Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 01:07 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.600 USD/troy ounce.
  • 01:06 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 57,34 USD/barel.
  • 01:05 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 51,68 USD/barel.
  • 01:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3003 USD/GBP.
  • 00:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,19% terhadap Euro pada level 1,0815 USD/EUR.
  • 00:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 109,81 JPY/USD.
  • 00:00 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,70% pada level 3.356.
  • 23:59 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 0,89% pada level 29.136.
  • 23:59 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,54% pada level 9.678.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,36% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,25% terhadap Dollar AS pada level 13.694 IDR/USD.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,54% pada level 27.530.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,48% pada level 2.208.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,05% pada level 2.984.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,52% pada level 3.196.

Masih Ganas, Pasien Corona Mulai Putus Asa

Masih Ganas, Pasien Corona Mulai Putus Asa - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Cepatnya penyebaran virus corona di China seakan membuat para pasien putus asa. Hal ini kian parah karena kurangnya sumber daya medis. Pasalnya, obat dari penyakit pneumonia 'misterius' ini tak kunjung ditemukan.

Hal ini mendorong orang-orang untuk menggunakan cara-cara yang tidak biasa demi memperoleh pengobatan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memohon ke pasien HIV atau importir obat ilegal.

Baca Juga: Beri Bantuan ke China Atasi Corona, Raja Salman Telepon Xi Jinping

Devy (38), seorang pekerja lepas di Provinsi Shandong yang menolak menyebutkan nama keluarganya, adalah salah satu dari ratusan orang yang menghubungi penderita HIV untuk meminta obat. Meskipun tidak bepergian ke Provinsi Hubei atau Wuhan yang menjadi pusat penyebaran wabah, ia makin khawatir entah bagaimana tertular virus corona setelah dokter menemukan gejala-gejala pneumonia pada tubuhnya.

Devy juga memiliki gejala lain yang berhubungan dengan virus corona, seperti demam dan mual. Putus asa dan khawatir, ia mendengar dari temannya bahwa seorang pria dengan HIV-positif. Pria itu menawarkan Kaletra secara cuma-cuma bagi orang-orang yang diduga terjangkit virus corona tipe baru. Devy menerima 30 pil.

"Ketika Anda ditinggalkan sendiri, melihat bayangan kematian dari jauh, saya rasa tidak ada seorang pun bisa merasa tenang," kata Devy kepada Reuters melalui sambungan telepon.

Otoritas kesehatan China menyatakan, belum ada obat yang efektif untuk virus yang telah menewaskan lebih dari 500 orang di negara itu. Meskipun belum ada bukti dari uji klinis, Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan obat HIV, yakni lopinavir atau ritonavir, dapat digunakan untuk pasien virus corona.

Hal itu memicu serbuan, terutama untuk Kaletra atau juga dikenal dengan Aluvia, yang merupakan versi lopinavir atau ritonavir yang tidak dipatenkan oleh produsen AbbVie. Obat ini juga menjadi satu-satunya versi yang diperdagangkan di China.

Obat itu biasanya digunakan untuk mengobati dan mencegah HIV dan AIDS. Bulan lalu AbbVie menyatakan China telah menguji obat tersebut untuk mengobati gejala virus corona.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Virus Corona, China (Tiongkok), Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV Aids)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Reuters/Aly Song

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,664.68 3,628.02
British Pound GBP 1.00 17,863.57 17,684.46
China Yuan CNY 1.00 1,966.09 1,946.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,744.38 13,607.62
Dolar Australia AUD 1.00 9,189.49 9,096.69
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.61 1,751.84
Dolar Singapura SGD 1.00 9,882.36 9,782.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,879.67 14,730.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,315.09 3,278.94
Yen Jepang JPY 100.00 12,525.64 12,398.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5886.962 19.439 682
2 Agriculture 1295.899 0.555 22
3 Mining 1424.772 12.193 49
4 Basic Industry and Chemicals 875.102 15.947 77
5 Miscellanous Industry 1078.627 3.172 51
6 Consumer Goods 1908.034 2.274 57
7 Cons., Property & Real Estate 458.842 6.655 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1013.789 6.991 78
9 Finance 1335.244 -4.630 92
10 Trade & Service 702.943 2.497 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 178 240 62 34.83
2 DWGL 190 256 66 34.74
3 MTSM 154 206 52 33.77
4 DEAL 86 110 24 27.91
5 DNAR 165 210 45 27.27
6 NZIA 380 454 74 19.47
7 DIGI 1,700 2,020 320 18.82
8 WAPO 82 96 14 17.07
9 ASBI 256 298 42 16.41
10 GMTD 16,375 19,000 2,625 16.03
No Code Prev Close Change %
1 MINA 108 71 -37 -34.26
2 FORU 107 81 -26 -24.30
3 AYLS 354 272 -82 -23.16
4 SOTS 290 228 -62 -21.38
5 OKAS 108 91 -17 -15.74
6 PICO 945 805 -140 -14.81
7 PANI 93 80 -13 -13.98
8 REAL 138 120 -18 -13.04
9 INDO 111 97 -14 -12.61
10 AMAR 346 304 -42 -12.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,505 1,495 -10 -0.66
2 TOWR 880 875 -5 -0.57
3 REAL 138 120 -18 -13.04
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 AYLS 354 272 -82 -23.16
6 DEAL 86 110 24 27.91
7 BBRI 4,470 4,400 -70 -1.57
8 TCPI 6,675 6,975 300 4.49
9 TLKM 3,610 3,620 10 0.28
10 PGAS 1,495 1,505 10 0.67