Portal Berita Ekonomi Senin, 24 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:20 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Menggunakan Aplikasi Ride-Hailing - Indonesia 49%, Singapura 45%, Brazil 40%, Meksiko 40%, Malaysia 31%, China 30%, India 29%, Vietnam 24%
  • 10:16 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Menggunakan Aplikasi Keuangan - Thailand 65%, Malaysia 49%, Singapura 46%, Filipina 37%, Vietnalm 36%, Indonesia 33%, China 29%, India 29%
  • 10:13 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Melakukan Belanja Online - Indonesia 80%, Thailand 69%, Filipiina 66%, China 64%, Malaysia 64%, Vietnam 59%, India 55%, Singapura 51%

Dokter China Kasih Peringatan, Pasien Sembuh Virus Corona Bisa Kambuh

Dokter China Kasih Peringatan, Pasien Sembuh Virus Corona Bisa Kambuh - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pasien yang sembuh dari virus corona berisiko kambuh atau tertular lagi. Seorang dokter yang bekerja dalam wabah tersebut telah memperingatkan dan mengatakan bahwa salah satu elemen paling berisiko dari virus corona adalah orang tidak memiliki kekebalan terhadapnya karena virus baru ini.

Meskipun tubuh dapat menjadi kebal terhadap beberapa virus, seperti flu atau hampir sepenuhnya kebal terhadap virus lain seperti cacar air, infeksi ulang dapat terjadi. Menurut seorang dokter di komisi kesehatan China, Dr Zhan Qingyuan mengatakan ada kemungkinan pasien yang telah pulih dari virus corona kambuh lagi.

Baca Juga: Dapat Pujian China, UEA Sukses Sembuhkan Pasien Terinfeksi Virus Corona

Dilansir Daily Mail, lebih dari 28.000 orang telah tertular virus corona dan kabarnya telah mencapai 909 orang meninggal dunia, dengan hampir semua kasus dan kematian terjadi di China. Namun, para ahli di Inggris mengatakan kepada MailOnline, tidak mungkin klaim Dr Zhan itu benar dan sejauh ini tidak ada bukti orang kambuh dari virus.

"Bagi pasien yang telah sembuh, ada kemungkinan kambuh. Untuk pasien yang sembuh, mereka juga harus memanfaatkan perlindungan kesehatan mereka sendiri," jelas Dr Zhan dalam konferensi pers, media China CGTN.

Adapun cara orang mengembangkan kekebalan terhadap virus adalah dengan menciptakan zat yang disebut antibodi --bagian yang sangat spesifik dari sistem kekebalan yang mencari dan menyerang virus yang diproduksi untuk melawan. Dr Zhan menambahkan, antibodi akan dihasilkan. Namun, pada individu tertentu, antibodi tidak dapat bertahan selama itu.

Tanpa antibody yang cukup, yang menyimpan ingatan tubuh tentang cara melawan virus, seseorang dapat terinfeksi virus yang sama lebih dari sekali. Virus juga cenderung memiliki banyak jenis. Jadi ketika tubuh memiliki antibodi untuk satu jenis, mereka mungkin masih rentan terhadap jenis lain yang menyebabkan penyakit yang sama.

Inilah sebabnya mengapa ada vaksin flu tahunan, yang diperbarui setiap tahun untuk melindungi dari jenis yang paling umum atau berbahaya. Dr Bharat Pankhania, dosen medis di Universitas Exeter mengatakan kepada MailOnline bahwa sulit untuk mengatakan dengan pasti jika apa yang dikatakan Dr. Zhan itu benar.

"Ini adalah hari yang sangat awal bagi kita untuk dapat mengatakan bahwa itu tidak menghasilkan antibodi yang mengenali kedatangan kedua coronavirus dan menindaklanjutinya," ujar Dr Pankhania.

"Secara biologis, tubuh manusia sangat pandai mengenali virus dan menyerangnya. Jika tidak, 50% dari kita tidak akan berada di sini hari ini," tambahnya.

Tetapi Dr Pankhania mengakui kemungkinan kambuh tidak dapat dikesampingkan, mengutip contoh Pauline Cafferkey, perawat Skotlandia yang terinfeksi Ebola dan kambuh setelah dokter mengira ia telah pulih.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Virus Corona, China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/CNS Photo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93