Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 2,28% terhadap Dollar AS pada level 15.880 IDR/USD.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,38% pada level 24.300.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,37% pada level 2.825.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,11% pada level 2.567.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,23% pada level 5.747.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,04% pada level 19.345.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,61% pada level 1.836.

Virus Corona Mulai Pukul Industri Pariwisata Indonesia

Virus Corona Mulai Pukul Industri Pariwisata Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penyebaran virus corona akan membuat industri pariwisata terpukul sehingga berdampak pada perekonomian Indonesia.

Asal tahu saja, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat global untuk wabah virus corona. Sejumlah negara pun telah menutup penerbangan dari dan ke China. Indonesia sendiri akan mulai menutup penerbangan dari dan ke China mulai Rabu (5/2/2020) mendatang.

Baca Juga: Corona Meluas, China Terasing

"Efek ke Indonesia itu tourism China sangat berpengaruh di beberapa daerah seperti Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau. Tourism adalah yang pertama terpukul oleh virus Corona," kata Airlangga dalam Seminar Nasional bertajuk Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian, di Jakarta, Senin (3/2/2020).

Selain pariwisata, Airlangga menilai beberapa rantai pasok (supply chain) juga akan terkena dampak wabah virus corona. Meski demikian, lanjutnya, Indonesia cukup beruntung karena industri otomotif tidak terdampak wabah tersebut.

"Dan kita beruntung karena spare part dari Wuhan itu tidak terlalu berpengaruh terhadap industri otomotif indonesia, tapi otomotif dunia dan elektronik dunia itu berpengaruh," paparnya.

Selain itu, Airlangga menyatakan, pemerintah juga terus mengkaji dampak virus corona terhadap industri-industri lainnya di Indonesia.

"Kita melihat dampak industri lain seperti makanan-minuman (mamin) dan lain-lain. Namun, Indonesia punya resiliensi dalam bentuk mamin yang di mana bahan baku kita kebanyakan bukan dari China. Ini kita lihat lagi," tukasnya.

Sebagai informasi, jumlah kematian akibat wabah virus corona baru, 2019-nCoV, di China telah meningkat menjadi 361 orang sampai saat ini (3/2/2020). Angka ini termasuk 57 kematian terbaru yang terjadi dalam tempo 24 jam terakhir.

Menurut Reuters, jumlah orang di China yang terinfeksi juga bertambah 2.829 lagi sehingga total kasus atau orang yang terinfeksi virus tersebut menjadi 17.205. Angka-angka terbaru ini muncul sehari setelah kematian pertama dari penyakit itu tercatat di luar China, yakni di Filipina, ketika negara-negara di seluruh dunia mengevakuasi ratusan warganya dari zona infeksi di Wuhan, Provinsi Hubei.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Virus Corona, China (Tiongkok), Pariwisata, Airlangga Hartarto, Ekonomi Indonesia

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Yosi Winosa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4649.079 22.384 691
2 Agriculture 994.550 16.129 22
3 Mining 1228.083 0.039 49
4 Basic Industry and Chemicals 654.954 1.090 78
5 Miscellanous Industry 759.692 32.649 52
6 Consumer Goods 1733.672 35.676 58
7 Cons., Property & Real Estate 339.130 4.765 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 823.964 2.628 78
9 Finance 986.392 -5.196 92
10 Trade & Service 597.268 -3.267 172
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 135 35 35.00
2 CBMF 160 216 56 35.00
3 KBAG 135 182 47 34.81
4 ENVY 93 125 32 34.41
5 PEGE 160 208 48 30.00
6 BOSS 59 76 17 28.81
7 PORT 535 640 105 19.63
8 BEST 120 140 20 16.67
9 LPLI 72 83 11 15.28
10 MPPA 93 107 14 15.05
No Code Prev Close Change %
1 IDPR 200 186 -14 -7.00
2 ISSP 143 133 -10 -6.99
3 VINS 129 120 -9 -6.98
4 HRME 402 374 -28 -6.97
5 DFAM 402 374 -28 -6.97
6 KONI 460 428 -32 -6.96
7 DART 288 268 -20 -6.94
8 TBMS 650 605 -45 -6.92
9 ADMF 8,000 7,450 -550 -6.88
10 JAST 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,120 90 8.74
2 BBRI 2,820 2,790 -30 -1.06
3 REAL 67 67 0 0.00
4 BBCA 28,175 27,975 -200 -0.71
5 TLKM 3,110 3,120 10 0.32
6 BTPS 2,660 2,940 280 10.53
7 BMRI 4,770 4,670 -100 -2.10
8 PGAS 855 835 -20 -2.34
9 BBNI 4,010 3,990 -20 -0.50
10 KAEF 1,340 1,370 30 2.24