Pelabuhan & Pelayaran Regional Kunci Perdagangan Dunia, IPC Buka Lebar Kolaborasi Mitra Strategis

Pelabuhan & Pelayaran Regional Kunci Perdagangan Dunia, IPC Buka Lebar Kolaborasi Mitra Strategis Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memastikan terbuka untuk berkolaborasi dengan para mitra di bidang logistik, pelayaran, dan kepelabuhanan guna mengeksplorasi peluang-peluang baru demi mencapai keuntungan bersama.

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, dalam acara ASEAN Ports & Shipping 2020 mengatakan, dengan kerja sama yang terintegrasi dan terkoordinasi, pelabuhan dan pelayaran di kawasan regional bisa memainkan peran kunci dalam perdagangan dunia.

Baca Juga: Pelindo II Rangkul Operator Pelabuhan Asal Rumania

Elvyn mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Sebagai salah satu operator pelabuhan terbesar di Indonesia dan kawasan regional, IPC berkomitmen untuk memperkuat peran sentralnya sebagai trade facilitator, yang memberikan energi pada mata rantai logistik nasional dan regional.

"Sejak tahun 2017, IPC mendedikasikan Tanjung Priok sebagai pelabuhan transhipment. Di Pelabuhan Tanjung Priok, kami mengonsolidasikan kargo di kawasan untuk dikirim langsung ke berbagai benua, antara lain Amerika, Eropa, Australia, serta China dan beberapa negara Asia Timur," jelas Elvyn Masassya dalam keterangannya, Kamis (27/2/2020).

Layanan direct call, lanjut Elvyn, menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok mampu beroperasi dengan standar pelayanan dunia, yang didukung infrastruktur modern dan digitalisasi yang sistematis. Untuk memperkuat kapasitas layanan, IPC mengoperasikan terminal baru, yaitu NPCT-1 di Kalibaru, Tanjung Priok. IPC juga sedang mengembangkan Terminal Kijing di Kalimantan Barat, yang akan memperbesar akses perdagangan regional dan global.

Terkait Konferensi ASEAN Ports & Shipping 2020, Elvyn menuturkan acara seperti ini sangat penting, mengingat banyak hal yang bisa didiskusikan untuk meningkatkan kapasitas operasional dan pelayanan.

"Konferensi ini menjadi forum untuk bertukar informasi serta berbagi pengalaman dan praktik terbaik di bidang logistik, pelabuhan, dan pelayaran dari berbagai belahan dunia," ujarnya. 

Setidaknya ada 35 pembicara dari kalangan pelaku bisnis transportasi dan logistik dunia yang akan mendiskusikan isu-isu perdagangan dan investasi. Selama tiga hari, sekitar 400 perwakilan pemerintah dari berbagai negara, para pengambil keputusan, pelaku bisnis transportasi dan logistik, serta tenaga profesional kepelabuhanan dan pelayaran berkumpul dan membahas penguatan konektivitas global.

"Konferensi ini tentu juga akan membuka berbagai peluang kerja sama di bidang maritim, logistik, dan perdagangan," jelasnya. 

Elvyn menambahkan, dunia makin kecil dengan adanya lompatan teknologi informasi. "Industri pelayaran dan bisnis kepelabuhanan tentu terdampak, dan lompatan industri 4.0 harus dimanfaatkan agar operasional makin efektif dan efisien," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini