Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 15:56 WIB. Valas -  Rupiah ditutup menguat 1,29% terhadap Dollar AS pada level 16.200 IDR/USD.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 2,12% pada level 24.253.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,05% pada level 2.820.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 3,77% pada level 2.563.
  • 15:53 WIB. Bursa -  Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,58% pada level 5.726.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,01% pada level 18.950.
  • 15:52 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,77% pada level 1.823.

Mark Zuckerberg: Media Sosial Perlu Aturan Khusus

Mark Zuckerberg: Media Sosial Perlu Aturan Khusus - Warta Ekonomi
WE Online, Munich -

Dampak negatif dari keberadaan platform media sosial kembali mendapat sorotan. Tak tanggung-tanggung, kali ini kritikan disampaikan oleh Mark Zuckerberg yang tak lain adalah juragan media sosial paling populer di dunia, Facebook.

Kritikan tersebut muncul setelah melihat berbagai fenomena yang muncul dari miliaran konten yang diproduksi di media sosial. Berbagai konten negatif yang sengaja ditampilkan itu bertujuan untuk mengambil ke untungan sendiri dengan mengorbankan pihak lain.

Geram dengan kondisi tersebut, Zuckerberg meminta pemerintah membuat sistem regulasi baru untuk media sosial. Menurutnya, selama ini aturan media sosial lebih menggabungkan aturan yang sudah ada dengan perusahaan telekomunikasi dan media. “Dengan tidak adanya aturan (khusus), kita akan melakukan yang terbaik. Kami tidak ingin Facebook berkontribusi terhadap polarisasi atau informasi yang salah,” kata dia saat berbicara di Munich Security Conference di Munich akhir pekan lalu.

Baca Juga: Selamat Ya Facebook, WhatsApp Sudah Dipakai 2 Miliar Orang Nih!

Dia menambahkan, media sosial perlu mendapatkan perlakuan berbeda. Hal ini karena banyaknya konten yang dipublikasikan setiap harinya di berbagai platform. Dia mengumpamakan, khusus Facebook memublikasikan 100 miliar konten setiap hari.

Pada kesempatan itu Zuckerberg juga memperingatkan tentang ancaman baru di media sosial. Dia menyebut adanya aktor domestik pada setiap pesta demokrasi dan kehidupan bernegara. Ancaman aktor domestik tersebut bisa lebih berbahaya dibandingkan kekuatan asing.

Pendiri Facebook itu menegaskan, aktor-aktor domestik tersebut sama bahayanya dengan kekuatan asing, termasuk untuk merusak pemilu. “Kekuatan luar berusaha menutupi jejak mereka dengan mengirimkan pesan mereka dari IP address di beberapa negara yang berbeda,” katanya dilansir Guardian.

Ancaman domestik yang dimaksud oleh Zuckerberg adalah kelompok ekstremis yang memiliki pandangan radikal seperti Neo Nazi di Eropa dan supremasi kulit putih di Amerika Serikat (AS). Mereka memiliki pandangan radikal yang dianggap bisa berbahaya dan menjadi ancaman bagi negara.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Mark Zuckerberg, Facebook, Twitter, Instagram, Media Sosial (Medsos)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Shelma Rachmahyanti

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,387.35 4,340.23
British Pound GBP 1.00 20,227.50 20,018.07
China Yuan CNY 1.00 2,329.48 2,304.68
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,492.05 16,327.95
Dolar Australia AUD 1.00 10,086.54 9,982.91
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.35 2,105.96
Dolar Singapura SGD 1.00 11,523.23 11,404.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,826.26 17,642.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,795.64 3,749.24
Yen Jepang JPY 100.00 15,160.92 15,005.93
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4778.639 -33.188 686
2 Agriculture 1012.487 28.878 22
3 Mining 1262.596 6.021 49
4 Basic Industry and Chemicals 676.943 -3.768 78
5 Miscellanous Industry 759.171 1.911 51
6 Consumer Goods 1756.664 -33.329 57
7 Cons., Property & Real Estate 347.664 -1.666 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 853.285 -17.792 78
9 Finance 1024.623 -3.220 92
10 Trade & Service 608.266 -0.049 170
No Code Prev Close Change %
1 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
2 MTPS 270 336 66 24.44
3 SQMI 200 248 48 24.00
4 ERAA 990 1,210 220 22.22
5 AMIN 284 342 58 20.42
6 MFIN 1,030 1,240 210 20.39
7 ESTA 105 125 20 19.05
8 GSMF 100 116 16 16.00
9 PPRO 50 58 8 16.00
10 BFIN 290 334 44 15.17
No Code Prev Close Change %
1 SSIA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 400 372 -28 -7.00
3 LTLS 488 454 -34 -6.97
4 MARI 158 147 -11 -6.96
5 TNCA 230 214 -16 -6.96
6 ATIC 720 670 -50 -6.94
7 DFAM 346 322 -24 -6.94
8 SKBM 346 322 -24 -6.94
9 HRME 464 432 -32 -6.90
10 INDS 1,740 1,620 -120 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 3,030 10 0.33
2 REAL 77 72 -5 -6.49
3 MNCN 1,050 1,040 -10 -0.95
4 TLKM 3,330 3,220 -110 -3.30
5 BBCA 28,675 28,275 -400 -1.39
6 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
7 PPRO 50 58 8 16.00
8 WSKT 635 665 30 4.72
9 BBNI 4,290 4,310 20 0.47
10 ANTM 540 555 15 2.78