Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:20 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Menggunakan Aplikasi Ride-Hailing - Indonesia 49%, Singapura 45%, Brazil 40%, Meksiko 40%, Malaysia 31%, China 30%, India 29%, Vietnam 24%
  • 10:16 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Menggunakan Aplikasi Keuangan - Thailand 65%, Malaysia 49%, Singapura 46%, Filipina 37%, Vietnalm 36%, Indonesia 33%, China 29%, India 29%
  • 10:13 WIB. Pengguna Internet Dewasa Yang Melakukan Belanja Online - Indonesia 80%, Thailand 69%, Filipiina 66%, China 64%, Malaysia 64%, Vietnam 59%, India 55%, Singapura 51%

Tak Cuma Ambil Dahak, Dokter Harus Lakukan Ini untuk Tes Covid-19

Tak Cuma Ambil Dahak, Dokter Harus Lakukan Ini untuk Tes Covid-19 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Selama ini masyarakat hanya tahu bahwa pengujian penyakit COVID-19 (coronavirus disease-2019) hanya dengan medium swab atau dahak. Pengujian ini biasa dilakukan juga pada pasien flu biasa.

Namun, belum lama ini pakar medis menjelaskan bahwa pengujian COVID-19 tidak sekadar mengambil dahak, tetapi ada hal 'menjijikkan' yang harus dilakukan dokter.

Baca Juga: Ganas! 1.716 Staf Medis Terinfeksi Corona, 6 Orang Meninggal

"Para dokter harus mengambil swab yang ada di bagian belakang hidung hingga tenggorokan. Untuk pasien, tindakan ini sangat tidak nyaman, apalagi dilakukan dalam waktu 10 detik," ungkap Dr. Lewis Kohl, direktur CareMount Medical pada New York Post.

Nah, kalau pasien flu, mereka hanya akan diambil swabnya yang ada di area mulut. Tentu ini lebih mudah dan tak menyiksa bagi pasien itu sendiri.

Lebih lanjut, sebelum swab itu diuji COVID-19, pasien akan menjawab beberapa pertanyaan terlebih dulu, salah satunya apakah mereka pernah ke Wuhan, China, sebelumnya? Apakah mengalami sulit bernapas? Atau pertanyaan apakah pernah melakukan kontak dengan pasien COVID-19 sebelumnya?

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin juga mencoba memasukkan lendir dari bagian saluran pernapasan yang sulit dijangkau, yang mungkin melibatkan intubasi atau penyemprotan kabut salin ke paru-paru, kata Kohl.

"Jika (samp) dirasa tidak cukup kuat untuk menegaskan diagnosis, dokter mungkin perlu masukan alat lebih dalam lagi," katanya. "Salin yang dimasukan adalah cairan yang sangat asin yang menyebabkan Anda mengeluarkan dahak-goober kuning besar jauh di paru-paru Anda."

Menurut Kohl, tindakan ini bisa jadi tidak menyenangkan untuk pasien COVID-19 karena mereka dipaksa untuk menghirup sesuatu yang buruk.

Sementara itu, William Haseltine, ketua KTT Kesehatan AS-China dan mantan profesor Harvard Medical School, menambahkan bahwa pengujian pernapasan yang lebih invasif hanya dilakukan dalam kasus ketika dokter menentukan "seseorang tidak dapat memberikan hasil sampel dengan tes yang lebih standar."

Jadi, apa yang kemudian dilakukan setelah swab telah didapatkan? Sampel kemudian dikirim ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS untuk diuji. Untuk di Indonesia sendiri, sampel dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Sampai kemarin, swab yang sudah dites sebanyak 77 sampel dengan hasil 75 negatif dan 2 masih dites.

Sampai hari ini, Jumat (14/2/2020), kasus wabah COVID-19 telah terjadi sebanyak 64.434 kasus dengan 1.383 meninggal dunia dan 6.766 orang sembuh.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Virus Corona, China (Tiongkok), Dokter

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Nova Wahyudi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,691.55 3,654.62
British Pound GBP 1.00 17,848.74 17,668.40
China Yuan CNY 1.00 1,968.03 1,948.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,845.89 13,708.12
Dolar Australia AUD 1.00 9,132.75 9,039.13
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,777.07 1,759.32
Dolar Singapura SGD 1.00 9,884.98 9,783.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,942.48 14,788.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,304.51 3,267.73
Yen Jepang JPY 100.00 12,366.82 12,242.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5882.255 -60.232 682
2 Agriculture 1274.685 -18.467 22
3 Mining 1443.508 -11.390 49
4 Basic Industry and Chemicals 860.734 -22.263 77
5 Miscellanous Industry 1091.453 -10.546 51
6 Consumer Goods 1911.747 -25.787 57
7 Cons., Property & Real Estate 450.953 -4.923 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1021.452 3.971 78
9 Finance 1338.394 -10.794 92
10 Trade & Service 695.178 -9.022 168
No Code Prev Close Change %
1 MINA 67 90 23 34.33
2 BSSR 1,890 2,310 420 22.22
3 TALF 248 290 42 16.94
4 STTP 7,700 9,000 1,300 16.88
5 INTD 236 268 32 13.56
6 PRIM 292 330 38 13.01
7 JAWA 80 89 9 11.25
8 PEGE 134 149 15 11.19
9 RODA 58 64 6 10.34
10 DEAL 140 154 14 10.00
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 204 153 -51 -25.00
2 RELI 150 113 -37 -24.67
3 YPAS 298 228 -70 -23.49
4 TIRA 256 202 -54 -21.09
5 KICI 228 180 -48 -21.05
6 ASBI 298 240 -58 -19.46
7 OCAP 114 93 -21 -18.42
8 ITMA 400 330 -70 -17.50
9 PGLI 344 290 -54 -15.70
10 LMSH 282 242 -40 -14.18
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,475 1,440 -35 -2.37
2 TOWR 880 860 -20 -2.27
3 MDKA 1,300 1,340 40 3.08
4 BBCA 32,975 33,075 100 0.30
5 MKNT 50 50 0 0.00
6 DEAL 140 154 14 10.00
7 TLKM 3,630 3,690 60 1.65
8 TELE 177 156 -21 -11.86
9 BBRI 4,560 4,510 -50 -1.10
10 PGAS 1,555 1,525 -30 -1.93