Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:36 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka negatif 0,94% pada level 2.417.
  • 10:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,31% pada level 2.743.
  • 10:34 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,85% pada level 17.911.
  • 10:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,03% pada level 1.702.
  • 10:18 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,34% pada level 23.006.
  • 09:14 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 4,41% pada level 2.470.
  • 09:13 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 4,44% pada level 20.943.
  • 09:11 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 4,41% pada level 7.360.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG trekoreksi 1,30% di awal sesi I.

KPK Setop 36 Kasus, DPR Minta Firli Cs Jelaskan Itu ke Publik

KPK Setop 36 Kasus, DPR Minta Firli Cs Jelaskan Itu ke Publik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era Firli Bahuri kembali jadi sorotan. Kali ini, terkait pemberhentian pengusutan 36 kasus korupsi yang membuat spekulasi hingga tudingan negatif ke lembaga antirasuah itu. Angggota Komisi III DPR, Arsul Sani, meminta KPK menjelaskan pemberhentian pengusutan 36 kasus tersebut.

"Pimpinan KPK perlu menjelaskan kepada publik tentang penghentian penyelidikan 36 kasus agar tidak berkembang spekulasi bahwa KPK melakukan impunisasi kasus korupsi," kata Arsul, Jumat (21/2/2020).

Baca Juga: KPK Hentikan 36 Kasus, Maksudnya Apa Gitu?

Arsul menambahkan, memang jika dilihat selama ini, penghentian penyelidikan sebuah kasus bukanlah hal yang aneh. Alasannya, jika bukti permulaan dianggap tak cukup dan tak dapat dilanjutkan ke tingkat penyidikan, kasus itu memang layak untuk dihentikan.

"Sebenarnya penghentian penyelidikan dalam perkara pidana itu bukan sesuatu yang aneh. Prinsipnya kan kalau bukti permulaannya tidak cukup untuk dilanjutkan atau ditingkatkan ke tahap penyidikan, ya wajar dihentikan," lanjut Wakil Ketua MPR itu.

Namun, ia mengingatkan langkah KPK tersebut perlu dijelaskan kepada masyarakat. Hal itu agar masyarakat dapat memahami mengapa sebuah kasus perlu dihentikan. Masyarakat juga harus paham bahwa dihentikannya penyelidikan kasus tersebut bukan berarti lenyap. Begitu kemudian hari petugas menemukan bukti yang cukup lengkap, kasus tersebut bisa kembali diusut.

"Penghentian penyelidikan itu bukan sesuatu yang final bahwa suatu kasus dugaan korupsi ditutup seterusnya. Bisa saja nanti harus dibuka lagi ketika ada bukti baru masuk baik berupa saksi, surat-surat, atau petunjuk," ujar Arsul.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi alasan menghentikan 36 perkara pada tahap penyelidikan. Hal itu diklaimnya untuk menjamin kepastian hukum, keterbukaan, dan akuntabilitas kepada publik sebagaimana diatur Pasal 5 Undang Undang KPK.

Penghentian 36 kasus itu diketahui dari dokumen paparan Arah dan Kebijakan Umum KPK Tahun 2020. Dokumen itu juga menyebut sekitar 21 Surat Perintah Penyidikan perkara korupsi sudah diterbitkan selama Firli cs menjabat sehingga tertuang dalam dokumen itu bahwa ada 325 penyelidikan aktif yang dilakukan KPK hingga 20 Februari 2020.

Terkait ini, Ketua KPK Firli Bahuri, menyatakan bahwa penghentian penyelidikan 36 kasus korupsi dilakukan demi kepastian hukum. Penghentian perkara tersebut dilakukan sejak 20 Desember 2019 sampai 20 Februari 2020.

"Tujuan hukum harus terwujud, kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan," kata Firli dalam pesan tertulis kepada wartawan, Jumat (21/2/2020). 

Menurut Firli, dalam hal ini lembaganya berupaya memberi kepastian. Setiap perkara yang ditangani ataupun seseorang yang menjalani proses hukum harus jelas bukti dan penanganannya. "Tidak boleh pikir digantung-gantung untuk menakut-nakuti pencari kepastian hukum dan keadilan. Kalau bukan tindak pidana, masa iya tidak dihentikan," kata dia.

"Justru kalau tidak dihentikan bisa disalahgunakan untuk pemerasan dan kepentingan lainnya," jelasnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Firli Bahuri

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,472.52 4,427.42
British Pound GBP 1.00 20,850.86 20,635.06
China Yuan CNY 1.00 2,365.81 2,340.63
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,824.71 16,657.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,234.47 10,129.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,170.54 2,148.72
Dolar Singapura SGD 1.00 11,713.11 11,592.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,416.33 18,226.42
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,847.41 3,798.70
Yen Jepang JPY 100.00 15,668.38 15,508.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4466.037 -72.893 687
2 Agriculture 914.490 -13.968 22
3 Mining 1175.076 -9.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 576.696 -3.566 78
5 Miscellanous Industry 714.996 -18.031 51
6 Consumer Goods 1639.276 -19.862 57
7 Cons., Property & Real Estate 328.929 -9.482 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.758 -15.676 79
9 Finance 972.633 -17.041 92
10 Trade & Service 591.445 -10.829 170
No Code Prev Close Change %
1 YULE 160 216 56 35.00
2 SAMF 162 218 56 34.57
3 ISSP 110 148 38 34.55
4 ACST 232 290 58 25.00
5 DUCK 354 442 88 24.86
6 ARTO 735 915 180 24.49
7 DAYA 392 466 74 18.88
8 TALF 242 278 36 14.88
9 GDST 51 58 7 13.73
10 KREN 266 300 34 12.78
No Code Prev Close Change %
1 HOTL 100 93 -7 -7.00
2 SMRA 400 372 -28 -7.00
3 CASA 430 400 -30 -6.98
4 MIKA 2,150 2,000 -150 -6.98
5 PSGO 115 107 -8 -6.96
6 ASJT 101 94 -7 -6.93
7 IDPR 260 242 -18 -6.92
8 JAST 580 540 -40 -6.90
9 ULTJ 1,595 1,485 -110 -6.90
10 AGRS 145 135 -10 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 2,930 -90 -2.98
2 BBCA 27,625 27,400 -225 -0.81
3 BRPT 725 745 20 2.76
4 BBNI 3,820 3,680 -140 -3.66
5 TLKM 3,160 3,100 -60 -1.90
6 BMRI 4,680 4,610 -70 -1.50
7 KLBF 1,200 1,165 -35 -2.92
8 ASII 3,900 3,770 -130 -3.33
9 KAEF 1,310 1,285 -25 -1.91
10 REAL 55 57 2 3.64