Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:36 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.647 USD/troy ounce.
  • 17:34 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 54,26 USD/barel.
  • 17:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 49,44 USD/barel.
  • 17:21 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,29% pada level 3.117.
  • 17:17 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,52% terhadap Poundsterling pada level 1,2937 USD/GBP.
  • 17:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,0886 USD/EUR.
  • 16:35 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Yuan pada level 7,02 CNY/USD.
  • 16:33 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yen pada level 110,22 JPY/USD.
  • 16:28 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 2% pada level 6.877.

Studi NASA Buktikan Perubahan Iklim Ganggu Arus Laut Utama, Apa Itu?

Studi NASA Buktikan Perubahan Iklim Ganggu Arus Laut Utama, Apa Itu? - Warta Ekonomi
WE Online, Washington -

Menurut sebuah studi baru dari Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA, perubahan iklim yang dihasilkan dari aktivitas manusia telah menyebabkan arus laut utama menjadi lebih bergolak. NASA juga menghabiskan banyak waktu memantau dan mempelajari Bumi dengan menggunakan data satelit belasan tahun untuk mengukur arus laut Beaufort Gyre.

Mereka menemukan pergerakan lebih cepat sebagai hasil dari pencairan es laut yang terus melaju. Sederhananya, Beaufort Gyre adalah arus laut melingkar yang berputar searah jarum jam karena efek angin.

Baca Juga: Rupanya Mars Punya Bukti Hantaman Meteor, NASA Temukan Kawahnya

Arus ini menjaga daerah kutub seimbang dengan mengumpulkan air segar dari hal-hal, seperti mencairnya gletser dan menyimpannya di dekat permukaan laut. Sebagai akibatnya, air tawar memperlambat laju pencairan es laut dan membantu menjaga iklim planet tetap teratur .

Ilmuwan NASA menemukan arus ini telah mengumpulkan sejumlah besar air tawar sejak 1990-an , sebagai konsekuensi dari peningkatan pencairan es laut. Saat es laut meleleh, arus terpapar ke lebih banyak angin yang menyebabkannya bergerak lebih cepat dan menarik lebih banyak air tawar ke dalam arusnya.

Air tawar mengalami kesulitan keluar dari Samudra Arktik karena angin telah membuat arus macet berputar ke arah yang sama selama lebih dari dua dekade. NASA mengatakan ini tidak biasanya angin mengubah arah setiap beberapa tahun, menyebabkan arus berbalik arah dan karena itu melepaskan air tawar yang telah menumpuk.

"Jika Beaufort Gyre melepaskan kelebihan air tawar ke Samudra Atlantik, itu berpotensi memperlambat peredarannya dan itu akan berdampak luas pada iklim, terutama di Eropa Barat," ujar penulis uatama studi ini, Tom Armitage, seperti yang dilansir Slash Gear, Rabu (12/2/2020).

Efek pada arus dapat membaawa dampak ke satwa liar dan rantai makanan di Kutub Utara serta kehidupan laut. Perubahan arah angin dapat menyebabkan air tawar dalam jumlah besar dibuang ke Samudra Atlantik.

Sebagai hasilnya, akan memperlambat sirkulasi pembalikan lembaran Atlantik. Konsekuensi ini berdampak ke komunitas yang bergantung pada kehidupan laut dan iklim Eropa Barat.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Perubahan Iklim, Pemanasan Global

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: John B. Weller-Pew Charitable Trust

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,740.79 3,702.58
British Pound GBP 1.00 18,246.58 18,063.63
China Yuan CNY 1.00 1,999.12 1,978.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,035.83 13,896.17
Dolar Australia AUD 1.00 9,270.67 9,175.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.61 1,783.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,034.19 9,932.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,258.35 15,100.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,311.12 3,275.85
Yen Jepang JPY 100.00 12,718.22 12,588.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5688.921 -98.217 682
2 Agriculture 1230.779 -23.913 22
3 Mining 1402.777 -23.300 49
4 Basic Industry and Chemicals 791.444 -35.759 77
5 Miscellanous Industry 1067.889 -25.555 51
6 Consumer Goods 1843.503 -29.859 57
7 Cons., Property & Real Estate 438.943 -4.407 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 985.939 -17.899 78
9 Finance 1305.191 -16.460 92
10 Trade & Service 682.239 -6.511 168
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 143 190 47 32.87
2 NELY 110 139 29 26.36
3 PDES 725 850 125 17.24
4 SOSS 382 444 62 16.23
5 INPP 810 940 130 16.05
6 IBST 6,000 6,900 900 15.00
7 GHON 1,355 1,550 195 14.39
8 EPMT 2,000 2,270 270 13.50
9 HDIT 515 580 65 12.62
10 MYTX 50 56 6 12.00
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 100 75 -25 -25.00
2 ALDO 470 362 -108 -22.98
3 SINI 960 750 -210 -21.88
4 PURE 184 144 -40 -21.74
5 JSKY 154 127 -27 -17.53
6 ITIC 1,910 1,605 -305 -15.97
7 PORT 595 505 -90 -15.13
8 ECII 1,000 850 -150 -15.00
9 DIGI 1,990 1,700 -290 -14.57
10 TAMA 484 414 -70 -14.46
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 870 855 -15 -1.72
2 TLKM 3,590 3,510 -80 -2.23
3 MNCN 1,350 1,270 -80 -5.93
4 BBRI 4,500 4,480 -20 -0.44
5 BBCA 32,650 32,100 -550 -1.68
6 JSKY 154 127 -27 -17.53
7 AYLS 69 70 1 1.45
8 BMRI 7,800 7,650 -150 -1.92
9 HMSP 1,860 1,785 -75 -4.03
10 ANTM 660 630 -30 -4.55