Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. IDR/USD - 16.337 (30/3), 16.310 (31/3), 16.450 (1/4), 16.475 (2/4), 16.425 (3/4).
  • 11:37 WIB. CNY/USD - 7,1003 (30/3), 7,0825 (31/3), 7,1001 (1/4), 7,0841 (2/4), 7,0928 (3/4).
  • 11:35 WIB. JPY/USD - 107,82 (30/3), 107,54 (31/3), 107,17 (1/4), 107,92 (2/4), 108,46 (3/4).
  • 11:33 WIB. USD/GBP - 1,2418 (30/3), 1,2420 (31/3), 1,2378 (1/4), 1,2394 (2/4), 1,2262 (3/4).
  • 11:31 WIB. USD/EUR - 1,1048 (30/3), 1,1031 (31/3), 1,0964 (1/4), 1,0858 (2/4), 1,0809 (3/4).

Erdogan Patahkan Isu Turki Minta Sistem Pertahanan Rudal Patriot dari AS

Erdogan Patahkan Isu Turki Minta Sistem Pertahanan Rudal Patriot dari AS - Warta Ekonomi
WE Online, Ankara -

Amerika Serikat (AS) tidak mungkin menyediakan rudal Patriot untuk sekutu NATO-nya, Turki. Hal itu diungkapkan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan, membantah laporan yang menyebut Ankara meminta sistem rudal Patriot AS.

"Mengenai masalah Patriot, izinkan saya mengatakan dengan sangat jelas: saat ini tidak ada Patriot yang akan diberikan Amerika kepada kita," kata Erdogan kepada wartawan sekembalinya dari Azerbaijan.

Baca Juga: Hadapi Rusia, Turki Minta AS Tempatkan 2 Rudal Patriot di Idlib Suriah

"Kami mengajukan penawaran tetapi saat ini, mereka tidak memiliki hal semacam itu di tangan mereka," akunya seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (27/2/2020).

Pemerintah Turki dilaporkan telah meminta AS untuk menempatkan dua sistem pertahanan rudal Patriot di sepanjang perbatasan selatannya dengan Suriah. Hal itu diungkapkan seorang pejabat Amerika kepada media lokal, tetapi "tidak ada keputusan yang dibuat."

Turki telah lama meminta sistem pertahanan udara buatan Raytheon itu tetapi tidak berhasil, karena banyak negara di dalam NATO, termasuk AS sendiri, tidak tertarik untuk menjual senjata semacam itu.

Akhirnya, militer Turki berpaling ke Rusia dan menandatangani kesepakatan besar untuk mendapatkan beberapa unit sistem rudal S-400 terbaru.

Kesepakatan S-400 akhirnya menjadi polemik bagi sekutu NATO. AS memutuskan hubungan Turki dari program jet tempur F-35, dengan alasan ketidakcocokannya dengan sistem buatan Rusia.

Washington memberi tekanan besar pada Ankara, menuntut agar membatalkan kesepakatan dengan Moskow, tetapi, seperti yang sering ditegaskan oleh pejabat Turki, pembelian itu untuk memenuhi kebutuhan keamanan Turki.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa anggota NATO menyebarkan sistem rudal Patriot mereka di tanah Turki untuk menangkis ancaman yang masuk di wilayah tersebut. Tetapi penyebaran ini tidak berlangsung lama, meninggalkan Turki dalam posisi berbahaya.

Sementara itu, persiapan untuk membuat S-400 Turki beroperasi berjalan lancar.

“Kami telah menerima S-400, kami membawanya ke Turki, proses instalasi dan pelatihan berlanjut. Operasi kami akan berlanjut sesuai rencana," kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pekan lalu, menambahkan bahwa aktivasi S-400 akan berlangsung di musim semi.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Rudal, Rudal Balistik, Turki, Amerika Serikat (AS), Recep Tayyip Erdogan, Donald Trump

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Sindonews

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80