Kebijakannya 'Nyeleneh', Firli Dianggap Punya Misi Lemahkan KPK

Kebijakannya 'Nyeleneh', Firli Dianggap Punya Misi Lemahkan KPK Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum, Asfinawati menilai, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Firli Bahuri, sangat kental memiliki agenda melemahkan lembaga antirasuah.

Penilaiannya, tekan Asfinawati, menguat dengan pemecatan sepihak penyidik KPK, Rosa, yang tengah menangani kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDIP. Padahal, masa kerja Rosa masih panjang di KPK. 

Baca Juga: Sempat Bantah, Polri Akhirnya Akui Penarikan Penyidik Kasus PAW KPK

"Ini bukti nyata, Firli sebagai ketua, agendanya melemahkan KPK. Pertama, instansi asal tidak menarik Rosa. Kemudian, Rosa tak melanggar etik karena kita enggak dengar ada sidang etik. Ketiga, dia termasuk ke dalam penanganan kasus yang jadi perhatian publik. Ini orang lagi berprestasilah, kenapa malah tiba-tiba dikeluarkan. Ini aneh sekali," kata Asfinawati belum lama ini.

Kontroversi KPK terus berlanjut. Sebab, belum genap tiga bulan Firli Bahuri Cs memimpin, KPK selalu melakukan kebijakan kontroversi. Dari mengganti tiba-tiba juru bicara, mengintervensi para penyidik soal pemanggilan saksi-saksi, dan teranyar yakni memberhentikan penyidik secara sepihak pascamengembalikan dua orang jaksa ke Kejaksaan Agung. Padahal, mereka masih tangani perkara-perkara besar yang sedang berjalan.

"Ini bukti bahwa Firli tak untuk memberantas korupsi, kalau publik melihatnya. Saya sendiri melihatnya aneh sekali. Pertama, kan kalau mau dibangun instansi asal minta, ternyata Polri menyatakan tidak kok. Motifnya dari Firli. Ini tindakan yang menurut saya, bukti sudah nyata sekali dari sekian lainnya," ujarnya.

Asfinawati mencurigai Firli Bahuri membawa pesanan pihak tertentu. Sebab, kebijakannya terlalu nyeleneh.

"Jangan-jangan ini adalah sebuah tindakan balasan dari pimpinan KPK karena anak buahnya lagi menyidik suatu kasus. Ini aneh banget kan. Kalau tindakan balasan, dia bagian dari yang korupsi. Bukan dari yang memberantas korupsi," tambahya.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini