Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:58 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yen pada level 109,82 JPY/USD
  • 07:57 WIB. Valas - DollarAS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2999 USD/GBP
  • 07:57 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,0827 USD/EUR
  • 07:56 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 57,67 USD/barel
  • 07:55 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 51,90 USD/barel
  • 07:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.585 USD/troy ounce
  • 07:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,52% pada level 23.354
  • 07:31 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,56% pada level 2.229

Peneliti WHO Mulai Deteksi Fenomena 'Gunung Es' Virus Corona

Peneliti WHO Mulai Deteksi Fenomena 'Gunung Es' Virus Corona - Warta Ekonomi
WE Online, Jenewa -

Para peneliti di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat memprediksi bahwa kasus penularan penyakit akibat virus corona baru (Covid-19) yang tercatat selama ini hanya pucuk dari fenomena 'gunung es'. Metode deteksi baru yang diberlakukan otoritas kesehatan di Hubei mengindikasikan bahwa prediksi itu benar adanya.

Sepanjang Rabu (12/2/2020) hingga Kamis (13/2/2020) tercatat lonjakan kasus perhari mencapai 15.407 kasus. Jumlah itu jauh lebih banyak dari lonjakan per hari paling tinggi sebelumnya sebanyak 3.925 kasus pada 4 Februari lalu.

Baca Juga: WHO: Wabah Corona Bisa Menyebar ke Segala Arah

Dengan lonjakan penularan kemarin, jumlah total kasus Covid-19 mencapai 60.326 kasus di seluruh dunia, 59.823 kasus di antaranya di China.

Lonjakan drastis juga tercatat pada jumlah kematian. Sebanyak 253 kematian tercatat, kemarin.

Jumlah itu lebih dari dua kali lipat angka kematian perhari paling tinggi sebelumnya, yakni sebanyak 108 kematian pada 10 Februari. Sebagian besar kematian tersebut tercatat di Provinsi Hubei, tempat virus korona baru itu berasal.

Pejabat kesehatan di Hubei mengatakan, lonjakan angka-angka tersebut sehubungan diterapkannya metode baru pemindaian Covid-19, kemarin. Pada pekan lalu, mereka menyatakan akan mulai mengenali hasil pemindaian terkomputerisasi (CT) sebagai konfirmasi infeksi, yang memungkinkan rumah sakit untuk mengisolasi pasien lebih cepat.

Hubei sebelumnya hanya mengizinkan konfirmasi infeksi dengan tes RNA yang dapat memakan waktu berhari-hari untuk memproses identifikasi yang akhirnya dan menunda pengobatan. RNA atau asam ribonukleat ini membawa informasi genetik yang memungkinkan identifikasi organisme seperti virus.

Dengan menggunakan CT scan yang mengungkap infeksi paru-paru akan membantu pasien menerima pengobatan sesegera mungkin. Cara ini pun dapat meningkatkan peluang pemulihan lebih besar.

Spesialis politik China di Sekolah Kebijakan & Strategi Global di UC San Diego Victor Shih menyatakan, lompatan mendadak dalam kasus-kasus baru menimbulkan pertanyaan tentang komitmen China terhadap transparansi.

"Penyesuaian data hari ini membuktikan tanpa keraguan bahwa mereka telah memiliki dua digit angka untuk dikonfirmasi terinfeksi selama ini," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: World Health Organization (WHO), Virus Corona, Virus 2019-nCoV, COVID-19, China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Getty Images/AFP/Fabrice Coffrini

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,669.24 3,632.53
British Pound GBP 1.00 17,955.97 17,775.94
China Yuan CNY 1.00 1,972.52 1,952.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,761.47 13,624.54
Dolar Australia AUD 1.00 9,255.96 9,162.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,771.76 1,754.11
Dolar Singapura SGD 1.00 9,899.63 9,800.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,917.43 14,767.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,328.85 3,292.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,530.93 12,403.99
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5867.523 0.578 682
2 Agriculture 1295.344 1.210 22
3 Mining 1412.579 2.722 49
4 Basic Industry and Chemicals 859.155 2.813 77
5 Miscellanous Industry 1075.455 -0.736 51
6 Consumer Goods 1905.760 -1.806 57
7 Cons., Property & Real Estate 452.187 5.208 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1006.798 -5.088 78
9 Finance 1339.874 0.637 92
10 Trade & Service 700.446 -3.960 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 105 178 73 69.52
2 ERTX 111 140 29 26.13
3 AYLS 284 354 70 24.65
4 SSTM 382 476 94 24.61
5 MREI 4,200 5,225 1,025 24.40
6 GLOB 274 340 66 24.09
7 KOIN 115 135 20 17.39
8 SHID 3,400 3,930 530 15.59
9 STTP 5,800 6,600 800 13.79
10 TFAS 117 131 14 11.97
No Code Prev Close Change %
1 MINA 164 108 -56 -34.15
2 OCAP 191 126 -65 -34.03
3 YPAS 498 374 -124 -24.90
4 AKSI 480 362 -118 -24.58
5 NZIA 488 380 -108 -22.13
6 TOPS 86 67 -19 -22.09
7 LUCK 570 456 -114 -20.00
8 ITIC 2,750 2,300 -450 -16.36
9 BRAM 4,960 4,260 -700 -14.11
10 INRU 720 625 -95 -13.19
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 885 880 -5 -0.56
2 LUCK 570 456 -114 -20.00
3 BHIT 63 62 -1 -1.59
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 KPIG 126 127 1 0.79
6 TLKM 3,640 3,610 -30 -0.82
7 DADA 173 151 -22 -12.72
8 TCPI 6,450 6,675 225 3.49
9 MNCN 1,505 1,505 0 0.00
10 BBRI 4,550 4,470 -80 -1.76