Portal Berita Ekonomi Sabtu, 22 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:18 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,07% terhadap Dollar AS pada level 13.760 IDR/USD.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,50% pada level 3.182.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,31% pada level 3.039.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,09% pada level 27.308.
  • 15:45 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,50% pada level 7.399.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 23.386.
  • 15:43 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,49% pada level 2.162.

Amerika Kembali Serang Huawei, Kali Ini Bilang: Mereka Curi Rahasia Dagang!

Amerika Kembali Serang Huawei, Kali Ini Bilang: Mereka Curi Rahasia Dagang! - Warta Ekonomi
WE Online, Bogor -

Amerika Serikat mengambil langkah berisiko demi mengklaim Huawei terlibat dalam pencurian kekayaan intelektual dalam beberapa dekade.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (14/2/2020), Pemerintah AS menggunakan undang-undang yang secara historis berhubungan dengan penuntutan mafia untuk membuktikan hal tersebut.

"Huawei melanggar hukum karena memotong biaya penelitian dan pengembangan, serta penundaan terkait inovasi, di mana hal itu memberi keunggulan kompetitif yang signifikan dan tidak adil," kata Departemen Kehakiman dalam keterangannya, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga: 20 Tahun Huawei, Begini Kisah Pilu Perjuangan Pendirinya, Ren Zhengfei

Tuduhan terbaru AS itu menggambarkan Huawei sebagai perusahaan yang memenangkan posisi internasional dengan mencuri rahasia dagang, menghindari sanksi AS dan berbohong kepada pihak berwenang.

Jaksa Penuntut Departemen Kehakiman juga menyebut, "perusahaan (Huawei) bahkan meluncurkan program bonus kepada karyawan yang berhasil mendapatkan informasi rahasia dari pesaing."

Namun, surat dakwaan itu tak menyebut nama perusahaan yang kekayaan intelektualnya dicuri oleh Huawei. Dari rincian tuduhan, Bloomberg menyebutkan sejumlah nama perusahaan teknologi, seperti Cisco Systems Inc, Motorola Inc, dan Cnex Labs Inc.

"Surat dakwaan itu melukiskan potret organisasi ilegal yang tak peduli hukum. Pencurian properti intelektual, sabotase perusahaan, dan manipulasi pasar adalah bagian dari etos inti Huawei dan tercermin dari caranya menjalankan bisnis," imbuh Ketua Republik Komite Intelijen, Richard Burr dan Wakil Ketua Panel Demokrat, Mark Warner.

Secara tidak langsung, tudingan terbaru AS terhadap Huawei akan berdampak terhadap ketegangan antara Beijing dan Washington.

Pakar Teknologi dan Keamanan Rob Spalding menilai, Huawei tak lagi mengikuti praktik bisnis Barat. "Itulah sebabnya banyak perusahaan tidak lagi kompetitif di pasar global," imbuhnya.

Melawan tekanan AS, Huawei juga sempat menuding negara adidaya itu mengintimidasi karyawannya, bahkan meluncurkan serangan siber untuk menyusup ke jaringan internal perusahaan.

Dakwaan terbaru dari Departemen Kehakiman disebut sebagai upaya AS merusak reputasi dan bisnis Huawei karena alasan persaingan, bukan karena hukum. "Tuduhan baru itu tidak berdasar, sebagian besar diutarakan berdasarkan perselisihan sipil yang didaur ulang," kata perwakilan perusahaan.

Huawei sebelumnya dituduh melanggar sanksi AS terhadap Iran dan Korea Utara. Kepala Keuangan Huawei, Meng Wanzhou juga didakwa atas tudingan penipuan tahun lalu.

Baca Juga

Tag: Huawei Technologies Co Ltd

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93