Portal Berita Ekonomi Minggu, 31 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:22 WIB. S&P 500 - 2.991 (26/5), 3.036 (27/5), 3.029 (28/5), 3.044 (29/5).

Dulu Pabrik Tepung, Begini Perjalanan Samsung Jadi Raksasa Elektronik Dunia

Dulu Pabrik Tepung, Begini Perjalanan Samsung Jadi Raksasa Elektronik Dunia

Perusahaan elektronik dunia, Samsung bisa berdiri berkat jerih payah dari Lee Byung-Chull yang berjuang dari nol membesut usahanya sejak Korea masih berada di bawah kekuasaan Jepang pada tahun 1938.

Samsung mempunyai arti "tiga bintang". Awalnya, Samsung merupakan pabrik tepung untuk membuat mie dan ekspedisi yang membawa buah dan ikan ke pasar.

Pendirinya, Lee Byung Chull lahir 12 Februari 1910 dan meninggal pada 19 November 1987. Ia adalah putra dari keluarga kaya pemilik tanah dan sempat mengenyam pendidikan perkuliahan di Universitas Wesda Tokyo meski tidak sampai lulus.

Baca Juga: Samsung Nekat Kembali Buka Pabrik Setelah Satu Karyawan Terinfeksi Corona!

Lee Byung-chull menggunakan warisannya untuk membuka penggilingan padi untuk usaha yang pertamanya. Namun, usaha itu tidak berjalan dengan baik.

Dalam biografi Lee Byung Chull diketahui bahwa ketika pecah Perang Korea, Lee terpaksa meninggalkan Seoul dan memulai usaha pabrik gula di Busan yang bernama Cheil Jedang.

Dan itu adalah pabrik gula Korea Selatan pertama. Setelah perang, pada tahun 1954, Lee mendirikan Cheil Mojik dan membangun pabrik wol di Chimsan-dong, Daegu.

Pada akhir 60-an, Samsung Group pun mulai masuk kedalam industri elektronik. Agar perusahaan bisa berkembang dengan pesat perusahaan membagi tugas kerja dalam bentuk divisi-divisi elektronik.

Lee Byung-Chull kemudian mendirikan Samsung Electronic Industries pada 1969 yang memproduksi TV dan peralatan rumah tangga. Dia kemudian beralih ke bisnis semikonduktor sebagai tambang emas masa di depan, dia mendirikan perusahaan semikonduktor saat bidang itu masih dalam tahap awal pada tahun 1980an.

Pada saat Lee meninggal pada 1987, putra ketiga dan termuda, Lee Kun-Hee mengendalikan kerajaan yang didominasi oleh barang elektronik dan produk listrik, pembuatan kapal, konstruksi dan keuangan.

Pada tahun 1980, perusahaan yang diakuisisi Hanguk tongsin jeonja di Gumi, mulai membuat perangkat telekomunikasi. Adapun produk awal nya adalah switchboards.

Berawal dari produk tersebut Samsung mulai memproduksi telepon dan faks hingga akhirnya menjadi Samsung’s mobile phone manufacturing. Dari pabrik tersebut Samsung telah menghasilkan miliaran ponsel sampai hari ini.

Sayangnya, Byung-Chull yang saat itu menderita kanker paru-paru membuat keputusan yang sangat berisiko pada 1983 untuk memasuki semikonduktor. Meski demikian, dia tetap mangambil risiko tersebut dan memungkinkan Samsung mendominasi Korea Selatan.

Setelah kematiannya, anaknya Kun-Hee menggabungkan kedua perusahaan ke dalam Samsung Electronics pada 1988. Perusahaan ini menembus budaya massa, film, penerbitan, toko serba ada, dan segera dipisahkan sebagai entitas independen di bawah naungan dua saudara laki-laki Kun-Hee, dua dari lima kakak perempuan dan iparnya.

Kakak iparnya, Hong Seok-Hyun, mulai spin off Samsung dari pemiliknya Hong Jin-Ki dan Lee Byung-Chull. Divisi tersebut, kemudian masuk ke lini media dan membuat koran JoongAng Ilbo pada 1968.

Meski banyak drama harta dan tahta di dalam keluarga Lee termasuk penyuapan dan penggelapan uang. Namun, skandal tersebut tidak berdampak langsung pada Samsung Electronics. Hingga kini Samsung pun masih berjaya dan baru meluncurkan smartphone lipat pertamanya.

Baca Juga

Tag: Samsung Electronics Co Ltd, Lee Byung Chull

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: REUTERS/Dado Ruvic

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43