Portal Berita Ekonomi Kamis, 27 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 2,63% di akhir sesi I.
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,15% di awal sesi I.
  • 08:51 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 52,83 USD/barel
  • 08:51 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 48,11 USD/barel
  • 08:50 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.648 USD/troy ounce
  • 08:49 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,07% pada level 13.950 IDR/USD
  • 08:48 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yuan pada level 7,02 VlCNY/USD
  • 08:47 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yen pada level 110,33 JPY/USD
  • 08:46 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,2912 USD/GBP
  • 08:44 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,18% terhadap Euro pada level 1,09 USD/EUR
  • 08:43 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,15% pada level 2.992
  • 08:42 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,63% pada level 26.530
  • 08:41 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,21% pada level 3.111
  • 07:22 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,85% pada level 22.240
  • 07:20 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,19% pada level 2.080

Saat Ekonomi Penuh Ketidakpastian, Obligasi Bisa Jadi Pilihan

Saat Ekonomi Penuh Ketidakpastian, Obligasi Bisa Jadi Pilihan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Dalam kondisi ekonomi yang dibayangi dengan ketidakpastian seperti saat ini, Bank Commonwealth merekomendasikan investor yang memiliki profil risiko moderat untuk sementara dapat menambahkan porsi portofolionya ke dalam instrumen pendapatan tetap yakni obligasi. Untuk investor yang memiliki profil risiko agresif dapat memanfaatkan peluang ini untuk menambah porsi aset kelas saham di portofolionya melalui reksa dana saham. 

 

Pasalnya, ekspektasi untuk memulai tahun 2020 dengan lebih cerah, yang didukung oleh ditandatanganinya kesepakatan perdagangan fase satu antara AS dan Tiongkok, memudar setelah munculnya wabah virus corona yang menimbulkan kekhawatiran akan memberi dampak negatif terhadap ekonomi global. 

 

Baca Juga: Virus Corona Jadi Biang Kerok Keruhnya Pasar Saham

 

Melihat kondisi tersebut, Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya membeberkan strategi investasi yang dapat dilakukan pada bulan. Salah satunya, dengan menambah portofolio di reksa dana saham bagi investor yang memiliki profil risiko agresif dan menambahkan instrumen pendapatan tetap yakni obligasi ke dalam portofolio bagi investor yang memiliki profil risiko moderat. 

 

“Obligasi, yang merupakan surat utang yang berisi janji dari penerbit surat utang untuk membayar sejumlah imbalan berupa bunga dalam suatu periode tertentu dan akan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pembeli surat utang tersebut, memberikan tiga keuntungan bagi investor,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (13/2/2020). 

 

Keuntungan yang disebutkan Ivan yang pertama, investor akan mendapatkan kupon secara berkala, yang tingkat kuponnya biasanya lebih tinggi dari bunga deposito. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kupon seperti kredibilitas penerbit, jangka waktu obligasi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga acuan, dsb. 

 

Kedua, berpotensi memperoleh capital gain, jika obligasi tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Ketiga, risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen saham. 

 

“Harga obligasi di pasar sekunder cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen saham. Bahkan untuk obligasi yang diterbitkan pemerintah para pelaku pasar sepakat bahwa instrumen tersebut merupakan instrumen yang bebas risiko alias risk free,” ungkapnya. 

 

Baca Juga: Modal Asing Dikuras, Pasar Investasi Domestik Tumbang!

 

Untuk tahun 2020 ini, pemerintah rencananya akan menerbitkan SBN ritel sebanyak 6 kali yakni seri ORI dan SR masing-masing hanya 1 kali penerbitan, sementara seri SBR dan ST masing-masing sebanyak 2 kali penerbitan. Seri perdana SBN Ritel tahun ini telah ditawarkan pemerintah pada akhir Januari lalu yakni SBR009 dengan masa pemesanan 27 Januari – 13 Februari 2020. Sementara SBN Ritel berikutnya rencananya akan ditawarkan pada 24 Februari 2020. Investor dapat membeli SBN Ritel ini kapan saja selama masa penawaran melalui aplikasi Commbank SmartWealth. 

Baca Juga

Tag: Obligasi, PT Bank Commonwealth, Investasi

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Freepik

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,754.92 3,716.77
British Pound GBP 1.00 18,203.22 18,019.30
China Yuan CNY 1.00 2,007.16 1,986.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,088.09 13,947.91
Dolar Australia AUD 1.00 9,231.93 9,138.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,083.81 9,981.33
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,368.70 15,212.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,340.78 3,303.63
Yen Jepang JPY 100.00 12,779.47 12,648.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5688.921 -98.217 682
2 Agriculture 1230.779 -23.913 22
3 Mining 1402.777 -23.300 49
4 Basic Industry and Chemicals 791.444 -35.759 77
5 Miscellanous Industry 1067.889 -25.555 51
6 Consumer Goods 1843.503 -29.859 57
7 Cons., Property & Real Estate 438.943 -4.407 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 985.939 -17.899 78
9 Finance 1305.191 -16.460 92
10 Trade & Service 682.239 -6.511 168
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 143 190 47 32.87
2 NELY 110 139 29 26.36
3 PDES 725 850 125 17.24
4 SOSS 382 444 62 16.23
5 INPP 810 940 130 16.05
6 IBST 6,000 6,900 900 15.00
7 GHON 1,355 1,550 195 14.39
8 EPMT 2,000 2,270 270 13.50
9 HDIT 515 580 65 12.62
10 MYTX 50 56 6 12.00
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 100 75 -25 -25.00
2 ALDO 470 362 -108 -22.98
3 SINI 960 750 -210 -21.88
4 PURE 184 144 -40 -21.74
5 JSKY 154 127 -27 -17.53
6 ITIC 1,910 1,605 -305 -15.97
7 PORT 595 505 -90 -15.13
8 ECII 1,000 850 -150 -15.00
9 DIGI 1,990 1,700 -290 -14.57
10 TAMA 484 414 -70 -14.46
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 870 855 -15 -1.72
2 TLKM 3,590 3,510 -80 -2.23
3 MNCN 1,350 1,270 -80 -5.93
4 BBRI 4,500 4,480 -20 -0.44
5 BBCA 32,650 32,100 -550 -1.68
6 JSKY 154 127 -27 -17.53
7 AYLS 69 70 1 1.45
8 BMRI 7,800 7,650 -150 -1.92
9 HMSP 1,860 1,785 -75 -4.03
10 ANTM 660 630 -30 -4.55