Portal Berita Ekonomi Sabtu, 22 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:18 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,07% terhadap Dollar AS pada level 13.760 IDR/USD.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,50% pada level 3.182.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,31% pada level 3.039.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,09% pada level 27.308.
  • 15:45 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,50% pada level 7.399.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 23.386.
  • 15:43 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,49% pada level 2.162.

Meningkat, Jumlah Tentara AS Kena Gegar Otak Lebih dari 100 Orang

Meningkat, Jumlah Tentara AS Kena Gegar Otak Lebih dari 100 Orang - Warta Ekonomi
WE Online, Washington -

Militer Amerika Serikat (AS) tengah menyiapkan laporan tentang lebih dari 50 persen kasus gegar otak akibat rudal Iran ke pangkalan militer di Irak bulan lalu. Pada Selasa (11/2/2020), pejabat yang tidak menyebutkan namanya mengatakan ada lebih 100 kasus gegar otak, naik 64 kasus dibandingkan yang dilaporkan pada bulan lalu.

Pentagon masih menolak untuk berkomentar. Namun, sebelumnya mereka pernah mengatakan sudah memperkirakan akan ada kenaikan jumlah kasus dalam beberapa pekan setelah serangan. Sebab, gejala gegar otak membutuh waktu hingga akhirnya dapat dirasakan dan terkadang pasukan tidak segera melaporkannya.

Baca Juga: Bertambah, Serangan Rudal Iran Bikin 64 Tentara AS Gegar Otak

Tidak ada pasukan AS yang tewas atau mengalami luka berat ketika Iran menembakan rudal mereka ke pangkalan Ain al-Asad di Irak. Serangan tersebut dilakukan sebagai pembalasan atas serangan drone yang membunuh jenderal Garda Revolusi Qassem Soleimani.

Serangan rudal Iran puncak dari kekerasan yang dimulai pada akhir Desember 2019. Kedua belah pihak menahan diri dari eskalasi militer lebih jauh.

Namun, semakin korban luka dapat membuat tekanan bagi pemerintah Presiden Donald Trump untuk merespons serangan itu semakin tinggi. Salah satunya dengan cara non-militer.

Pada bulan lalu, kepala staf gabungan AS Jenderal Angkatan Darat Mark Milley mengatakan anggota yang terluka karena gegar otak didiagnosis kasus ringan. Ia menambahkan seiring waktu diagnosisnya dapat berubah.

Gejala gegar otak antara lain pusing, sakit kepala, sensitif terhadap cahaya dan mual-mual. Pentaton sudah berulang kali mengatakan tidak ada upaya untuk meminimalisasi atau menunda informasi tentang gegar otak.

Namun pengungkapkan kasus gegar otak yang diakibatkan serangan Teheran membuat kebijakan militer AS dalam melaporkan cedera atau luka prajurit kembali dipertanyakan. Apakah cedera itu juga dipublikasi seperti kehilangan anggota tubuh atau nyawa.  

Pada bulan lalu, Presiden AS Donald Trump tampaknya mengecilkan gegar otak. Ia mengatakan 'mendengar sakit kepala dan beberapa hal lainnya' yang dialami oleh prajurit karena serangan itu.

Pernyataan Trump memicu kritikan dari anggota Kongres dan organisasi veteran AS. Selama bertahun-tahun berbagai kelompok medis dan kesehatan mencoba meningkatkan kesadaran tentang seriusnya cedera otak, salah satunya gegar otak. Berdasarkan data Pentagon sejak tahun 2000, ada sekitar 408 ribu pasukan angkatan bersenjata AS yang didiagnosis cedera otak.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Militer AS, Amerika Serikat (AS), Pentagon, Iran

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Foto/Istimewa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93