Portal Berita Ekonomi Kamis, 27 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 48,26 USD/barel.
  • 16:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2920 USD/GBP.
  • 16:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,51% terhadap Euro pada level 1,0937 USD/EUR.
  • 16:17 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:17 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,61% terhadap Dollar AS pada level 14.025 IDR/USD.
  • 16:16 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,33% terhadap Yen pada level 110,07 JPY/USD.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,31% pada level 26.778.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,11% pada level 2.991.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,15% pada level 3.112.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 2,15% pada level 6.890.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 2,13% pada level 21.948.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,05% pada level 2.054.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 2,69% di akhir sesi II.

Pakar: Dalam Beberapa Pekan, Corona Bisa Menginfeksi 500 Ribu Orang

Pakar: Dalam Beberapa Pekan, Corona Bisa Menginfeksi 500 Ribu Orang - Warta Ekonomi
WE Online, London -

Adam Kucharski, seorang profesor epidemiologi penyakit menular, menuturkan virus Corona baru, nCoV-2019, mungkin telah menginfeksi setidaknya 500 ribu orang di Wuhan, China, pada saat puncaknya dalam beberapa minggu mendatang. Saat ini, virus tersebut sudah menginfeksi sekitar 40 ribu orang di seluruh dunia.

"Dengan asumsi tren saat ini terus berlanjut, kami masih memproyeksikan puncak kasus virus pertengahan hingga akhir Februari di Wuhan," ucap Kucharski dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Inggris: Corona Ancaman Serius bagi Kesehatan Masyarakat

"Ada banyak ketidakpastian, jadi saya berhati-hati dalam memilih satu nilai untuk puncak, tetapi itu mungkin berdasarkan data saat ini kita mungkin melihat prevalensi puncak lebih dari 5 persen," sambungnya.

Kucharski menyebut, itu berpotensi berarti setidaknya 1 dari 20 orang akan terinfeksi di Wuhan pada saat puncak epidemi. Dia lalu mengatakan bahwa ini dapat berubah jika pola penularan melambat dalam beberapa hari mendatang.

Prediksi ini tidak menunjukkan lonjakan kasus yang akan datang di Wuhan. Tetapi, dia mengatakan total kumulatif saat ini tidak mencerminkan semua infeksi, terutama yang ringan, yang juga telah terjadi.

Kucharski, yang penelitiannya berfokus pada dinamika penyakit menular, dan rekan-rekannya mendasarkan pemodelan mereka pada berbagai asumsi tentang virus 2019-nCoV. Ini termasuk masa inkubasi 5,2 hari, penundaan mulai timbulnya gejala hingga konfirmasi infeksi 6,1 hari, dan sekitar 10 juta orang berisiko terinfeksi di Wuhan.

Berdasarkan hal itu, prevalensi 5 persen sama dengan sekitar 500 ribu infeksi kumulatif. Itu berkali-kali lebih banyak dari yang diperhitungkan oleh otoritas kesehatan di Wuhan, yang hanya sekitar 16 ribu orang terifensi virus tersebut.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Wabah Pneumonia, Virus Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Shelma Rachmahyanti

Foto: Sindonews

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,754.92 3,716.77
British Pound GBP 1.00 18,203.22 18,019.30
China Yuan CNY 1.00 2,007.16 1,986.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,088.09 13,947.91
Dolar Australia AUD 1.00 9,231.93 9,138.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,083.81 9,981.33
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,368.70 15,212.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,340.78 3,303.63
Yen Jepang JPY 100.00 12,779.47 12,648.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5535.694 -153.227 682
2 Agriculture 1207.532 -23.247 22
3 Mining 1368.723 -34.054 49
4 Basic Industry and Chemicals 770.392 -21.052 77
5 Miscellanous Industry 1050.866 -17.023 51
6 Consumer Goods 1799.973 -43.530 57
7 Cons., Property & Real Estate 433.140 -5.803 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 965.769 -20.170 78
9 Finance 1253.766 -51.425 92
10 Trade & Service 676.875 -5.364 168
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 75 100 25 33.33
2 ALDO 362 450 88 24.31
3 IBST 6,900 8,275 1,375 19.93
4 FORU 105 122 17 16.19
5 JAYA 71 80 9 12.68
6 SRAJ 200 222 22 11.00
7 OCAP 140 155 15 10.71
8 LRNA 154 170 16 10.39
9 ITIC 1,605 1,760 155 9.66
10 DEAL 187 204 17 9.09
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 70 50 -20 -28.57
2 CTBN 3,150 2,370 -780 -24.76
3 ALKA 396 300 -96 -24.24
4 DPNS 254 195 -59 -23.23
5 COCO 930 720 -210 -22.58
6 PICO 695 545 -150 -21.58
7 BALI 930 730 -200 -21.51
8 KPAL 140 110 -30 -21.43
9 BUKK 1,260 995 -265 -21.03
10 MAYA 8,100 6,500 -1,600 -19.75
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,480 4,130 -350 -7.81
2 MNCN 1,270 1,290 20 1.57
3 BBCA 32,100 31,450 -650 -2.02
4 TOWR 855 835 -20 -2.34
5 TLKM 3,510 3,470 -40 -1.14
6 BMRI 7,650 7,350 -300 -3.92
7 ANTM 630 600 -30 -4.76
8 DEAL 187 204 17 9.09
9 BHIT 61 59 -2 -3.28
10 PGAS 1,495 1,385 -110 -7.36