Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. IDR/USD - 16.337 (30/3), 16.310 (31/3), 16.450 (1/4), 16.475 (2/4), 16.425 (3/4).
  • 11:37 WIB. CNY/USD - 7,1003 (30/3), 7,0825 (31/3), 7,1001 (1/4), 7,0841 (2/4), 7,0928 (3/4).
  • 11:35 WIB. JPY/USD - 107,82 (30/3), 107,54 (31/3), 107,17 (1/4), 107,92 (2/4), 108,46 (3/4).
  • 11:33 WIB. USD/GBP - 1,2418 (30/3), 1,2420 (31/3), 1,2378 (1/4), 1,2394 (2/4), 1,2262 (3/4).
  • 11:31 WIB. USD/EUR - 1,1048 (30/3), 1,1031 (31/3), 1,0964 (1/4), 1,0858 (2/4), 1,0809 (3/4).

19 Orang Tewas tapi Rouhani Tak Berencana Karantina Iran, Apa Tujuannya?

19 Orang Tewas tapi Rouhani Tak Berencana Karantina Iran, Apa Tujuannya? - Warta Ekonomi
WE Online, Dubai -

Kementerian Kesehatan Iran menyatakan, virus corona telah menewaskan 19 orang. Presiden Hassan Rouhani mengatakan, meski jumlah korban bertambah, negara tersebut tidak memiliki rencana untuk mengkarantina kota dan wilayah dalam menanggapi wabah virus corona, Rabu (26/2/2020).

Tapi, Menteri Kesehatan Saeed Namaki menyatakan, Iran telah membuat rencana untuk memaksakan beberapa pembatasan di situs-situs suci Syiah. Beberapa khotbah pada Jumat yang menjadi rutinitas pun akan dibatalkan.

Baca Juga: Terpukul, Bisnis Hotel di Iran Melorot Drastis Imbas Wabah Corona

Namaki mengatakan, beberapa keputusan masih membutuhkan persetujuan Rouhani untuk dapat dilakukan.

"Kami telah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan kunjungan parsial pada situs suci Syiah dan khotbah Jumat di beberapa kota tidak akan diadakan minggu ini," katanya.

Sedangkan untuk penutupan sekolah dan beberapa universitas mungkin akan diperpanjang satu pekan lagi. Pihak berwenang telah memerintahkan pembatalan konser dan pertandingan sepak bola secara nasional dan penutupan sekolah dan universitas di banyak provinsi, serta mendesak warga untuk tinggal di rumah.

Iran saat ini menjadi negara dengan jumlah kematian tertinggi akibat virus di luar China. Juru bicara Kementerian Kesehatan Kianush Jahanpur mengatakan, sekarang negara tersebut mendeteksi terdapat 139 orang telah terinfeksi.

Pejabat mengumumkan kematian pertama dan infeksi Iran dari virus corona terjadi pada pekan lalu. Kenaikan tajam dalam waktu singkat telah menyebabkan warga Iran mengkritik pihak berwenang secara daring dan menuduh mereka menutup-nutupi, meski klaim ini telah dibantah oleh pejabat pemerintah.

Sedangkan Rouhani menuduh musuh lama Amerika Serikat (AS) berusaha melumpuhkan negara itu dengan rasa takut akibat penyebaran virus corona. Cara melawan desakan itu, menurutnya, masyarakat harus tetap berkegiatan seperti biasanya.

"Kita tidak boleh membiarkan Amerika menambahkan virus baru ke corona dengan menghentikan kegiatan sosial kita dengan menyebarkan ketakutan yang luar biasa," kata Rouhani melalui TV pemerintah.

Kuwait, Irak, Bahrain, Oman, Lebanon, Uni Emirat Arab, Afghanistan, dan Pakistan semuanya telah melaporkan kasus virus corona yang melibatkan orang yang bepergian ke Iran. Kondisi ini membuat Rouhani menyatakan, virus corona tidak boleh digunakan menjadi senjata musuh mencegah bisnis di Iran.

Ekonomi Iran telah terpukul sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran. "Corona seharusnya tidak dijadikan senjata musuh kita karena mematikan pekerjaan dan produksi di negara ini," kata Rouhani.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Hassan Rouhani, Iran, COVID-19, Virus Covid-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: (Foto/Reuters)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80