Portal Berita Ekonomi Jum'at, 03 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:12 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 16.495 IDR/USD.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,84% pada level 23.280.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,69% pada level 2.780.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,42% pada level 2.450.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,64% pada level 5.489.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,37% pada level 17.818.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 2,34% pada level 1.724.

Demokrat ke Yasonna: Jangan Cari-cari Alasan. Bagaimanapun Jelas Pembohongan Publik. Titik!

Demokrat ke Yasonna: Jangan Cari-cari Alasan. Bagaimanapun Jelas Pembohongan Publik. Titik! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman menyebut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly telah melakukan pembohongan publik. Pembohongan yang dimaksud itu terkait keberadaan buron kasus suap Harun Masiku.

"Omongan Menkumham saat itu jelas merupakan sebuah pembohongan publik. Karena tidak sesuai dengan kenyataannya," ujar Benny di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Saat itu, Yasonna sempat menyebut Harun berada si luar negeri. Namun, pernyataan itu kemudian diralat lantaran Harun ternyata telah pulang ke Indonesia.

Baca Juga: 2 Ribu Orang Bakal Geruduk Gedung DPR RI, Mau Tangkap Harun Masiku

Kerusakan sistem keimigrasian menjadi alasan Menkumham Yasonna terkait pernyataannya itu. "Kenyataannya beliau (Masiku) pada saat itu ada di sini. Menkumham bilang dia sudah lari ke luar negeri. Apa lagi? Masa itu enggak bohong. Apa namanya itu. Jangan dibolak-balik ah," ujar dia.

Dalam kasus ini, Yasonna mencopot Dirjen Imigrasi Ronny Sompie yang dianggap bertanggung jawab atas keterlambatan sistem pencatatan keimigrasian. Bahkan, Yasonna membentuk tim investigasi untuk mengusut keterlambatan sistem itu.

Benny menilai pembentukan sistem itu sekadar cari-cari alasan yang dilakukan oleh Yasonna. Tim tersebut disebut Benny dibentuk sekadar untuk membenarkan alibi-alibi Yasonna yang disebutnya tak masuk akal soal pernyataan keberadaan Harun.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Yasonna Hamonangan Laoly, Harun Masiku, Benny Kabur Harman, Partai Demokrat

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,472.52 4,427.42
British Pound GBP 1.00 20,850.86 20,635.06
China Yuan CNY 1.00 2,365.81 2,340.63
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,824.71 16,657.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,234.47 10,129.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,170.54 2,148.72
Dolar Singapura SGD 1.00 11,713.11 11,592.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,416.33 18,226.42
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,847.41 3,798.70
Yen Jepang JPY 100.00 15,668.38 15,508.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4531.685 65.648 687
2 Agriculture 924.089 9.599 22
3 Mining 1194.094 19.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 601.298 24.602 78
5 Miscellanous Industry 736.578 21.582 51
6 Consumer Goods 1704.035 64.759 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.391 -2.538 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 802.387 12.629 79
9 Finance 971.863 -0.770 92
10 Trade & Service 594.509 3.064 170
No Code Prev Close Change %
1 SOCI 85 114 29 34.12
2 HKMU 73 94 21 28.77
3 ELSA 141 181 40 28.37
4 SAMF 218 272 54 24.77
5 ARTO 915 1,140 225 24.59
6 DUCK 442 550 108 24.43
7 MPRO 925 1,135 210 22.70
8 RAJA 86 104 18 20.93
9 CARS 50 60 10 20.00
10 GWSA 82 98 16 19.51
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 400 372 -28 -7.00
2 AGII 505 470 -35 -6.93
3 POLL 10,150 9,450 -700 -6.90
4 ENVY 131 122 -9 -6.87
5 GEMA 350 326 -24 -6.86
6 NASA 234 218 -16 -6.84
7 AMAN 234 218 -16 -6.84
8 MAPA 1,830 1,705 -125 -6.83
9 SSIA 410 382 -28 -6.83
10 LAND 498 464 -34 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,930 2,870 -60 -2.05
2 REAL 57 61 4 7.02
3 MNCN 900 1,000 100 11.11
4 PAMG 114 107 -7 -6.14
5 BBCA 27,400 27,050 -350 -1.28
6 TELE 118 140 22 18.64
7 PURA 77 75 -2 -2.60
8 ISSP 148 146 -2 -1.35
9 TLKM 3,100 3,130 30 0.97
10 BBNI 3,680 3,850 170 4.62