Portal Berita Ekonomi Senin, 30 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 4,12% di akhir sesi I.

Laba Merosot, Ini Penjelasan Bos BTN

Laba Merosot, Ini Penjelasan Bos BTN - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk atau BTN membukukan laba bersih sebesar Rp209 miliar sepanjang 2019. Angka ini merosot 92,55% dibandingkan 2018 yang sebesar Rp2,8 triliun.

Direktur Utama BTN Pahala N Mansury mengatakan, ada tiga penyebab utama yang menjadikan laba bersih BTN turun begitu dalam pada 2019. Pertama, pengetatan likuiditas di tahun lalu membuat biaya dana atau cost of fund (CoF) meningkat.

Catatan OJK menunjukkan loan to deposit ratio (LDR) perbankan di November sebesar 93,50%. Rasio yang tinggi ini menunjukkan likuiditas perbankan hampir habis untuk menyalurkan kredit.

Baca Juga: Ditopang KPR, Kredit BTN Naik Capai Rp255,82 Triliun

"Rasio LDR perbankan 93-94% membuat persaingan bank makin ketat. Kredit 2019 melambat. Ini mengindikasikan ketersediaan likuiditas makin ketat. LDR BTN 113%, meningkat dari 103%. Jadi, kita lebih aktif mencari sumber likuiditas dari whosale funding seperti bond. Ini memengaruhi profitabilitas kita. Tingginya pendanaan untuk mendapatkan whosale funding membuat cost of fund kita juga meningkat," ujar Pahala saat Media Briefing di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Faktor berikutnya, perseroan tahun lalu melakukan penyesuaian kolektibilitas kredit. Penyesuaian itu turut mengerek naiknya rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BTN dari 2,81 pada 2018 menjadi 4,78% di 2019. Imbasnya, cadangan kerugian penurunan milai (CKPN) BTN pun harus dinaikkan.

"Kita harus memiliki pencadangan yang meningkat dan melakukan kolektabilitas kredit kita," ucap Pahala.

Baca Juga

Tag: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Perbankan

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4545.571 206.667 686
2 Agriculture 935.348 17.815 22
3 Mining 1191.831 20.200 49
4 Basic Industry and Chemicals 585.812 34.750 77
5 Miscellanous Industry 756.867 69.031 51
6 Consumer Goods 1624.014 58.453 57
7 Cons., Property & Real Estate 342.828 24.949 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 793.679 25.982 79
9 Finance 1009.594 53.086 92
10 Trade & Service 580.685 10.972 170
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 138 186 48 34.78
2 RIGS 162 218 56 34.57
3 KMTR 180 238 58 32.22
4 FORU 87 110 23 26.44
5 PEGE 160 200 40 25.00
6 BRIS 160 198 38 23.75
7 FPNI 59 73 14 23.73
8 BSDE 600 740 140 23.33
9 ADHI 456 560 104 22.81
10 RUIS 150 184 34 22.67
No Code Prev Close Change %
1 BAYU 1,075 1,000 -75 -6.98
2 ENVY 173 161 -12 -6.94
3 MREI 5,350 4,980 -370 -6.92
4 ASBI 290 270 -20 -6.90
5 NZIA 348 324 -24 -6.90
6 PRAS 160 149 -11 -6.88
7 SSIA 466 434 -32 -6.87
8 ITIC 4,080 3,800 -280 -6.86
9 DUCK 438 408 -30 -6.85
10 VINS 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,940 3,230 290 9.86
2 BBCA 26,400 27,550 1,150 4.36
3 TLKM 2,980 3,090 110 3.69
4 BBNI 3,590 3,990 400 11.14
5 ASII 3,620 4,080 460 12.71
6 BMRI 4,470 4,940 470 10.51
7 KLBF 950 1,010 60 6.32
8 ANTM 416 460 44 10.58
9 KAEF 1,300 1,250 -50 -3.85
10 PAMG 116 119 3 2.59