Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:48 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 1,62% pada level 2.982
  • 08:47 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,37% pada level 26.722
  • 08:46 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,66% pada level 3.163
  • 08:45 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,21% terhadap Yuan pada level 7,0144 CNY/USD
  • 08:12 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,06% terhadap Dollar AS pada level13.873 IDR/USD 
  • 08:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,20% terhadap Yen pada level 110,94 JPY/USD
  • 08:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2922 USD/GBP
  • 08:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Euro pada level 1,0851 USD/EUR
  • 08:06 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 56,30 USD/barel
  • 08:06 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 51,68 USD/barel
  • 08:05 WIB. GOLD - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.646 USD/troy ounce
  • 08:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 3,22% pada level 22.646
  • 08:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,31% pada level 2.085
  • 08:01 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 3,35% pada level 3.225
  • 08:00 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 3,56% pada level 27.960

Dongkol, Jokowi Dongkol Impor Komoditas Ini Masih Tinggi

Dongkol, Jokowi Dongkol Impor Komoditas Ini Masih Tinggi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyatakan keprihatinannya soal angka impor Indonesia terhadap salah satu komoditas. Jokowi menyebut, RI menjadi negara ketiga terbesar di dunia untuk impor bahan baku baja dan besi.

Dia pun menyampaikan kedongkolannya saat membuka rapat terbatas yang fokus membahas masalah impor dua komponen tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

Baca Juga: Erick Thohir: Jokowi Gila Kerja!

"Ini tentu saja menjadi salah satu sumber utama defisit. Defisit transaksi berjalan kita. Apalagi, baja impor tersebut kita sudah bisa produksi di dalam negeri," kata Jokowi.

Dia menyebut bahwa komponen besi dan baja merupakan salah satu industri strategis nasional. Keduanya amat dibutuhkan di tengah gencarnya pemerintah membangun infrastruktur secara masif. Jokowi pun menginstruksikan agar ke depannya pelaku industri di dalam negeri menjadi pemain utama.

"Perbaiki ekosistem penyediaan bahan baku industri baja dan besi mulai dari ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku sampai pada komponen harga gas yang juga perlu dilihat secara detail," ujar Kepala Negara.

Jokowi mengatakan, salah satu masalah industri baja dan besi kalah bersaing karena penerapan SNI yang tak becus. Dengan begitu, kualitas produksi akan maksimal dan konsumen terlindungi jika itu diperbaiki. Ia juga mengingatkan, rencana penguatan industri baja dan besi dalam negeri akan membuka lapangan kerja.

"Justru pemberian SNI yang dilakukan secara serampangan hingga tidak dapat membendung impor baja yang berkualitas rendah," ujarnya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Impor, Standar Nasional Indonesia (SNI), Baja

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,714.39 3,677.24
British Pound GBP 1.00 18,042.35 17,861.45
China Yuan CNY 1.00 1,980.49 1,960.58
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,932.32 13,793.69
Dolar Australia AUD 1.00 9,213.44 9,114.87
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,787.85 1,770.03
Dolar Singapura SGD 1.00 9,939.59 9,839.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,085.92 14,930.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,306.98 3,269.42
Yen Jepang JPY 100.00 12,495.35 12,367.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5807.050 -75.205 682
2 Agriculture 1251.172 -23.513 22
3 Mining 1432.168 -11.340 49
4 Basic Industry and Chemicals 851.560 -9.174 77
5 Miscellanous Industry 1074.514 -16.939 51
6 Consumer Goods 1883.959 -27.788 57
7 Cons., Property & Real Estate 444.232 -6.721 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1006.589 -14.863 78
9 Finance 1321.320 -17.074 92
10 Trade & Service 688.823 -6.355 168
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 93 118 25 26.88
2 SHID 3,700 4,620 920 24.86
3 DEAL 154 183 29 18.83
4 PANI 82 95 13 15.85
5 JSKY 114 130 16 14.04
6 STTP 9,000 10,100 1,100 12.22
7 PURE 127 142 15 11.81
8 TURI 1,040 1,160 120 11.54
9 IBFN 362 400 38 10.50
10 MREI 5,000 5,475 475 9.50
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 153 100 -53 -34.64
2 CSIS 66 50 -16 -24.24
3 ITMA 330 260 -70 -21.21
4 YPAS 228 182 -46 -20.18
5 TAMU 153 123 -30 -19.61
6 SKBM 390 324 -66 -16.92
7 NELY 131 110 -21 -16.03
8 CITY 59 50 -9 -15.25
9 LAND 885 750 -135 -15.25
10 TALF 290 246 -44 -15.17
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 860 865 5 0.58
2 DEAL 154 183 29 18.83
3 BBCA 33,075 32,625 -450 -1.36
4 MDKA 1,340 1,360 20 1.49
5 BBRI 4,510 4,490 -20 -0.44
6 UNVR 7,500 7,225 -275 -3.67
7 TLKM 3,690 3,640 -50 -1.36
8 JSKY 114 130 16 14.04
9 MNCN 1,440 1,355 -85 -5.90
10 BHIT 62 60 -2 -3.23