Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:03 WIB. Shanghai Composite - 2.747 (30/3), 2.750 (31/3), 2.734 (1/4), 2.780 (2/4), 2.763 (3/4).
  • 11:57 WIB. Nikkei 225 - 19.084 (30/3), 18.917 (31/3), 18.065 (1/4), 17.818 (2/4), 17.820 (3/4).
  • 11:55 WIB. FTSE 100 - 5.563 (30/3), 5.671 (31/3), 5.454 (1/4), 5.480 (2/4), 5.415 (3/4).
  • 11:52 WIB. Nasdaq - 7.889 (30/3), 7.813 (31/3), 7.486 (1/4), 7.635 (2/4), 7.528 (3/4).
  • 11:44 WIB. Dow Jones - 22.327 (30/3), 21.917 (31/3), 20.943 (1/4), 21.413 (2/4), 21.052 (3/4).
  • 11:42 WIB. S&P 500 - 2.626 (30/3), 2.584 (31/3), 2.470 (1/4), 2.526 (2/4), 2.488 (3/4).

Wuihh, Astronom Temukan Galaksi Raksasa Langka

Wuihh, Astronom Temukan Galaksi Raksasa Langka - Warta Ekonomi

Para astronom menemukan sebuah galaksi raksasa langka yang berada di alam semesta jauh atau 12 miliar tahun cahaya jaraknya dari bumi saat ini. Penemuan itu berkat WM Keck Observatory, sepasang teleskop yang kuat di puncak Maunakea, gunung berapi aktif di pulau Hawaii.

Galaksi yang baru ditemukan itu dinamai XMM-2599. Penemuan ini disebut akan memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari alam semesta saat masih berusia 1,8 miliar tahun. Untuk diketahui, alam semesta saat ini telah berusia sekitar 13,8 miliar tahun.

"Bahkan sebelum alam semesta berusia dua miliar tahun, XMM-2599 telah membentuk massa lebih dari 300 miliar matahari, menjadikannya sebuah galaksi yang sangat besar," kata penulis utama studi, Benjamin Forrest, seorang peneliti pascadoktoral di departemen fisika dan astronomi di University of California, belum lama ini.

Namun, galaksi raksasa ini diketahui tak lagi aktif. "XMM-2599 membentuk sebagian besar bintangnya dalam hiruk-pikuk besar ketika alam semesta berusia kurang dari 1 miliar tahun, dan kemudian menjadi tidak aktif pada saat alam semesta baru berusia 1,8 miliar tahun," ujarnya.

Gillian Wilson, seorang profesor fisika dan astronomi University of California, menduga XMM-2599 tidak aktif lagi lantaran terhentinya sumber energi, atau lubang hitamnya (black hole) mulai menyala. Ia menyebut galaksi ini sangat menarik untuk dipelajari lebih jauh.

Para ilmuwan yang terlibat dalam penemuan ini belum begitu yakin dengan dua kemungkinan tersebut. Mereka pun berharap bisa mendapatkan jawaban lewat pemantau lanjutan.

Para astronom juga berharap untuk lebih memahami bagaimana galaksi itu berperilaku ketika berevolusi.

"Mungkin selama 11,7 miliar tahun berikutnya dari sejarah kosmik, XMM-2599 akan menjadi anggota pusat dari salah satu kluster galaksi paling terang dan paling masif di alam semesta lokal," kata salah satu penulis studi, Michael Cooper, seorang profesor astronomi di University of California.

Bukan tidak mungkin juga, lanjut Cooper, galaksi ini akan terus berada dalam isolasi. "Atau kita bisa memiliki skenario yang terletak di antara dua hasil ini," ucapnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Luar Angkasa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80