Portal Berita Ekonomi Selasa, 31 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.606 USD/troy ounce.
  • 17:02 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 23,43 USD/barel.
  • 17:01 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 21,43 USD/barel.
  • 17:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,49% terhadap Poundsterling pada level 1,2353 USD/GBP.
  • 16:57 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,64% terhadap Euro pada level 1,0977 USD/EUR.
  • 16:56 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:55 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,63% terhadap Yen pada level 108,44 JPY/USD.
  • 16:44 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,17% terhadap Dollar AS pada level 16.310 IDR/USD.
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,13% pada level 5.682.
  • 16:37 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,85% pada level 23.603.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,11% pada level 2.750.
  • 16:30 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 2,15% pada level 2.468.
  • 16:27 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,88% pada level 18.917.
  • 16:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 2,19% pada level 1.754.

Omnibus Law Sangat Merugikan: Pak Jokowi Jangan Ingkar, Perjuangkan Wong Cilik!

Omnibus Law Sangat Merugikan: Pak Jokowi Jangan Ingkar, Perjuangkan Wong Cilik! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi, Arif Nurul Imam, menilai draf Omnibus Law Cipta Kerja perlu dikritisi. Sebab Omnibus Law itu menghapus aturan soal upah yang seharusnya diterima buruh atau pekerja bila berhalangan tidak masuk kerja.

Selain itu, lanjut dia, rancangan undang-undang (UU) itu juga menghapus aturan pemberian waktu istirahat panjang atau cuti panjang bagi pekerja yang masa kerjanya di sebuah perusahaan sudah lebih dari 6 tahun.

“Rancangan UU ini perlu dikritisi, perlu mendengar aspirasi buruh. Jangan sampai sepihak, hanya menguntungkan pengusaha saja,” kata Arif Nurul Imam, Minggu (16/2/2020).

Baca Juga: Tak Diajak Dialog Soal RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Buruh Pendukung Jokowi Layangkan Protes

Arif menegaskan, salah satu syarat membuat kebijakan adalah harus partisipatif, yakni mendengar dari semua stakeholder terkait. 

“Omnibus Law RUU Ciptakan Lapangan Kerja ini sangat merugikan buruh karena menghapus upah jika buruh berhalangan masuk kerja dan dihilangkannya cuti panjang bagi pekerja yang masa kerjanya di sebuah perusahaan sudah lebih dari 6 tahun,” tuturnya.

Baca Juga: Tok Tok Tok! Pria yang Ancam Bakal Bunuh Jokowi dan Wiranto Dinyatakan Bebas!

Lebih lanjut dia mengatakan, Presiden Jokowi seharusnya memperhatikan sektor perburuhan secara komprehensif. Hal ini lantaran buruh atau lapisan rakyat kecil sebagian besar pendukung dalam Pilpres 2019, karena figur Jokowi dianggap pro rakyat kecil.

“Jangan sampai mengingkari amanat rakyat kecil karena Pak Jokowi didukung oleh para buruh lantaran dianggap bisa memperjuangkan wong cilik,” pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Omnibus Law, Joko Widodo (Jokowi), Buruh

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Aprillio Akbar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,378.77 4,334.04
British Pound GBP 1.00 20,294.58 20,084.50
China Yuan CNY 1.00 2,321.48 2,296.76
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,448.84 16,285.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,147.29 10,044.69
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,121.17 2,100.04
Dolar Singapura SGD 1.00 11,552.77 11,437.02
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,138.14 17,951.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,812.01 3,769.72
Yen Jepang JPY 100.00 15,163.02 15,009.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4538.930 124.430 687
2 Agriculture 928.458 27.628 22
3 Mining 1184.094 25.232 49
4 Basic Industry and Chemicals 580.262 22.496 78
5 Miscellanous Industry 733.027 17.548 51
6 Consumer Goods 1659.138 97.743 57
7 Cons., Property & Real Estate 338.411 0.855 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 805.434 16.329 79
9 Finance 989.674 10.245 92
10 Trade & Service 602.274 28.573 170
No Code Prev Close Change %
1 SAMF 120 162 42 35.00
2 ACST 172 232 60 34.88
3 PNLF 158 212 54 34.18
4 ALKA 300 374 74 24.67
5 ARTO 590 735 145 24.58
6 DADA 318 396 78 24.53
7 IDPR 210 260 50 23.81
8 PDES 610 755 145 23.77
9 AGII 440 540 100 22.73
10 KOTA 420 515 95 22.62
No Code Prev Close Change %
1 PEGE 189 176 -13 -6.88
2 TRST 378 352 -26 -6.88
3 MAPA 2,110 1,965 -145 -6.87
4 KIJA 131 122 -9 -6.87
5 HRME 655 610 -45 -6.87
6 DUCK 380 354 -26 -6.84
7 STTP 6,975 6,500 -475 -6.81
8 GOLD 192 179 -13 -6.77
9 INAI 356 332 -24 -6.74
10 TAMU 193 180 -13 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,010 3,020 10 0.33
2 BBCA 27,475 27,625 150 0.55
3 TLKM 3,140 3,160 20 0.64
4 PURA 79 80 1 1.27
5 BBNI 3,720 3,820 100 2.69
6 KAEF 1,165 1,310 145 12.45
7 KLBF 1,045 1,200 155 14.83
8 BMRI 4,600 4,680 80 1.74
9 PAMG 111 122 11 9.91
10 ASII 3,800 3,900 100 2.63