Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:20 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Menggunakan Aplikasi Ride-Hailing - Indonesia 49%, Singapura 45%, Brazil 40%, Meksiko 40%, Malaysia 31%, China 30%, India 29%, Vietnam 24%
  • 10:16 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Menggunakan Aplikasi Keuangan - Thailand 65%, Malaysia 49%, Singapura 46%, Filipina 37%, Vietnalm 36%, Indonesia 33%, China 29%, India 29%
  • 10:13 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Melakukan Belanja Online - Indonesia 80%, Thailand 69%, Filipiina 66%, China 64%, Malaysia 64%, Vietnam 59%, India 55%, Singapura 51%

Sampai Mana Obat Kanker di Indonesia Efeknya Baik buat Pasien?

Sampai Mana Obat Kanker di Indonesia Efeknya Baik buat Pasien? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Selain kemoterapi, pasien kanker harus mengonsumsi obat-obatan. Namun pengawasan obat tetap di bawah wewenang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebelum ada di tangan dokter.

Mengingat kanker merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang tepat untuk menanggulangi penyakit ini, termasuk memilih obat yang aman untuk dikonsumsi dan terbukti berkhasiat.

Baca Juga: Ahli Bilang Indonesia Kini Lagi Menabung Kanker Paru-Paru, Apa Maksudnya?

Di Indonesia sendiri, penggunaan obat kanker sejatinya harus melalui persetujuan BPOM. Bahkan, setiap obat yang hendak diadopsi dari negara pengembang, seperti Amerika Serikat, harus diteliti lebih lanjut efek samping dan khasiatnya, sebelum diedarkan di pasaran.

Ketua Formularium Nasional, Prof dr Iwan Dwi Prahasto, M Med, SC, PhD, mengatakan, hingga saat ini jumlah obat yang pasti untuk pasien kanker belum diketahui pasti. Namun dalam lima tahun terakhir, sekira 180 obat baru yang di-approve oleh BPOM.

"Obat itu sudah melalui uji klinis yang layak dan terbukti aman," tutur Prof Iwan, saat ditemui di RS Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (6/2/2020).

Sementara itu, menilik proses uji klinik yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan disetujui oleh BPOM, sekira 23-34 obat kanker masuk ke Indonesia, dalam kurun waktu satu tahun.

Lebih lanjut, Prof Iwan menjelaskan, ada beberapa obat yang belum disetujui BPOM. Karena terdapat perbedaan mekanisme uji klinis antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

Contohnya, di Amerika Serikat, sejumlah obat yang belum selesai uji klinis atau baru memasuki fase 2 sudah dapat dipasarkan. Namun hal tersebut bertentangan dengan kebijakan yang dimiliki BPOM.

"Mereka punya yang namanya conditional approval. Artinya, apabila nanti (satu tahun) terbukti tidak memberi manfaat, obat yang telah dijual di pasaran bisa langsung dicabut. Di Indonesia itu tidak mungkin. Kalau sudah ada di pasaran terus dicabut, bisa bikin gaduh dan lain sebagainya," tegas Prof Iwan.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Kanker, Kesehatan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Unsplash/Joshua Coleman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93