Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:21 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,25% terhadap Poundsterling pada level 1,3014 USD/GBP.
  • 23:20 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Euro pada level 1,0832 USD/EUR.
  • 23:19 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,14% terhadap Yen pada level 109,93 JPY/USD.
  • 23:18 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.582 USD/troy ounce.
  • 23:18 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 57,23 USD/barel.
  • 23:17 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,09 USD/barel.
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,24% terhadap Dollar AS pada level 13.660 IDR/USD.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 15:49 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,52% pada level 27.959.
  • 15:48 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,28% pada level 2.983.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,21% pada level 3.213.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,48% pada level 7.444.
  • 15:46 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,69% pada level 23.523.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,06% pada level 2.242.

Kisah Petugas Medis China 'Berperang' Lawan Corona: Ini Tentang Hidup dan Mati

Kisah Petugas Medis China 'Berperang' Lawan Corona: Ini Tentang Hidup dan Mati - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Seorang petugas medis di China yang ikut "perang" melawan wabah virus corona baru, 2019-nCoV, berbagi cerita memilukan tentang dia dan rekan-rekannya dalam menangani pasien. Dia setiap saat hanya berbicara tentang hidup dan mati, tentang apakah esok hari akan melihat matahari terbit atau tidak.

Petugas yang hanya diidentifikasi dengan nama marga Yao oleh BBC demi melindungi identitasnya mengatakan, staf rumah sakit tidak bisa makan, beristirahat, atau menggunakan toilet selama shift 10 jam mereka. Yao adalah staf di sebuah rumah sakit di Xiangyang, Provinsi Hubei, yang berhadapan langsung dengan pasien virus corona baru.

Baca Juga: Menkes Thailand Laporkan Tujuh Kasus Baru Virus Corona

Sejak muncul akhir Desember 2019 hingga hari ini, penyakit itu sudah membunuh 700-an orang di China dan ribuan orang lainnya terinfeksi. Ketika jumlah orang yang terinfeksi meningkat, informasi tentang kondisi di China mulai terbatas. Awalnya, organisasi berita di negara itu dapat melaporkan epidemi secara rinci.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, platform internet telah men-taken down beberapa artikel yang mengkritik upaya pemerintah untuk mengekang virus itu. Para pejabat di negara itu juga berusaha untuk menindak peringatan yang dibagikan oleh dokter ketika coronavirus mulai menyebar.

Yao bekerja di apa yang dia gambarkan sebagai "klinik demam, di mana dia menganalisis sampel darah yang diambil untuk mendiagnosis siapa pun yang diduga memiliki virus corona. Sebelum virus corona mewabah, Yao telah merencanakan untuk pergi ke Guangzhou untuk menghabiskan Tahun Baru Imlek bersama keluarganya. Anak dan ibunya melakukan perjalanan lebih dulu. Namun, ketika epidemi pecah, Yao memutuskan untuk menjadi sukarelawan di Xiangyang.

"Memang benar bahwa kita semua hidup dalam satu kehidupan, tetapi hanya ada suara kuat di dalam diri saya yang mengatakan 'Anda harus pergi'," kata Yao, belum lama ini.

Awalnya dia harus mengatasi keraguannya tentang keputusannya menjadi sukarelawan "perang" melawan wabah penyakit tersebut.

"Saya berkata pada diri saya sendiri: bersiaplah dan lindungi diri Anda dengan baik. Bahkan jika tidak ada jas pelindung, saya selalu bisa memakai jas hujan. Jika tidak ada masker, saya bisa meminta teman-teman di seluruh China untuk mengirim satu untuk saya. Selalu ada jalan."

Yao mengatakan dia menemukan kondisi rumah sakit lebih baik daripada yang dia harapkan. Pemerintah telah mengirimkan sumber daya dan perusahaan swasta telah menyumbangkan peralatan untuk membantu. Namun, masih ada kekurangan masker dan pakaian pelindung, serta tidak setiap anggota staf medis dilindungi dengan baik.

"Ini pekerjaan yang sulit, sangat menyedihkan dan menyengsarakan, dan sebagian besar kita tidak punya waktu untuk memikirkan keselamatan kita sendiri," kata Yao.

"Kami juga harus merawat pasien dengan perawatan yang lembut karena banyak orang datang kepada kami dengan ketakutan besar, beberapa dari mereka berada di ambang gangguan saraf," ujarnya.

Untuk menangani tingginya jumlah pasien yang masuk, staf di rumah sakit bekerja dalam shift 10 jam. Yao mengatakan bahwa selama shift ini tidak ada yang bisa makan, minum, istirahat, atau menggunakan toilet.

"Di akhir shift, ketika kita melepas jas, kita akan menemukan pakaian kita benar-benar basah oleh keringat," kata Yao. "Dahi, hidung, leher, dan wajah kami dibiarkan dengan bekas luka yang dalam oleh masker yang ketat dan bahkan terkadang luka."

"Banyak rekan saya hanya tidur di kursi setelah shift karena mereka terlalu lelah untuk berjalan," imbuh dia.

Meskipun kesulitan, Yao mengatakan tidak ada staf medis rumah sakit yang terinfeksi. Dia dan rekan-rekannya juga didorong oleh pesan hangat dari anggota masyarakat. Beberapa orang bahkan telah mengirim makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

"Saya merasa bahwa meskipun mereka dikarantina di rumah, virus menyatukan hati kita," kata Yao.

Secara keseluruhan, ia mengatakan tanggapan pemerintah China terhadap wabah virus corona "cukup cepat" dan tidak ada negara lain yang dapat memberikan tanggapan yang lebih baik. "Di Barat, Anda berbicara lebih banyak tentang kebebasan atau hak asasi manusia, tetapi sekarang di China, kita berbicara tentang masalah hidup atau mati," kata Yao.

"Kami sedang berbicara tentang apakah Anda akan melihat Matahari terbit besok. Jadi yang bisa dilakukan semua orang adalah bekerja sama dengan pemerintah dan mendukung staf medis," pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Reuters/CNS Photo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,669.24 3,632.53
British Pound GBP 1.00 17,955.97 17,775.94
China Yuan CNY 1.00 1,972.52 1,952.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,761.47 13,624.54
Dolar Australia AUD 1.00 9,255.96 9,162.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,771.76 1,754.11
Dolar Singapura SGD 1.00 9,899.63 9,800.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,917.43 14,767.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,328.85 3,292.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,530.93 12,403.99
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5867.523 0.578 682
2 Agriculture 1295.344 1.210 22
3 Mining 1412.579 2.722 49
4 Basic Industry and Chemicals 859.155 2.813 77
5 Miscellanous Industry 1075.455 -0.736 51
6 Consumer Goods 1905.760 -1.806 57
7 Cons., Property & Real Estate 452.187 5.208 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1006.798 -5.088 78
9 Finance 1339.874 0.637 92
10 Trade & Service 700.446 -3.960 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 105 178 73 69.52
2 ERTX 111 140 29 26.13
3 AYLS 284 354 70 24.65
4 SSTM 382 476 94 24.61
5 MREI 4,200 5,225 1,025 24.40
6 GLOB 274 340 66 24.09
7 KOIN 115 135 20 17.39
8 SHID 3,400 3,930 530 15.59
9 STTP 5,800 6,600 800 13.79
10 TFAS 117 131 14 11.97
No Code Prev Close Change %
1 MINA 164 108 -56 -34.15
2 OCAP 191 126 -65 -34.03
3 YPAS 498 374 -124 -24.90
4 AKSI 480 362 -118 -24.58
5 NZIA 488 380 -108 -22.13
6 TOPS 86 67 -19 -22.09
7 LUCK 570 456 -114 -20.00
8 ITIC 2,750 2,300 -450 -16.36
9 BRAM 4,960 4,260 -700 -14.11
10 INRU 720 625 -95 -13.19
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 885 880 -5 -0.56
2 LUCK 570 456 -114 -20.00
3 BHIT 63 62 -1 -1.59
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 KPIG 126 127 1 0.79
6 TLKM 3,640 3,610 -30 -0.82
7 DADA 173 151 -22 -12.72
8 TCPI 6,450 6,675 225 3.49
9 MNCN 1,505 1,505 0 0.00
10 BBRI 4,550 4,470 -80 -1.76