Mengulas Kecanggihan Capsule Bus, Tayo-nya Jambi Bersama CEO Multi Inti Digital Bisnis

Mengulas Kecanggihan Capsule Bus, Tayo-nya Jambi Bersama CEO Multi Inti Digital Bisnis Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Siapa yang tidak mengenal Tayo? Karakter fiksi berbentuk bus tersebut tidak hanya populer di kalangan anak-anak sebagai kartun, popularitasnya juga menyentuh remaja dan dewasa.

Sayangnya, popularitas bus Tayo sebagai kendaraan umum tak berbanding lurus dengan minat masyarakat Indonesia untuk menggunakan angkutan umum. Minimnya perawatan kendaraan umum yang mengakibatkan berkurangnya kenyamanan saat menaiki kendaraan umum tak ayal menjadi salah satu faktor menurunnya minat tersebut.

Di Jambi sendiri, beragam upaya digunakan untuk mendongkrak minat penggunaan angkutan umum. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Multi Inti Sarana Group melalui Multi Inti Digital Bisnis.

Tidak hanya berdesain unik, Tayo-nya Jambi ini juga dilengkapi keunggulan seperti sarana yang membuat penumpangnya betah dan kembali percaya pada angkutan umum. Bus bernama Capsule Bus ini juga sukses mengantarkan ribuan penumpang per harinya dengan selamat.

Baca Juga: CEO DanaRupiah: Pindah Kantor Demi Genjot Kinerja Usaha

Untuk mengulas kecanggihan Tayo-nya Jambi ini, simak wawancara Warta Ekonomi dengan CEO Multi Inti Digital Bisnis (MDB) Subhan Novianda.

Akan ada pembaruan fitur di dalam Capsule Bus atau aplikasinya?

Di awal kami ada Capsule Bus, juga untuk penumpang disabilitas. Sekarang kami sudah ada Capsule Plus. Awalnya untuk mengecek kondisi driver kami, jadi para driver kami kondisinya harus fit, baik di jalan maupun sebelum jalan (mengemudi). Ambulans itu awalnya untuk driver, sekarang bisa digunakan oleh masyarakat.

Jadi, ada Capsule Bus, lalu Capsule Care untuk disabilitas, Capsule Plus untuk ambulans. Bahkan sekarang ambulansnya masih free. Masyarakat bisa menggunakan Capsule Plus kami free dengan cara hubungi call center kami 0813-6667-7889.

Kami juga melayani Capsule Wisata. Booking-nya sangat murah. Rate-nya penumpang biasa. Bukan seperti rate orang menyewa mobil.

Cara menghadapi persaingan bisnis seperti apa? Kompetisis atau kolaborasi?

Ada persaingan. Artinya kami tidak memonopoli. Angkutan-angkutan lain tetap berjalan.

Kami perlu melakukan diferensiasi. Jadi, dari desain bus kami sendiri agak lucu, disukai oleh anak-anak, remaja, ibu-ibu juga suka. Bus itu juga dilengkapi dengan berbagai fitur.

Yang jelas kami motonya murah, aman, nyaman. Dari sisi murah, tarif kami terjangkau. Dari sisi nyaman, kami ada AC, tempat duduknya juga empuk, ada free WiFi. Jangan lupa satu lagi, ada charger. Kita sekarang kalau masuk ke restoran pasti nyari tempat duduk yang ada charger-nya.

Dari sisi amannya, kami ada CCTV. CCCT itu terkoneksi di monitor kami. Kami juga ada panic button. Saat ada laporan dari driver ketika terjadi sesuatu, seperti kecelakaan, ada tim yang bergerak cepat menangani kondisi di lapangan. Jadi, memang layanan kami sudah sampai sedemikian rupa. Teknologi yang membuat berbeda adalah pembayarannya. Pembayarannya di bus. Kami melakukan otomatic open door. Jadi, taping bayar, baru pintu kebuka. Di Indonesia sendiri baru Capsule Bus yang seperti itu.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini