Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,77 USD/barel.
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,19 USD/barel.
  • 13:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,30% terhadap Euro pada level 1,1364 USD/EUR.
  • 13:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Poundsterling pada level 1,2641 USD/GBP.
  • 13:08 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.812 USD/troy ounce.
  • 11:33 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,32% di akhir sesi I.

200 KK Buka Lahan Ilegal dalam Hutan Lindung Angkola

200 KK Buka Lahan Ilegal dalam Hutan Lindung Angkola
WE Online, Jakarta -

Kawasan Hutan Lindung (HL) Angkola di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara diduga diduduki sejumlah masyarakat. Selain berdiam di dalam hutan, masyarakat juga melakukan kegiatan berkebun dan bertani, seperti menanam karet, padi, dan cabai.

Adanya aktivitas masyarakat di hutan lindung itu diungkapkan Sarmaidah Damanik, forestree coordinator Conservation International (CI) Indonesia di Tapanuli Selatan, Senin (3/2/2020).

Hutan lindung dimaksud memiliki luas 10 ribu hektare berada di wilayah Kecamatan Angkola Selatan, Sayurmatinggi, dan Batang Angkola. Namun, tidak diketahui dari mana masyarakat tersebut berasal.

Baca Juga: Ibu Kota Dipindah, Hutan Lindung di Kaltim Bakal Digunduli?

Keberadaan masyarakat di hutan lindung tersebut baru-baru ini dipergoki oleh relawan polisi hutan binaan CI yang bekerja menjaga kawasan tersebut dalam dua tahun terakhir. Sahrul, salah satu anggota relawan polisi hutan, mengatakan, bertemu dengan beberapa warga yang sedang beraktivitas.

"Ada sekitar 200 KK, tidak tahu berapa luas lahan yang dibuka, tapi satu orang ada yang punya 10 hektare lahan," ungkap Sahrul.

Beberapa tanaman diduga kuat ditanam oleh masyarakat yang tinggal secara ilegal di dalam hutan lindung itu, seperti karet, cabai hingga padi. Masyarakat membawa hasil panen keluar hutan kemudian menjual ke pasar.

Sarmaidah, mewakili CI Indonesia, lembaga yang fokus pada pencegahan alih fungsi hutan itu mengatakan, menindaklanjuti temuan tersebut, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini Dinas Kehutanan Kabupaten Tapanuli Selatan untuk membuat aturan. Secara hukum, hutan lindung tidak boleh atau ilegal.

Sebab hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

Baca Juga: Menolong Negara Tetangga, Indonesia Kirim Tim untuk Bantu Atasi Kebakaran Hutan Australia

CI sendiri mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengusir masyarakat yang melakukan aktivitas di dalam hutan lindung itu. Relawan polisi yang bertemu dengan masyarakat hanya bisa mengingatkan bahwa membuka lahan di dalam hutan itu dilarang. Namun, CI mendorong pemerintah agar membuat skema perizinan perhutanan sosial sehingga masyarakat bisa beraktivitas di dalam hutan.

"Itupun yang diambil hanya hasil hutan, bukan kayu seperti madu, dan jasa lingkungan," tegas Sarmaidah.

Baca Juga

Tag: Hutan Lindung

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,871.22 3,831.68
British Pound GBP 1.00 18,307.49 18,123.89
China Yuan CNY 1.00 2,075.87 2,055.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,518.23 14,373.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,127.92 10,024.27
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,873.30 1,854.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,435.01 10,329.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,469.48 16,299.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.44 3,368.59
Yen Jepang JPY 100.00 13,530.50 13,392.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5076.174 89.092 696
2 Agriculture 1053.282 3.458 23
3 Mining 1285.485 -1.348 48
4 Basic Industry and Chemicals 767.391 12.923 80
5 Miscellanous Industry 884.491 9.808 52
6 Consumer Goods 1825.015 16.933 57
7 Cons., Property & Real Estate 320.091 2.027 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.562 6.004 78
9 Finance 1118.359 38.701 93
10 Trade & Service 607.190 1.359 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 155 208 53 34.19
2 UANG 226 282 56 24.78
3 PURA 114 141 27 23.68
4 TRUK 110 131 21 19.09
5 INKP 6,675 7,575 900 13.48
6 SMMA 15,300 17,200 1,900 12.42
7 ESIP 174 195 21 12.07
8 DPNS 242 270 28 11.57
9 DMAS 165 181 16 9.70
10 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
No Code Prev Close Change %
1 JKON 400 372 -28 -7.00
2 NZIA 200 186 -14 -7.00
3 BINA 940 875 -65 -6.91
4 DNAR 290 270 -20 -6.90
5 ITIC 1,235 1,150 -85 -6.88
6 BYAN 13,900 12,950 -950 -6.83
7 KBLV 410 382 -28 -6.83
8 KBLI 470 438 -32 -6.81
9 PDES 500 466 -34 -6.80
10 GHON 1,840 1,715 -125 -6.79
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 3,190 160 5.28
2 PURA 114 141 27 23.68
3 BRIS 452 440 -12 -2.65
4 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
5 BBNI 4,600 4,800 200 4.35
6 TKIM 6,625 7,100 475 7.17
7 BBCA 29,950 31,000 1,050 3.51
8 TLKM 3,120 3,150 30 0.96
9 TOWR 1,095 1,075 -20 -1.83
10 MDKA 1,375 1,450 75 5.45