Portal Berita Ekonomi Sabtu, 06 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Save Our Sea: Potensi Kapal Karam, Musibah yang Jadi Berkah

Save Our Sea: Potensi Kapal Karam, Musibah yang Jadi Berkah
WE Online, Jakarta -

Legenda kapal karam sepertinya lebih banyak diilhami dari sebuah film yang berjudul Titanic. Film yang mengisahkan jalinan cinta dua anak manusia yang diperankan oleh Leonardo DeCaprio dan Kate Winslet - diakhiri dengan kisah tragis tenggelamnya kapal yang ditumpanginya karena menabrak gunung es.

Biarpun kapal mereka karam, namun laut dan bencana tak mampu menenggelamkan cinta mereka. Kisah mereka, bukan saja melambungkan legenda kapal Titanic, tetapi juga nasib kapal karam lainnya seeperti kapal Van Der Wijk.

Baca Juga: Save Our Sea: Saatnya Masyarakat Pesisir Lebih Berdaya

Dengan tenggelamnya kapal Titanic dan Van Der Wijk, bukan hanya mewariskan sebuah roman yang abadi seperti halnya Romeo and Juliete, namun juga memberikan peninggalan yang tak ternilai dari sisi historis maupun ekonomis berupa kapal karam yang menjadi tempat wisata menarik, terutama bagi mereka yang hobi menyelam di lautan.

Kapal yang sudah tenggelam bertahun-tahun itu memiliki daya tarik sendiri. Biota laut yang perlahan tumbuh serta muatan kapal yang kaya nilai artistik dan sejarah juga menjadi potensi wisata yang sayang jika tak dikembangkan. Bagi para penyelam, kapal yang sudah tenggelam dan muatannya menjadi salah satu dari banyak hal menarik di dasar laut. Ada yang menjadi daya tarik dari kapal tenggelam bagi penyelam.

Yang pertama, adalah nilai estetika. Sebuah kapal yang tenggelam akan menjadi tempat bagi tumbuhnya biota laut yang indah. Selain itu, kapalnya pun akan menjadi daya tarik sendiri, apabila muatannya berisi barang-barang antik bersejarah.

Yang kedua, adalah nilai sejarah dari kapal itu, yaitu tenggelam sebagai akibat peperangan atau peristiwa perompakan yang kerap terjadi di masa lalu. Contoh yang menarik bagi penyelam adalah bangkai kapal budak yang tenggelam di abad 19 di perairan dekat Pulau Menjangan, Bali.

Bangkai kapal yang tenggelam dan muatannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para penyelam sehingga memiliki potensi wisata yang bagus karena ekosistem yang terbentuk dari bangkai kapal itu memperindah situasi bawah laut sehingga bisa memanjakan mata para penyelam. Tapi dengan catatan, bangkai kapal dan muatannya itu tidak memunculkan racun yang berbahaya bagi manusia maupun biota laut.

Potensi Laut Indonesia

Wilayah Indonesia sangat luas, terdiri atas daratan dan lautan dengan perbandingan luas wilayah daratan dengan lautan 3:1. Hampir 70% wilayah Indonesia terdiri atas laut. Saat pendudukan Belanda wilayah perairan Indonesia masih terbilang kecil. Saat itu hanya ditetapkan tiga mil atau 5,5 km dihitung dari garis laut saat air sedang surut (mengikuti Territoriale Zee en Maritieme Ordonantie tahun 1939).

Dengan perhitungan tersebut, banyak wilayah laut Indonesia yang bebas di antara pulau-pulau. Hal ini sangat merugikan Indonesia sebab banyak kapal asing yang bebas mengambil sumber daya laut di Indonesia. Pada 13 Desember 1957, Pemerintah Indonesia menetapkan konsep wilayah perairan laut yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Laut serta perairan antar-pulau menjadi pemersatu dan penghubung antar pulau dan batas-batas wilayah laut diukur sejauh 12 mil dari garis dasar pantai pulau terluar.

Deklarasi Djuanda mendapat pengakuan dunia pada 1982 hasil Konvensi Hukum Laut Internasional yang diselenggarakan PBB di Chicago. Dalam konvensi tersebut ditetapkan bahwa dunia internasional mengakui keberadaan wilayah perairan Indonesia yang meliputi perairan Nusantara, laut teritorial, batas landas kontinen, dan batas ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif).

Dengan berkembangnya wilayah perairan Indonesia tersebut maka kekayaan Indonesia meningkat. Selain ikan, terumbu karang, serta 60 cekungan yang berpotensi mengandung minyak dan gas bumi (hidrokarbon), juga banyak potensi-potensi laut Indonesia lainnya, seperti halnya temuan kapal karam. Selain nilai pentingnya bagi sejarah dan kebudayaan, temuan kapal karam pun memiliki potensi sosial-ekonomis bila pelestariannya juga diselaraskan dengan pemanfaataannya.

Di beberapa negara, shipwrecks diving tourism sudah cukup berkembang dan terbukti menarik perhatian banyak wisatawan, yang berarti dapat menjadi sumber devisa negara.

Bangkai kapal yang tenggelam akan dimanfaatkan sebagai potensi wisata bawah laut. Dari bangkai kapal yang tenggelam dapat bermanfaat sebagai fish apartment atau rumah ikan, budidaya terumbu karang, wisata menyelam, dan budidaya berbagai binatang laut lainnya.

Setelah bisa dikembangkan, beberapa tahun kemudian bisa dijadikan sebagai tempat penelitian mengenai biota laut atau sumber daya laut lainnya. Untuk bangkai kapal perang dan kapal yang tenggelam bukan disengaja, bisa dijadikan wisata sejarah serta museum bawah laut.

Baca Juga

Tag: Dwi Mukti Wibowo

Penulis: Dwi Mukti Wibowo, Pemprakarsa Gerakan Save Our Sea

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/NOAA

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66