Portal Berita Ekonomi Minggu, 29 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:35 WIB. Gold Spot - 1.553 USD/troy ounce (23/3), 1.622 USD/troy ounce (24/3), 1.613 USD/troy ounce (25/3), 1.632 USD/troy ounce (26/3), 1.623 USD/troy ounce (27/3).
  • 10:34 WIB. Brent Oil - 27,03 USD/barel (23/3), 27,15 USD/barel (24/3), 27,39 USD/barel (25/3), 26,34 USD/barel (26/3), 24,93 USD/barel (27/3).
  • 10:31 WIB. WTI Oil - 23,36 USD/barel (23/3), 24,01 USD/barel (24/3), 24,49 USD/barel (25/3), 22,60 USD/barel (26/3), 21,51 USD/barel (27/3).
  • 10:29 WIB. IDR/USD - 16.575 (23/3), 16.500 (24/3), 16.305 (26/3), 16.140 (27/3).
  • 10:27 WIB. CNY/USD - 7,0925 (23/3), 7,0630 (24/3), 7,1148 (25/3), 7,0735 (26/3), 7,0963 (27/3).
  • 10:24 WIB. JPY/USD - 111,21 (23/3), 111,22 (24/3), 111,21 (25/3), 109,60 (26/3), 107,90 (27/3).
  • 10:22 WIB. USD/GBP - 1,1550 (23/3), 1,1759 (24/3), 1,1887 (25/3), 1,2203 (26/3), 1,2457 (27/3).
  • 10:20 WIB. USD/EUR - 1,0723 (23/3), 1,0789 (24/3), 1,0882 (25/3), 1,1030 (26/3), 1,1142 (27/3).

Dukung BI Pangkas Bunga Acuan, CIPS: Stimulan bagi Perekonomian dalam Negeri

Dukung BI Pangkas Bunga Acuan, CIPS: Stimulan bagi Perekonomian dalam Negeri - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Setelah empat bulan berturut-turut Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,00% terhitung sejak Oktober 2019 hingga Januari 2020, Rapat Dewan Gubernur BI pada 20 Februari 2020 yang lalu memutuskan untuk menurunkan 25 basis poin untuk BI7DRR menjadi 4,00%.

Langkah ini nampaknya diambil oleh pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam negeri melihat situasi global saat ini. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan, mengatakan bahwa langkah pemerintah menurunkan suku bunga acuan merupakan bentuk intervensi untuk menstimulasi perekonomian dalam negeri.

Baca Juga: India Menarik Diri, CIPS Sarankan Indonesia Tetap Tanda Tangani RCEP

Lanjut Pingkan, kebijakan itu sangat wajar dilakukan mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup bergantung dengan dinamika perekonomian global. Melihat ke belakang, realisasi pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia untuk tahun 2019 berada pada level 5,02%. Angka ini turun 15 basis poin dari 5,17% pada tahun 2018.

"Dalam keterangan resminya, Bank Indonesia menyatakan bahwa penurunan ini terjadi sebagai salah satu dampak akibat penurunan kinerja ekspor yang terimbas oleh penurunan harga komoditas dan juga perlambatan permintaan global akan produk-produk Indonesia. Kita perlu mengingat bahwa sepanjang tahun 2019 perekonomian global dilanda perlambatan akibat dari perang dagang berkepanjangan antara Amerika Serikat dengan China, serta ketegangan geopolitik di beberapa kawasan seperti Eropa dan Timur Tengah," jelas Pingkan, Senin (24/2/2020).

Ia pun menambahkan, menjelang akhir tahun 2019, AS-China sudah mencapai Kesepakatan Tahap Pertama yang mencakup kesepakatan terkait pengurangan tarif, peningkatan pembelian produk pertanian, hingga perubahan struktural menyangkut polemik kekayaan intelektual dan teknologi dalam perundingan perdagangan yang disepakati pada 13 Desember 2019.

"Walaupun demikian, merebaknya kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di China hingga beberapa negara di dunia pada awal tahun 2020 ini dirasa dapat menunda pemulihan pertumbuhan ekonomi serta tidak menutup kemungkinan untuk menyeret kembali perlambatan perekonomian global yang sempat berangsur membaik. Hal ini patut terus diwaspadai," urainya.

Menyikapi perkembangan tersebut, BI mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya dipatok di level 3,1% menjadi 3,0% untuk tahun 2020. Namun untuk proyeksi tahun 2021, BI mengoreksi akan terjadi peningkatan dari yang semula dipatok pada level 3,2% menjadi 3,4%.

Dengan menurunnya tingkat suku bunga ini, diharapkan akan lebih mudah bagi bank dalam memberikan pinjaman sekaligus membantu mendorong pertumbuhan sektor usaha di tengah masyarakat serta mendukung kondusifnya iklim berusaha. Namun demikian, pertumbuhan kredit masyarakat pun juga diharapkan bertumbuh dalam kondisi yang stabil.

Baca Juga

Tag: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Bank Indonesia (BI), Ekonomi Indonesia

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,343.85 4,298.34
British Pound GBP 1.00 19,919.18 19,716.13
China Yuan CNY 1.00 2,306.18 2,282.75
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,311.15 16,148.85
Dolar Australia AUD 1.00 9,948.17 9,845.95
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.04 2,083.08
Dolar Singapura SGD 1.00 11,410.39 11,295.27
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,010.77 17,829.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,812.80 3,766.06
Yen Jepang JPY 100.00 15,047.19 14,893.34
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4545.571 206.667 686
2 Agriculture 935.348 17.815 22
3 Mining 1191.831 20.200 49
4 Basic Industry and Chemicals 585.812 34.750 77
5 Miscellanous Industry 756.867 69.031 51
6 Consumer Goods 1624.014 58.453 57
7 Cons., Property & Real Estate 342.828 24.949 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 793.679 25.982 79
9 Finance 1009.594 53.086 92
10 Trade & Service 580.685 10.972 170
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 138 186 48 34.78
2 RIGS 162 218 56 34.57
3 KMTR 180 238 58 32.22
4 FORU 87 110 23 26.44
5 PEGE 160 200 40 25.00
6 BRIS 160 198 38 23.75
7 FPNI 59 73 14 23.73
8 BSDE 600 740 140 23.33
9 ADHI 456 560 104 22.81
10 RUIS 150 184 34 22.67
No Code Prev Close Change %
1 BAYU 1,075 1,000 -75 -6.98
2 ENVY 173 161 -12 -6.94
3 MREI 5,350 4,980 -370 -6.92
4 ASBI 290 270 -20 -6.90
5 NZIA 348 324 -24 -6.90
6 PRAS 160 149 -11 -6.88
7 SSIA 466 434 -32 -6.87
8 ITIC 4,080 3,800 -280 -6.86
9 DUCK 438 408 -30 -6.85
10 VINS 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,940 3,230 290 9.86
2 BBCA 26,400 27,550 1,150 4.36
3 TLKM 2,980 3,090 110 3.69
4 BBNI 3,590 3,990 400 11.14
5 ASII 3,620 4,080 460 12.71
6 BMRI 4,470 4,940 470 10.51
7 KLBF 950 1,010 60 6.32
8 ANTM 416 460 44 10.58
9 KAEF 1,300 1,250 -50 -3.85
10 PAMG 116 119 3 2.59