Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,34% terhadap Yuan pada level 7,0695 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,31% terhadap Dollar AS pada level 16.250 IDR/USD.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,17% pada level 23.970.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,19% pada level 2.815.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,57% pada level 2.531.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,90% pada level 5.596.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,13% pada level 19.353.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,90% pada level 1.807.

CEO Paramount Land: Laju Bisnis Properti Terhadang Daya Beli

CEO Paramount Land: Laju Bisnis Properti Terhadang Daya Beli - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Industri properti tahun lalu menghadapi tantangan berat. Hal ini karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi secara umum, baik di dalam negeri maupun global. Dari dalam negeri, industri properti terimbas oleh laju investasi, kinerja ekspor yang melambat, serta pesta demokrasi seperti pilpres dan pilkada.

Adapun dari lingkup global, faktor yang memengaruhi di antaranya dampak perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, penurunan harga komoditas, serta perlambatan ekonomi di banyak negara.

Lalu seperti apa bisnis properti di 2020? Apakah para pelaku usaha properti masih memiliki optimisme? Berikut petikan wawancara reporter Warta Ekonomi bersama Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho di Serpong, Tangerang, Jumat (21/2/2020).

Bagaimana evaluasi secara umum soal kinerja bisnis properti tahun lalu?

Properti sudah cukup lama tidur. Kami berpikir setelah pilpres tahun lalu pasarnya akan naik lebih kuat. Namun, ternyata belum langsung cepat. Ada kenaikan sedikit, namun belum sampai kencang naiknya.

Lalu proyeksi Anda tahun ini seperti apa?

Kami harapkan tahun ini bisnis properti bisa lebih baik dibandingkan 2019. Saya percaya kebutuhan akan perumahan tetap tinggi. Hal ini didorong oleh pertumbuhan jumlah penduduk. Misalnya kalau pertumbuhannya 1%, berarti 1% dari 270 juta itu ada 2,7 juta penduduk baru. Belum nanti yang 10 juta backlog. Jadi, orang yang butuh rumah itu besar sekali.

Menurut Anda tantangan seperti apa yang akan dihadapi ?

Tahun ini tantangannya masih cukup besar juga. Apalagi dengan adanya virus corona yang berdampak kepada ekonomi global. Begitu perekonomian global melambat otomatis perekonomian domestik pasti terpengaruh.

Kalau dari dalam negeri sudah pasti pertumbuhan ekonomi. Saya berharap pertumbuhan Indonesia bisa di atas 5% karena kebutuhan akan rumah harus didukung juga dengan daya beli. Dengan ekonomi yang hanya 5%, daya belinya menjadi terbatas. Hal ini yang saya lihat mengapa demand-nya masih cukup terbatas, sedangkan supply banyak.

Apa target bisnis Paramount tahun ini?

Tahun ini target marketing sales kami tetap Rp2,2 triliun. Angka ini memang sama dengan target yang kami pakai tahun lalu.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, Chief Executive Officer (CEO)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Boyke P. Siregar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,343.24 4,297.73
British Pound GBP 1.00 20,125.34 19,917.01
China Yuan CNY 1.00 2,311.19 2,286.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,326.23 16,163.78
Dolar Australia AUD 1.00 10,037.37 9,929.41
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,106.01 2,084.92
Dolar Singapura SGD 1.00 11,445.76 11,327.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,749.88 17,568.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,757.48 3,711.97
Yen Jepang JPY 100.00 15,012.63 14,859.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.695 -151.944 688
2 Agriculture 978.421 -34.066 22
3 Mining 1228.044 -34.552 49
4 Basic Industry and Chemicals 653.864 -23.079 78
5 Miscellanous Industry 727.043 -32.128 52
6 Consumer Goods 1697.996 -58.668 57
7 Cons., Property & Real Estate 334.365 -13.299 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 821.336 -31.949 78
9 Finance 991.588 -33.035 92
10 Trade & Service 600.535 -7.731 170
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 100 135 35 35.00
2 VINS 96 129 33 34.38
3 SBAT 105 141 36 34.29
4 RUIS 171 220 49 28.65
5 PYFA 173 220 47 27.17
6 MTPS 336 420 84 25.00
7 DFAM 322 402 80 24.84
8 AMFG 2,250 2,690 440 19.56
9 TIRA 274 324 50 18.25
10 HDFA 131 153 22 16.79
No Code Prev Close Change %
1 ENVY 100 93 -7 -7.00
2 PANS 1,000 930 -70 -7.00
3 PNIN 715 665 -50 -6.99
4 TKIM 5,300 4,930 -370 -6.98
5 AKRA 2,150 2,000 -150 -6.98
6 BALI 645 600 -45 -6.98
7 ITIC 4,300 4,000 -300 -6.98
8 CSRA 344 320 -24 -6.98
9 DOID 129 120 -9 -6.98
10 LMPI 86 80 -6 -6.98
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 2,820 -210 -6.93
2 BTPS 2,780 2,660 -120 -4.32
3 BBCA 28,275 28,175 -100 -0.35
4 BBNI 4,310 4,010 -300 -6.96
5 REAL 72 67 -5 -6.94
6 TLKM 3,220 3,110 -110 -3.42
7 IPCC 298 322 24 8.05
8 PURA 75 72 -3 -4.00
9 KAEF 1,275 1,340 65 5.10
10 BMRI 5,125 4,770 -355 -6.93