Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,23% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,86% terhadap Dollar AS pada level 16.450 IDR/USD.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,19% pada level 23.085.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,57% pada level 2.734.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,75% pada level 2.437.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 4,02% pada level 5.444.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 4,50% pada level 18.065.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 3,94% pada level 1.685.

B30 Sudah, Selanjutnya B40 atau B100?

B30 Sudah, Selanjutnya B40 atau B100? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Secara keseluruhan, Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS) menyatakan bahwa kebutuhan BBN (bahan bakar nabati) domestik pada tahun ini mencapai 12 juta kiloliter.

Khusus B30, Data Kementerian ESDM mencatat realisasi serapan B30 sejak diimplementasikan pada awal Januari hingga pertengahan Februari mencapai 784.934 kiloliter atau sekitar 8,2% dari target 9,6 juta kiloliter. Mengutip Reuters, angka tersebut juga menunjukkan bahwa konsumsi rata-rata bahan bakar berbasis kelapa sawit 35% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Baca Juga: Agresif! Indonesia Pacu Ekspor Sawit ke Pakistan

Meskipun B30 baru diterapkan selama dua bulan, pemerintah Indonesia telah menargetkan akan mengomersilkan B40 (campuran 40% minyak sawit dengan 60% solar) pada Juli 2021 mendatang. Ketua Umum Aprobi, M.P. Tumanggor, menyatakan bahwa ketersediaan bahan baku untuk program B40 juga akan tercukupi lantaran produksi sawit naik sekitar 14,3% menjadi 48 juta ton dari realisasi akhir tahun lalu sekitar 42 juta ton.

Studi terkait upaya uji coba pengolahan campuran bahan bakar nabati sawit 40% pada produk B40 tengah dilakukan oleh Balitbang ESDM dan diharapkan akan rampung dalam tiga bulan ke depan sehingga dapat dilakukan road test pada Juli 2020.

Tumanggor juga memprediksi produksi B40 akan diuji dengan bahan baku FAME (fatty acid methyl ester) murni atau dengan campuran FAME yang terdestilasi. Uji coba tersebut dimaksudkan untuk menjamin kualitas produk B40 sehingga tidak berdampak negatif terhadap mesin kendaraan.

Di samping itu, PT Pertamina (Persero) juga sudah menargetkan akan mulai uji coba produksi B100 sebanyak 6.000 barel/hari pada pertengahan tahun 2021 mendatang. Uji coba tersebut akan difokuskan di Kilang Cilacap dengan skema pengembangan revamping equipment kilang.

Revamping equipment dilakukan dengan memodifikasi dan membenahi beberapa unit kilang yang kurang produktif untuk dimanfaatkan sebagai kilang hijau atau biorefinery. Pengembangan B100 ini menjadi jawaban atas penolakan Uni Eropa terhadap minyak sawit (crude palm oil/CPO) Indonesia serta menjadi bukti bahwa CPO Indonesia memiliki kualitas yang baik.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Energi Terbarukan, Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pertamina (Persero), Bahan Bakar Nabati (BBN), B30, B100

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Syifa Yulinnas

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,382.32 4,336.42
British Pound GBP 1.00 20,417.60 20,206.27
China Yuan CNY 1.00 2,329.85 2,305.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,495.07 16,330.94
Dolar Australia AUD 1.00 10,106.53 10,001.07
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.41 2,106.16
Dolar Singapura SGD 1.00 11,590.13 11,470.77
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,164.37 17,982.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,838.74 3,786.45
Yen Jepang JPY 100.00 15,300.13 15,145.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4466.037 -72.893 687
2 Agriculture 914.490 -13.968 22
3 Mining 1175.076 -9.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 576.696 -3.566 78
5 Miscellanous Industry 714.996 -18.031 51
6 Consumer Goods 1639.276 -19.862 57
7 Cons., Property & Real Estate 328.929 -9.482 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.758 -15.676 79
9 Finance 972.633 -17.041 92
10 Trade & Service 591.445 -10.829 170
No Code Prev Close Change %
1 YULE 160 216 56 35.00
2 SAMF 162 218 56 34.57
3 ISSP 110 148 38 34.55
4 ACST 232 290 58 25.00
5 DUCK 354 442 88 24.86
6 ARTO 735 915 180 24.49
7 DAYA 392 466 74 18.88
8 TALF 242 278 36 14.88
9 GDST 51 58 7 13.73
10 KREN 266 300 34 12.78
No Code Prev Close Change %
1 HOTL 100 93 -7 -7.00
2 SMRA 400 372 -28 -7.00
3 CASA 430 400 -30 -6.98
4 MIKA 2,150 2,000 -150 -6.98
5 PSGO 115 107 -8 -6.96
6 ASJT 101 94 -7 -6.93
7 IDPR 260 242 -18 -6.92
8 JAST 580 540 -40 -6.90
9 ULTJ 1,595 1,485 -110 -6.90
10 AGRS 145 135 -10 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 2,930 -90 -2.98
2 BBCA 27,625 27,400 -225 -0.81
3 BRPT 725 745 20 2.76
4 BBNI 3,820 3,680 -140 -3.66
5 TLKM 3,160 3,100 -60 -1.90
6 BMRI 4,680 4,610 -70 -1.50
7 KLBF 1,200 1,165 -35 -2.92
8 ASII 3,900 3,770 -130 -3.33
9 KAEF 1,310 1,285 -25 -1.91
10 REAL 55 57 2 3.64