Portal Berita Ekonomi Selasa, 01 Desember 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 26.341.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,60% pada level 2.591.
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,79% pada level 26.433.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,49% pada level 3.391.
  • 16:15 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 1,96% pada level 2.799.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,29% pada level 6.385.
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS tertahan terhadap Yuan pada level 6,5781 CNY/USD.
  • 16:14 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.120 IDR/USD.

Top! Peneliti Belanda Gunakan Artificial Intelligence buat Amati Luar Angkasa dan Asteroid

Top! Peneliti Belanda Gunakan Artificial Intelligence buat Amati Luar Angkasa dan Asteroid
WE Online, Amsterdam -

Sebuah asteroid yang menghantam Bumi menjadi salah satu ancaman terbesar umat manusia. Maka dari itu, mendeteksi asteroid adalah tugas vital bagi badan antariksa pemerintah di seluruh dunia.

Para peneliti di Belanda telah menemukan beberapa objek yang berpotensi berbahaya, yang tidak ditemukan oleh manusia. Mereka menggunakan kecerdasan buatan (AI) canggih untuk penelitian tersebut.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Bukti-bukti Mars Pernah Diisi Oleh Air, Seperti Apa Bentuknya?

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics, mengamati benda-benda luar angkasa berdiameter lebih dari 100 meter yang kemungkinan datang dalam 4,7 juta mil dari Bumi.

AI menjalankan simulasi 10 ribu tahun ke depan dan menemukan 11 asteroid yang tidak ada dalam daftar NASA tentang objek yang berpotensi berbahaya di dekat Bumi.

Para peneliti menuliskan dalam abstrak penelitian bahwa instrumen yang dihasilkan bernama Hazardous Object Indetifier (HOI). HOI mampu mengidentifikasi 95,25 persen dari penabrak yang diketahui dan disimulasikan hadir dalam set uji sebagai penabrak potensial.

Selain itu, HOI mampu mengidentifikasi 90,99 persen dari benda-benda berbahaya yang berpotensi diidentifikasi oleh NASA, tanpa dilatih pada mereka secara langsung.

Selain itu, menurut NASA, objek dekat Bumi (NEO) yang berpotensi berbahaya ini didefinisikan sebagai objek luar angkasa ini berukuran 0,05 unit astronomi. Objek tersebut berdiameter lebih dari 460 kaki. Menurut laporan 2018 yang disatukan oleh Planetary.org, ada lebih dari 18 ribu NEO.

Salah satu rekan penulis studi, astronom dan ahli simulasi Simon Portegies Zwart mengatakan metode ini diperlukan penelitian lebih lanjut

“Kami sekarang tahu metode kami berfungsi, tetapi kami tentu ingin mempelajari lebih dalam penelitian dengan jaringan saraf lebih baik dan lebih banyak input,” kata Zwart dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilansir dari Fox News, Jumat (21/2/2020).

“Bagian yang sulit adalah gangguan kecil dalam perhitungan orbit dapat menyebabkan perubahan besar pada kesimpulan,” ujarnya lagi.

NASA telah mempersiapkan pertahanan planet ini dari serangan asteroid selama bertahun-tahun. Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan orang Amerika lebih memilih program luar angkasa yang berfokus pada dampak asteroid potensial daripada mengirim manusia kembali ke Bulan atau Mars.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Luar Angkasa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Kredit Foto: NASA

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.80 3,748.03
British Pound GBP 1.00 18,939.57 18,749.71
China Yuan CNY 1.00 2,156.80 2,135.08
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,198.64 14,057.36
Dolar Australia AUD 1.00 10,501.31 10,395.42
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,831.92 1,813.67
Dolar Singapura SGD 1.00 10,618.19 10,511.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,000.03 16,825.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.61 3,453.05
Yen Jepang JPY 100.00 13,670.94 13,531.00
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5612.415 -170.920 705
2 Agriculture 1317.058 28.447 24
3 Mining 1674.088 -3.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 863.286 -28.789 80
5 Miscellanous Industry 958.275 -39.047 53
6 Consumer Goods 1839.376 -49.225 60
7 Cons., Property & Real Estate 372.398 -6.104 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 945.008 -49.687 79
9 Finance 1259.171 -43.051 93
10 Trade & Service 681.109 -16.238 174
No Code Prev Close Change %
1 TOBA 400 494 94 23.50
2 HRUM 2,290 2,780 490 21.40
3 YPAS 396 462 66 16.67
4 CLAY 1,450 1,690 240 16.55
5 FIRE 386 448 62 16.06
6 DOID 354 410 56 15.82
7 ARGO 1,730 1,990 260 15.03
8 BOSS 143 163 20 13.99
9 HITS 448 510 62 13.84
10 LPKR 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 CSAP 372 346 -26 -6.99
2 LPPF 1,360 1,265 -95 -6.99
3 UNTR 24,725 23,000 -1,725 -6.98
4 INKP 9,325 8,675 -650 -6.97
5 BBSS 115 107 -8 -6.96
6 BMTR 288 268 -20 -6.94
7 MAPI 865 805 -60 -6.94
8 LINK 2,600 2,420 -180 -6.92
9 ADMG 159 148 -11 -6.92
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,460 3,230 -230 -6.65
2 ASII 5,550 5,300 -250 -4.50
3 BBRI 4,270 4,090 -180 -4.22
4 BRIS 1,470 1,430 -40 -2.72
5 DOID 354 410 56 15.82
6 TOWR 1,125 1,095 -30 -2.67
7 BBNI 6,350 6,000 -350 -5.51
8 PGAS 1,490 1,390 -100 -6.71
9 AGRO 570 540 -30 -5.26
10 ANTM 1,230 1,145 -85 -6.91