Designer Nasional Ikut Ramaikan Balikpapan Fashion Week 2020

Designer Nasional Ikut Ramaikan Balikpapan Fashion Week 2020 Foto: Andi Aliev

Lebih dari 30 desainer baik lokal maupun nasional menampilkan koleksi terbaru dalam memeriahkan Balikpapan fashion Week akbar pertama dan terbesar di Balikpapan 2020.

Ajang ini berlangsung sejak 7-9 Februari di Pentacity, E Walk dan Grand Jatra hotel Balikpapan yang diselenggarakan dalam rangakain HUT Kota Balikpapan ke 123 tahun. Balikpapan Fashion Week yang pertama dan menjadi ajang fashion tahunan di kota Balikpapan mengambil tema cross culture dengan mengambil inspirasi dari keberagaman budaya suku dan adat istiadat di kota balikpapan. Seluruh kemasan dibuat mewakili konsep balikpapan ang meliputi tata panggung, fashion show serta kepesertaan pameran akan diarahkan pada penguatan identitas Kalimantan Timur.

Selain melibatkan puluhan designer lokal Balikpapan seperti Batik  Vi,  Rumah Ampiek,  Balikpapan Fashion Week 2020 juga menghadirkan desainer kenamaan dari Jakarta seperti Agnes Budhisurya,  Ida Royani, Naniek Rachmat dan Laudya Chintya Bella juga beberapa desainer Jawa Timur dan Jawa Barat. 

"Mereka membawa rancangan terbaru dan belum pernah ditampilkan diajang manapun. Nanti akan dirayakan. Hasil karya ada di Pentacity, " kata Deputi GM BSB Balikpapan Melvi Mergan.

Baca Juga: Laba dan Pendapatan LVMH Naik, Berkat Produk Fashion dan Kulit

Baca Juga: Gaet API, Cotton USA Gali Potensi Pelaku Fashion Lokal

"Hasil penjualan ini juga ada yang diberikan untuk disumbangkan ke BOS (Balikpapan Orangutan Survival)," ungkapnya. 

Designer senior yang hadir dalam keterangan pers, Agnes Budhisurya mengatakan konsep yang diusung pada BFW 2020 adalah Borneo. 

"Disini lengkap hutan, flora fauna,  orang utan. Termasuk juga dengan anggrek hitam. Kita wujudkan dalam design. Black orchid  khas Kalimantan,Mungkin ada yang belum tu ada warna hijau, ungu, coklat hitam. Kebetulan saya pelukis bunga. Dan Jadi saya sajikan yang lain," jelasnya. 

Designer Ida Royani bersyukur bisa terlibat dalam even Balikpapan Fashion Week 2020. Dia masih banyak menggali lebih banyak produk unggulan fashion Balikpapan. Diantaranya 

"Saya lebih ke Tenun yang sudah ada seperti NTT, Batak. Saya Bersyukur bisa hadir kut disini. Ini kesempatan untuk menampilkan siapa lagi yang akan menampilkan produk unggul lokal kita kalau bukan desainer," katanya. 

Lanjutnya Balikpapan sebagai ibukota memang masih belum populer  karena itu harus dipopulerkan  Kalimantan baik bahan, budaya atau lainnya. 

"Jadi Ibukota akan banyak dunia melihat kita karena itu harus mampu tampil lebih baik," tukasnya. 

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini