Portal Berita Ekonomi Selasa, 31 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:35 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 20,97 USD/barel.
  • 16:56 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:44 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,17% terhadap Dollar AS pada level 16.310 IDR/USD.
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,13% pada level 5.682.
  • 16:37 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,85% pada level 23.603.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,11% pada level 2.750.
  • 16:30 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 2,15% pada level 2.468.
  • 16:27 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,88% pada level 18.917.
  • 16:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 2,19% pada level 1.754.

Kinerja Neraca Pembayaran 2020 Diproyeksi Membaik

Kinerja Neraca Pembayaran 2020 Diproyeksi Membaik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) tahun ini diprakirakan tetap baik. Hal ini sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang positif dan kondisi ekonomi global yang membaik, meskipun masih dibayangi oleh sejumlah risiko geopolitik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko, mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan tahun 2020 diprakirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5-3,0% PDB yang ditopang oleh prospek perbaikan ekonomi global sebagai dampak berkurangnya tensi hubungan dagang antara AS dan China.

Baca Juga: Jauh Menurun, Neraca Dagang RI Defisit US$3,20 Miliar Sepanjang 2019

Di sisi lain, sambung Onny, langkah-langkah pengendalian impor yang ditempuh oleh pemerintah melalui program substitusi impor barang migas serta berbagai upaya untuk mendorong peningkatan ekspor, terutama produk manufaktur dan peningkatan peran industri pariwisata diprakirakan turut membantu mengurangi tekanan defisit transaksi berjalan.

Meningkatnya optimisme perbaikan ekonomi global diprakirakan berdampak pada menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global sehingga mendorong peningkatan aliran modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Selain itu, masih terjaganya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik dan menariknya investasi aset keuangan domestik juga turut mendorong tingginya aliran masuk modal asing ke Indonesia," kata Onny di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Namun, sejumlah risiko pada perekonomian global masih tetap perlu diwaspadai, antara lain terkait risiko geopolitik terkait konflik antara AS dan Iran serta risiko dampak virus corona yang dapat memengaruhi arus perdagangan barang internasional serta penerimaan devisa dari pariwisata pada negara emerging Asia, termasuk Indonesia terutama dalam paruh pertama 2020.

"Ke depan, BI akan terus mewaspadai berbagai risiko eksternal dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja NPI," ujarnya.

Onny mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal, termasuk pengendalian defisit transaksi berjalan dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Ekonomi Indonesia, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,378.77 4,334.04
British Pound GBP 1.00 20,294.58 20,084.50
China Yuan CNY 1.00 2,321.48 2,296.76
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,448.84 16,285.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,147.29 10,044.69
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,121.17 2,100.04
Dolar Singapura SGD 1.00 11,552.77 11,437.02
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,138.14 17,951.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,812.01 3,769.72
Yen Jepang JPY 100.00 15,163.02 15,009.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4538.930 124.430 687
2 Agriculture 928.458 27.628 22
3 Mining 1184.094 25.232 49
4 Basic Industry and Chemicals 580.262 22.496 78
5 Miscellanous Industry 733.027 17.548 51
6 Consumer Goods 1659.138 97.743 57
7 Cons., Property & Real Estate 338.411 0.855 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 805.434 16.329 79
9 Finance 989.674 10.245 92
10 Trade & Service 602.274 28.573 170
No Code Prev Close Change %
1 SAMF 120 162 42 35.00
2 ACST 172 232 60 34.88
3 PNLF 158 212 54 34.18
4 ALKA 300 374 74 24.67
5 ARTO 590 735 145 24.58
6 DADA 318 396 78 24.53
7 IDPR 210 260 50 23.81
8 PDES 610 755 145 23.77
9 AGII 440 540 100 22.73
10 KOTA 420 515 95 22.62
No Code Prev Close Change %
1 PEGE 189 176 -13 -6.88
2 TRST 378 352 -26 -6.88
3 MAPA 2,110 1,965 -145 -6.87
4 KIJA 131 122 -9 -6.87
5 HRME 655 610 -45 -6.87
6 DUCK 380 354 -26 -6.84
7 STTP 6,975 6,500 -475 -6.81
8 GOLD 192 179 -13 -6.77
9 INAI 356 332 -24 -6.74
10 TAMU 193 180 -13 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,010 3,020 10 0.33
2 BBCA 27,475 27,625 150 0.55
3 TLKM 3,140 3,160 20 0.64
4 PURA 79 80 1 1.27
5 BBNI 3,720 3,820 100 2.69
6 KAEF 1,165 1,310 145 12.45
7 KLBF 1,045 1,200 155 14.83
8 BMRI 4,600 4,680 80 1.74
9 PAMG 111 122 11 9.91
10 ASII 3,800 3,900 100 2.63