Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:58 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,06% pada level 9.814.
  • 10:57 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,15% pada level 27.110.
  • 10:56 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 2,64% pada level 3.193.
  • 10:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.685 USD/troy ounce.
  • 10:54 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,30 USD/barel.
  • 10:53 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,55 USD/barel.

Effendi Gazali Kritik Permen Era Susi yang Kontra Budi Daya Lobster

Effendi Gazali Kritik Permen Era Susi yang Kontra Budi Daya Lobster
WE Online, Jakarta -

Ketua Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2-KKP), Effendi Gazali, mengkritisi Susi Pudjiastuti. Kritikan ini karena Peraturan Menteri atau Permen Nomor 56 Tahun 2016 yang diterbitkan era Susi dinilai berdampak terhadap budi daya lobster.

Effendi menyampaikan ini dalam diskusi "Melawan Logika Sesat tentang Lobster Apa Adanya" di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. Ia menyindir permen era Susi saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan itu justru membuat kepunahan lobster. Alasannya, dengan permen tersebut tak mengizinkan budi daya lobster.

Baca Juga: Benih Lobster Tak Boleh Ditangkap, Nelayan Teriak

"Lobster hanya boleh diambil dari alam tidak dalam keadaan bertelur dengan ukuran panjang karapas di atas 8 cm atau berat di atas 200 gram per ekor," kata Effendi dalam keterangannya, Kamis (20/2/2020).

Dia heran dengan kebijakan Susi tersebut. Ia mencontohkan seperti lobster jenis mutiara, pertama kali matang telur memiliki kondisi dengan berat di atas 700 gram per ekor. Namun, jika diperbolehkan diambil pada ukuran di atas 200 gram per ekor, yang ada akan mempercepat kepunahan terhadap lobster.

"Apa artinya permen 56 ini yang justru mendukung kepunahan lobster mutiara. Dia tidak boleh dibudidaya dan diambil dari alam sebelum dia bisa bertelur," ujarnya.

Dia juga heran dengan adanya isu negara lain juga tak membudidayakan lobster karena hanya dibiarkan dipelihara alam. Setelah itu, diambil jika lobster sudah besar. Pandangan ini dianggapnya keliru dan gagal paham.

Bagi Effendi, persepsi tersebut tak sesuai dengan survei dirinya yang langsung berkunjung ke Australia dan Vietnam. Kata dia, dua negara itu faktanya berhasil menerapkan budi daya. Ia pun meminta agar isu lobster ini bisa dilihat secara jernih.

"Sektor budi daya harus didorong karena survival rate dari benih lobster adalah 1 banding 10.000 di daerah sink population. Angka ini hanya 1 banding 1000 di daerah non-sink population," jelasnya.

Terkait sink population, daerah ini memiliki populasi lobster dewasa yang tak berbanding lurus dengan jumlah benih yang berlimpah. Dalam hal ini, benihnya sangat banyak, mudah terlihat, tapi banyak pula predator alamnya.

"Jadi benih atau benur ini yang dibudidaya, di Vietnam bisa dengan survival rate 70 persen, pada berat 50 gram, 1 persen dikembalikan ke alam, sebagai restocking dan upaya menjamin kelestarian yang sejati," ujarnya.

Effendi dan Susi sebelumnya terlibat perang pernyataan di media sosial Twitter. Mereka berdua saling menyampaikan pandangan soal kebijakan budi daya lobster. Effendi pun mengundang Susi untuk hadir dalam diskusi "Melawan Logika Sesat tentang Lobster Apa Adanya" yang digelar di Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Rabu, 19 Februari 2020. Diskusi tetap berjalan tanpa dihadiri Susi.

@susipudjiastuti

Tanpa bibit Lobster dr kita Vietnam punya Ekspor Lobster & Industri Pembesaran Lobsternya akan Hancur & Rontok. Namun 2 thn terakhir terutama 1 thn terakhir, sy tidak mampu menggagalkan penyelundupannya dg significant. Terlalu besar uangnya hingga backing oknum2 besar & kuat ikut

@effendigazali

#BuSusiysh 20 @Susipudjiastuti Tidak ada yg kalah & menang dlm diskusi Rabu ini. Yg  KP2 cari adlh revisi Permen agar sesuai Visi-Misi Presiden termutakhir (kan skrg tdk ada Visi-Misi Menteri). Pasti Presiden ingin ekspor naik, budidaya tumbuh, laut lestari, nelayan sjahtera

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Susi Pudjiastuti, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lobster, Effendi Gazali

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/ANTARA FOTO/Aditya Pradana

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66