Portal Berita Ekonomi Senin, 06 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:32 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,11% terhadap Dollar AS pada level 16.412 IDR/USD.
  • 18:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 18:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,35% terhadap Yen pada level 108,93 JPY/USD.
  • 18:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.643 USD/troy ounce.
  • 18:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,19 USD/barel.
  • 18:26 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 27,48 USD/barel.
  • 12:52 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.619 USD/troy ounce.

Produksi Anti-Setop, Supplier Apple Iming-imingi Hadiah ke Pekerja Pabrik China

Produksi Anti-Setop, Supplier Apple Iming-imingi Hadiah ke Pekerja Pabrik China - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Foxconn sedang merencanakan penawaran khusus yang akan mempromosikan dimulainya kembali produksi untuk iPhone di China. Foxconn akan memberi imbalan 3.000 yuan (atau sekitar Rp5,8 juta) kepada karyawan yang kembali bekerja di tengah ketakutan akan wabah corona.

Pemerintah China telah menghentikan hampir semua fasilitas manufaktur di negara itu setelah wabah coronavirus baru-baru ini. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui udara juga, menyebabkan pemerintah menutup tempat-tempat sibuk, seperti pabrik di daerah terdekat. 

Dilansir dari Gizmochina (18/2/2020), Foxconn, yang merupakan pemasok utama iPhone untuk Apple, berencana membawa kembali kapasitas produksinya. Foxconn pertama kali memulai dengan 50 persen dari kapasitas produksi maksimum sebelum bergerak maju.

Baca Juga: Apple Berdarah, Perusahaan Korsel Malah Untung Karena Corona

Menurut rencana resmi, kapasitas produksi akan meningkat hingga 80 persen pada akhir Februari 2020 di China.

Untuk melengkapi rencana yang tiba-tiba ini dalam operasi, Foxconn telah menyusun penghargaan insentif kembali untuk karyawannya yang sebelumnya bekerja dengan perusahaan.

Tujuan utama dari ini adalah untuk menarik pekerja yang harus pergi karena penutupan dan untuk mempertahankan konsistensi dengan standar sebelumnya, serta mengikuti tenggat waktu manufaktur juga.

Baca Juga: Akali Dampak Corona, Fans Samsung Bisa Uji Coba Produk di Rumah Sendiri

Bagi Foxconn, menyalakan kembali pabriknya di wilayah Zhengzhou sangat penting karena merupakan lini produksi penting untuk seri iPhone. Wilayah ini mungkin juga merupakan tempat di mana perusahaan sedang merakit smartphone iPhone SE 2 yang sangat dinanti-nantikan untuk Apple. 

Apple rencananya akan meluncurkan iPhone yang lebih murah pada akhir Maret. Foxconn telah mengalihdayakan sebagian dari pekerjaan produksinya ke pabrik-pabrik di luar negeri di daerah lain, seperti Taiwan dan India, tetapi pabrik-pabrik ini menderita karena kapasitas terbatas.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Apple Inc, Foxconn, Virus Corona

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,424.03 4,379.43
British Pound GBP 1.00 20,364.20 20,151.69
China Yuan CNY 1.00 2,346.53 2,321.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,638.78 16,473.22
Dolar Australia AUD 1.00 10,014.88 9,910.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,145.86 2,124.45
Dolar Singapura SGD 1.00 11,548.29 11,432.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,996.50 17,810.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,811.86 3,765.31
Yen Jepang JPY 100.00 15,277.55 15,121.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4811.827 188.398 686
2 Agriculture 983.609 47.606 22
3 Mining 1256.575 31.049 49
4 Basic Industry and Chemicals 680.711 28.193 78
5 Miscellanous Industry 757.260 20.569 51
6 Consumer Goods 1789.993 77.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 349.330 23.246 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.077 45.961 78
9 Finance 1027.843 37.379 92
10 Trade & Service 608.315 11.702 170
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 200 270 70 35.00
2 HKMU 91 118 27 29.67
3 KMTR 200 258 58 29.00
4 FREN 76 95 19 25.00
5 CTRA 456 570 114 25.00
6 LRNA 125 156 31 24.80
7 WIKA 910 1,135 225 24.73
8 PTPP 570 710 140 24.56
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 LPCK 482 600 118 24.48
No Code Prev Close Change %
1 INAI 430 400 -30 -6.98
2 AKSI 258 240 -18 -6.98
3 LMSH 350 326 -24 -6.86
4 EPMT 2,190 2,040 -150 -6.85
5 HRME 498 464 -34 -6.83
6 NZIA 264 246 -18 -6.82
7 JAST 470 438 -32 -6.81
8 AMAG 294 274 -20 -6.80
9 KBLI 500 466 -34 -6.80
10 DUCK 515 480 -35 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,890 3,020 130 4.50
2 REAL 82 77 -5 -6.10
3 BBCA 27,475 28,675 1,200 4.37
4 BTPS 1,805 2,230 425 23.55
5 ANTM 464 540 76 16.38
6 BBNI 4,010 4,290 280 6.98
7 FREN 76 95 19 25.00
8 PGAS 800 895 95 11.88
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 BRPT 1,000 1,000 0 0.00