Ancaman Penyebaran Virus Korona Manulife Jamin Beri Perlindungan Menyeluruh ke Nasabah

Ancaman Penyebaran Virus Korona Manulife Jamin Beri Perlindungan Menyeluruh ke Nasabah Kredit Foto: Ist

Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memberi jaminan perlindungan menyeluruh ke seluruh nasabah terkait ancaman penyebaran virus corona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, hingga menyebar ke sejumlah negara. 

 

“Kami turut prihatin atas mewabahnya virus korona yang telah merenggut ratusan nyawa di Wuhan sejak akhir 2019 dan sudah merebak di beberapa negara,” tutur Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/2/2020). 

 

Ia menjelaskan, saat ini Manulife memiliki sekitar 2,5 juta nasabah di seluruh Indonesia. Jaminan perlindungan itu diberikan kepada seluruh pemegang polis asuransi jiwa maupun kesehatan Manulife Indonesia. Perlindungan itu juga meliputi seluruh nasabah yang berada di Indonesia maupun di luar negeri.

 

“Ini merupakan komitmen kami dalam upaya terus mengedepankan kepentingan nasabah,” ujar Ryan Charland. 

 

Baca Juga: Wabah Virus Corona Makin Parah, Wuhan Ubah Sejumlah Gedung Jadi Rumah Sakit Sementara

 

Dikatakan, Manulife mengimbau para nasabah dan keluarga Indonesia untuk menjaga kesehatan di manapun dan kapanpun. Hal itu untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan virus korona.

 

Ancaman virus korona yang merebak di Wuhan, Tiongkok, saat ini sangat mengkhawatirkan. Pemerintah Indonesai mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB mengeluarkan penundaan seluruh penerbangan dari dan ke daratan Tiongkok. 

 

"Mengikuti perkembangan wabah virus korona ini, Indonesia memutuskan untuk: pertama, menunda seluruh penerbangan langsung dari dan ke daratan RRT mulai hari Rabu, 5 Februari 2020, pukul 00.00 WIB," ujar Presiden Jokowi dalam unggahan di akun Instagramnya.

 

Selain itu Presiden menyampaikan semua pendatang yang tiba dari daratan RRT dan sudah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan masuk dan melakukan transit di bandara-bandara maupun pelabuhan di Indonesia.

 

Baca Juga: Doa Jokowi: Semoga Indonesia Tidak Terkena Virus Corona

 

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, daerah-daerah yang menerima penerbangan langsung dari Tiongkok adalah Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, Samarinda, Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Belitung, dan Manado.

 

Kebijakan Pemerintah RI itu dilanjutkan maskapai Garuda Indonesia. Garuda juga menunda sementara rute penerbangan dari dan menuju Tiongkok mulai 5 Februari 2020. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, hal itu merupakan bentuk perhatian serius Garuda Indonesia terhadap upaya antisipasi penyebaran virus korona dengan mengedepankan aspek keselamatan penerbangan serta keselamatan penumpang dan awak pesawat.

 

Penundaan sementara tersebut melingkupi layanan penerbangan dari dan menuju Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhengzhou, dan Xi’an. Saat ini, Garuda Indonesia melayani 30 frekuensi penerbangan setiap minggu ke Tiongkok.

 

Sementara itu, Direktur and chief Marketing Manulife Indonesia Novita Rumgangun menjelaskan, pihaknya ingin masyarakat Indonesia tidak panik terkait wabah virus korona. 

 

“Memang ini mengkhawatirkan, namun sebagai perusahaan asuransi, kami ingin memberikan peace of mind. Perasaan tenang dan damai ini yang ingin kami bangkitkan, melalui jaminan perlindungan menyeluruh ke nasabah Manulife Indonesia. Sekarang, tinggal bagaimana kita bisa menjaga kesehatan, bisa terus hidup sehat,” papar dia. 

 

Menurut Novita, dengan kondisi saat ini, pihaknya berkepentingan terus mengedukasi masyarakat pentingnya asuransi. Apalagi, saat ini banyak masyarakat cemas terhadap penyebaran virus, bahkan mudah curiga dengan kondisi sekelilingnya. 

 

“Kami juga mendapat banyak telepon soal apakah polis mereka mengcover untuk perlindungan terhadap virus korona, kami pastikan Manulife beri jaminan perlindungan,” ujar dia.

 

Menurut Novita, Manulife memperhatikan betul kebutuhan nasabah. Nasabah tidak perlu khawatir akan dipersulit dalam mengajukan klaim. Pihaknya memberikan kelancaran dalam proses klaim kepada nasabah. Hal tersebut juga bisa dilihat dari besarnya klaim yang disalurkan Manulife Indonesia kepada nasabah. 

 

Baca Juga: Demi Kepuasan Nasabah, Manulife Indonesia Terapkan Budaya Kaizen

 

Hingga November 2019 (un-audited), Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp 5,3 triliun atau setara Rp 15 miliar per hari atau Rp 608 juta per jam. Sepanjang tahun 2018, Manulife membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 5,5 triliun atau Rp 15 miliar setiap harinya, dan Rp 626 juta setiap jamnya.Saat ini, Manulife Indonesia memiliki sekitar 7.000 agen di seluruh Indonesia. 

 

Tahun sebelumnya, yakni sepanjang 2017, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 6,6 triliun atau sekitar Rp 18 miliar per hari atau berkisar Rp 753 juta per jam. Tahun 2016, jumlah klaim yang dibayar Manulife Indonesia sebesar Rp 6,8 triliun, sedangkan pada tahun 2015 mencapai Rp 5,6 triliun.

 

Pada kesempatan itu, Novita memaparkan langkah-langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus korona dengan meningkatkan budaya sehat di internal perusahaan. Manulife menyediakan masker untuk karyawan dan memberikan cairan antiseptik agar kebersihan terus terjaga. "Kami ingin karyawan juga menerapkan budaya hidup sehat, sehingga bisa fit tiap saat," ujar dia.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini