangkat GPS baru saja merilis hasil survei angka kemacetan di sejumlah Ibu Kota negara. Dari survei tersebut didapat angka kemacetan di Jakarta tak ada penurunan selama setahun terakhir.

Dalam situs resminya, pada tahun 2018, TomTom menyebut tingkat kemacetan Jakarta sebesar 53%. Pada 2019, tingkat kemacetan stagnan dengan angka yang sama.

Baca Juga: Anies: Jakarta Akan Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia

Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerapkan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap sejak 9 September 2019. Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo belum bisa berkomentar banyak soal rilis survei tersebut. "Saya belum baca report-nya. Nanti saya pelajari dulu," kata Syafrin di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Syafrin menambahkan, mestinya terjadi peningkatan kinerja lalu lintas di 25 ruas jalan yang diterapkan ganjil genap. Berarti, seharusnya kepadatan kendaraan juga berkurang.

"Jadi, dari 25 km per jam, rata-rata naik jadi 33 km/jam. Kemudian, terjadi pengurangan volume lalu lintas sebanyak 30%," ujarnya.

Apalagi, DKI juga menerapkan strategi pengurangan kedatangan kendaraan dari daerah luar Jakarta yang melewati jalan tol. Pengurangan tersebut adalah pemblokiran kendaraan dengan pelat nomor yang tidak sesuai hari ganjil genap ketika keluar gerbang tol di ruas jalan yang diberlakukan sistem ganjil genap.

"Seharusnya, itu mengurangi traffic yang cukup signifikan," kata dia.

Sekadar informasi, survei TomTom pada 2019 melibatkan setidaknya 416 kota dari 57 negara di enam benua. Penelitiannya melibatkan berbagai unsur seperti pengendara, kebijakan pemerintah, rencana tata kota, hingga produksi kendaraan.

Peringkat pertama dengan angka kemacetan tertinggi berada di Bengaluru, India dengan tingkat kemacetan 71%. Kedua, Manila, Filipina dengan tingkat kemacetan 71%. Ketiga, Bogota, Kolombia dengan tingkat kemacetan 68%. Sementara, Jakarta menempati posisi kesepuluh kota termacet di dunia. Angka kemacetan di Jakarta tidak berkurang, tapi peringkatnya menurun dari tahun 2018 yang menempati peringkat 7.

Hal itu disebabkan adanya penambahan 13 kota baru yang disurvei TomTom. Terhitung, pada tahun 2018 terdapat 403 yang disurvei dan 2019 naik menjadi 416. Dari 13 kota yang baru dimasukan itu, tiga di antaranya langsung menyalip tingkat kemacetan yang lebih tinggi dari Jakarta. Kota-kota itu di antaranya adalah Bengaluru dari India, Manila dari Filipina, dan Pune dari India.

Dalam laman resmi Tomtom juga menyebutkan waktu termacet di Jakarta di 2019 terjadi pada hari Jumat pukul 17.00-18.00 WIB. Dia meminta warga Jakarta menghindari waktu itu untuk kenyamanan berkendara.

Selain itu, di 2019, hari paling tidak macet adalah pada 4 Juni 2019. Hari itu bertepatan dengan libur Idul Fitri ketika warga Jakarta tengah ramai melakukan mudik ke kampung halaman. Kemudian, untuk hari paling macet selama setahun jatuh pada tanggal 6 Maret 2019. Tingkat kemacetannya bahkan mencapai 91 persen. Padahal, rata-ratanya dalam satu tahun adalah 53 persen.

Data lainnya menunjukan ketika jam kerja, hari Senin pagi hari menjadi waktu paling macet setiap harinya. Sementara, ketika malam hari, Jumat menjadi saat paling macet dengan rata-rata mencapai lebih dari 90%.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Anies Baswedan, Kemacetan, lalu lintas

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Raisan Al Farisi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,669.24 3,632.53
British Pound GBP 1.00 17,955.97 17,775.94
China Yuan CNY 1.00 1,972.52 1,952.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,761.47 13,624.54
Dolar Australia AUD 1.00 9,255.96 9,162.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,771.76 1,754.11
Dolar Singapura SGD 1.00 9,899.63 9,800.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,917.43 14,767.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,328.85 3,292.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,530.93 12,403.99
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5867.523 0.578 682
2 Agriculture 1295.344 1.210 22
3 Mining 1412.579 2.722 49
4 Basic Industry and Chemicals 859.155 2.813 77
5 Miscellanous Industry 1075.455 -0.736 51
6 Consumer Goods 1905.760 -1.806 57
7 Cons., Property & Real Estate 452.187 5.208 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1006.798 -5.088 78
9 Finance 1339.874 0.637 92
10 Trade & Service 700.446 -3.960 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 105 178 73 69.52
2 ERTX 111 140 29 26.13
3 AYLS 284 354 70 24.65
4 SSTM 382 476 94 24.61
5 MREI 4,200 5,225 1,025 24.40
6 GLOB 274 340 66 24.09
7 KOIN 115 135 20 17.39
8 SHID 3,400 3,930 530 15.59
9 STTP 5,800 6,600 800 13.79
10 TFAS 117 131 14 11.97
No Code Prev Close Change %
1 MINA 164 108 -56 -34.15
2 OCAP 191 126 -65 -34.03
3 YPAS 498 374 -124 -24.90
4 AKSI 480 362 -118 -24.58
5 NZIA 488 380 -108 -22.13
6 TOPS 86 67 -19 -22.09
7 LUCK 570 456 -114 -20.00
8 ITIC 2,750 2,300 -450 -16.36
9 BRAM 4,960 4,260 -700 -14.11
10 INRU 720 625 -95 -13.19
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 885 880 -5 -0.56
2 LUCK 570 456 -114 -20.00
3 BHIT 63 62 -1 -1.59
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 KPIG 126 127 1 0.79
6 TLKM 3,640 3,610 -30 -0.82
7 DADA 173 151 -22 -12.72
8 TCPI 6,450 6,675 225 3.49
9 MNCN 1,505 1,505 0 0.00
10 BBRI 4,550 4,470 -80 -1.76