Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,31% pada level 26.210.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,42% pada level 2.167.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,40% pada level 22.529.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,39% pada level 3.450.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,45% pada level 2.657.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,22% pada level 6.142. 
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,23% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.395 IDR/USD.

Saat Ekonomi Penuh Ketidakpastian, Obligasi Bisa Jadi Pilihan

Saat Ekonomi Penuh Ketidakpastian, Obligasi Bisa Jadi Pilihan
WE Online, Jakarta -

Dalam kondisi ekonomi yang dibayangi dengan ketidakpastian seperti saat ini, Bank Commonwealth merekomendasikan investor yang memiliki profil risiko moderat untuk sementara dapat menambahkan porsi portofolionya ke dalam instrumen pendapatan tetap yakni obligasi. Untuk investor yang memiliki profil risiko agresif dapat memanfaatkan peluang ini untuk menambah porsi aset kelas saham di portofolionya melalui reksa dana saham. 

 

Pasalnya, ekspektasi untuk memulai tahun 2020 dengan lebih cerah, yang didukung oleh ditandatanganinya kesepakatan perdagangan fase satu antara AS dan Tiongkok, memudar setelah munculnya wabah virus corona yang menimbulkan kekhawatiran akan memberi dampak negatif terhadap ekonomi global. 

 

Baca Juga: Virus Corona Jadi Biang Kerok Keruhnya Pasar Saham

 

Melihat kondisi tersebut, Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya membeberkan strategi investasi yang dapat dilakukan pada bulan. Salah satunya, dengan menambah portofolio di reksa dana saham bagi investor yang memiliki profil risiko agresif dan menambahkan instrumen pendapatan tetap yakni obligasi ke dalam portofolio bagi investor yang memiliki profil risiko moderat. 

 

“Obligasi, yang merupakan surat utang yang berisi janji dari penerbit surat utang untuk membayar sejumlah imbalan berupa bunga dalam suatu periode tertentu dan akan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pembeli surat utang tersebut, memberikan tiga keuntungan bagi investor,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (13/2/2020). 

 

Keuntungan yang disebutkan Ivan yang pertama, investor akan mendapatkan kupon secara berkala, yang tingkat kuponnya biasanya lebih tinggi dari bunga deposito. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kupon seperti kredibilitas penerbit, jangka waktu obligasi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga acuan, dsb. 

 

Kedua, berpotensi memperoleh capital gain, jika obligasi tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Ketiga, risiko yang lebih rendah dibandingkan instrumen saham. 

 

“Harga obligasi di pasar sekunder cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan instrumen saham. Bahkan untuk obligasi yang diterbitkan pemerintah para pelaku pasar sepakat bahwa instrumen tersebut merupakan instrumen yang bebas risiko alias risk free,” ungkapnya. 

 

Baca Juga: Modal Asing Dikuras, Pasar Investasi Domestik Tumbang!

 

Untuk tahun 2020 ini, pemerintah rencananya akan menerbitkan SBN ritel sebanyak 6 kali yakni seri ORI dan SR masing-masing hanya 1 kali penerbitan, sementara seri SBR dan ST masing-masing sebanyak 2 kali penerbitan. Seri perdana SBN Ritel tahun ini telah ditawarkan pemerintah pada akhir Januari lalu yakni SBR009 dengan masa pemesanan 27 Januari – 13 Februari 2020. Sementara SBN Ritel berikutnya rencananya akan ditawarkan pada 24 Februari 2020. Investor dapat membeli SBN Ritel ini kapan saja selama masa penawaran melalui aplikasi Commbank SmartWealth. 

Baca Juga

Tag: Obligasi, PT Bank Commonwealth, Investasi

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Freepik

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,871.22 3,831.68
British Pound GBP 1.00 18,307.49 18,123.89
China Yuan CNY 1.00 2,075.87 2,055.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,518.23 14,373.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,127.92 10,024.27
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,873.30 1,854.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,435.01 10,329.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,469.48 16,299.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.44 3,368.59
Yen Jepang JPY 100.00 13,530.50 13,392.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5052.794 -23.380 696
2 Agriculture 1063.698 10.416 23
3 Mining 1291.609 6.124 48
4 Basic Industry and Chemicals 763.281 -4.110 80
5 Miscellanous Industry 882.417 -2.074 52
6 Consumer Goods 1817.296 -7.719 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.855 -0.236 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 898.838 -7.724 78
9 Finance 1110.603 -7.756 93
10 Trade & Service 606.553 -0.637 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 208 260 52 25.00
2 UANG 282 352 70 24.82
3 SAPX 1,875 2,340 465 24.80
4 KRAS 278 346 68 24.46
5 MFIN 900 1,050 150 16.67
6 BMAS 266 306 40 15.04
7 POLU 805 910 105 13.04
8 HDFA 139 157 18 12.95
9 SMDM 88 99 11 12.50
10 ENVY 112 126 14 12.50
No Code Prev Close Change %
1 ITIC 1,150 1,070 -80 -6.96
2 CMNP 1,300 1,210 -90 -6.92
3 BBHI 159 148 -11 -6.92
4 TECH 159 148 -11 -6.92
5 BBMD 1,605 1,495 -110 -6.85
6 KBLI 438 408 -30 -6.85
7 ALTO 380 354 -26 -6.84
8 GSMF 117 109 -8 -6.84
9 KBLV 382 356 -26 -6.81
10 TMAS 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KRAS 278 346 68 24.46
2 BBRI 3,190 3,140 -50 -1.57
3 TOWR 1,075 1,070 -5 -0.47
4 IPTV 360 358 -2 -0.56
5 PTBA 2,080 2,100 20 0.96
6 MDKA 1,450 1,535 85 5.86
7 TLKM 3,150 3,110 -40 -1.27
8 TKIM 7,100 7,125 25 0.35
9 BBNI 4,800 4,730 -70 -1.46
10 MARI 54 60 6 11.11