Jababeka Morotai-TransNusa Teken MoU Kerja Sama Rute Penerbangan

Jababeka Morotai-TransNusa Teken MoU Kerja Sama Rute Penerbangan Kredit Foto: Jababeka

PT Jababeka Morotai selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Morotai dan PT TransNusa Aviation Mandiri menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pembukaan jalur penerbangan dan dukungan peningkatan pariwisata di Morotai.

Penandatanganan perjanjian dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Jababeka Morotai, Basuri Tjahaja Purnama, dan Direktur PT TransNusa Aviation Mandiri, Leo Budiman, di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Baca Juga: Pemerintah Terus Godok Paket Diskon Khusus Sektor Pariwisata

Melalui kerja sama ini, TransNusa akan menghadirkan rute penerbangan Hongkong-Morotai-Bali dengan frekuensi penerbangan Bali-Morotai-Hongkong sebanyak dua kali dalam seminggu. Sementara, Jababeka Morotai akan menyediakan akomodasi dan transportasi untuk para turis yang akan datang ke Pulau Morotai.

Menurut Basuri, jika rute penerbangan internasional berhasil dibuka, diproyeksikan akan membuat wisata yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Morotai lebih hidup dan mampu mendongkrak jumlah kunjungan turis lokal maupun asing ke Pulau Morotai.

"Ini adalah upaya kami untuk mengakselerasi dan menggairahkan perekonomian di Morotai. Kami yakin kerja sama dalam membuka rute penerbangan domestik dan internasional ini bisa membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Morotai dan meningkatkan devisa negara, secara langsung menyejahterakan masyarakat morotai dan sekitarnya," ungkap Basuri.

Adik kandung dari Basuki Tjahaja Purnama itu mengungkapkan, rute Bali-Morotai-Hongkong direncanakan akan dibuka pada pertengahan tahun 2020 setelah semua persyaratan administrasi telah siap.

Hal senada juga disampaikan oleh Leo Budiman. Ia mengatakan bahwa rute penerbangan Bali-Morotai-Hongkong bisa membuka pertumbuhan pariwisata dan bahkan perekonomian di Morotai. Hal itu berdasarkan proses riset pasar sehingga diyakini mampu menarik turis yang berada di Bali dan Hongkong dan juga para investor untuk datang ke Pulau Morotai.

"Saya sangat optimis dengan kerja sama ini. Karena Indonesia sumber dari pasar, Indonesia merupakan titik tolak dari perekonomian," terang Leo.

Seperti diketahui, KEK Morotai terkenal akan pantai dan alam bawah laut yang indah, penuh dengan sisa perang dunia kedua dan bisa berenang bersama hiu dengan aman, serta kekayaan budaya dan alamnya dengan air terjun yang cantik dan eksotis serta dikelilingi pulau-pulau kecil di antaranya Pulau Dodola, juga bisa menikmati Museum Trikora, Museum Perang Dunia II, dan 28 diving spot yang setiap spot-nya memiliki keunikan tersendiri.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini