Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,98% pada level 23.716.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 2,38% pada level 2.332.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,29% pada level 3.274.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,91% pada level 2.463.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,09% pada level 5.799.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% terhadap Yuan pada level 6,78 CNY/USD.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,58% terhadap Dollar AS pada level 14.785 IDR/USD.

Jokowi Ungkap Kekecewaan soal Penanganan dan Pengendalian Karhutla

Jokowi Ungkap Kekecewaan soal Penanganan dan Pengendalian Karhutla
WE Online, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mampu menyembunyikan kekecewaannya saat memberikan pengarahan dalam upaya meningkatkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Istana Negara.

Di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Jokowi mengungkapkan kekesalannya karena luas karhutla meningkat pada tahun lalu. Bahkan, Jokowi kembali mengancam akan mencopot kapolda dan pangdam di wilayah yang terdampak apabila tidak mampu mengatasi karhutla.

Bahkan, Presiden menyinggung lagi karhutla yang terjadi pada 2015 silam yang menghanguskan 2,5 juta hektare lahan. Meski berhasil ditekan pada 2017, luas lahan yang terbakar kembali meningkat pada 2018, dan puncaknya pada 2019 mencapai 1,5 juta hektare lahan.

Kejadian karhutla seperti sudah menjadi ritual tahunan di Indonesia. Namun, sangat disayangkan jika kejadian yang berulang setiap tahun itu tidak diantisipasi sejak dini. Apalagi kebakaran hutan dan lahan itu diduga kuat disebabkan karena ulah manusia, alias ada unsur kesengajaan.

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan (Sumsel) tahun lalu, misalnya, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, 99 persen akibat ulah manusia.

Dugaan kesengajaan hutan dan lahan itu dibakar semakin kuat saat di Provinsi Riau terjadi kebakaran lahan gambut. Padahal, hutan di Riau merupakan hutan gambut yang sulit terbakar sekalipun kemarau.

Lahan gambut tak mudah terbakar karena profilnya yang jenuh air. Gambut hanya bisa terbakar dalam keadaan kering, sedangkan musim kemarau tidak membuat gambut menjadi kering lantaran kandungan air di akarnya sangat tinggi.

Dalam kasus kebakaran lahan gambut di Riau beberapa tahun lalu, oknum yang diduga melakukan pembakaran lahan secara sengaja membuat kanal di sekitar lahan untuk menyerap air dari akar gambut. Kebakaran lahan gambut merupakan kejadian yang sulit untuk dipadamkan.

Asap yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan lahan biasa. Satu hektare lahan gambut yang terbakar asapnya sama dengan seribu hektare lahan biasa yang terbakar.

Dampak kebakaran atau pembakaran hutan dan lahan itu tidak hanya pada kerusakan ekologi dan ekosistem lingkungan, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan masyarakat dan ekonomi daerah, bahkan nasional. Roda perekonomian masyarakat terganggu karena kabut asap. Produktivitas masyarakat turun karena dampak dari kebakaran lahan dan hutan itu.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Karhutla, Kebakaran Hutan, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Rony Muharrman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.94 3,921.43
British Pound GBP 1.00 19,033.39 18,841.06
China Yuan CNY 1.00 2,187.72 2,165.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,855.91 14,708.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,721.51 10,607.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.99 1,897.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,906.62 10,794.14
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,475.01 17,299.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,593.59 3,555.26
Yen Jepang JPY 100.00 14,216.18 14,073.38
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4934.093 -65.267 707
2 Agriculture 1156.958 -29.674 24
3 Mining 1340.548 -15.994 47
4 Basic Industry and Chemicals 702.870 -6.150 80
5 Miscellanous Industry 849.133 -3.159 53
6 Consumer Goods 1846.211 -22.465 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.139 -2.692 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 813.187 -6.744 79
9 Finance 1061.669 -21.366 94
10 Trade & Service 626.543 -4.189 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 88 113 25 28.41
2 MTPS 376 470 94 25.00
3 KBAG 68 84 16 23.53
4 EPAC 336 398 62 18.45
5 NFCX 1,690 2,000 310 18.34
6 SGER 324 382 58 17.90
7 HELI 169 194 25 14.79
8 MTLA 354 400 46 12.99
9 DPNS 228 254 26 11.40
10 HOMI 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 100 93 -7 -7.00
2 SSTM 406 378 -28 -6.90
3 SINI 466 434 -32 -6.87
4 SQMI 176 164 -12 -6.82
5 PSGO 132 123 -9 -6.82
6 ROCK 1,395 1,300 -95 -6.81
7 DSFI 59 55 -4 -6.78
8 AGRO 326 304 -22 -6.75
9 DPUM 89 83 -6 -6.74
10 MASA 595 555 -40 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,025 27,250 -775 -2.77
2 BBRI 3,190 3,130 -60 -1.88
3 BRIS 825 770 -55 -6.67
4 BBNI 4,590 4,540 -50 -1.09
5 BEST 169 168 -1 -0.59
6 PURA 136 144 8 5.88
7 TLKM 2,810 2,780 -30 -1.07
8 DEAL 132 144 12 9.09
9 BMRI 5,475 5,300 -175 -3.20
10 TOWR 1,025 1,020 -5 -0.49