Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:03 WIB. Shanghai Composite - 2.747 (30/3), 2.750 (31/3), 2.734 (1/4), 2.780 (2/4), 2.763 (3/4).
  • 11:57 WIB. Nikkei 225 - 19.084 (30/3), 18.917 (31/3), 18.065 (1/4), 17.818 (2/4), 17.820 (3/4).
  • 11:55 WIB. FTSE 100 - 5.563 (30/3), 5.671 (31/3), 5.454 (1/4), 5.480 (2/4), 5.415 (3/4).
  • 11:52 WIB. Nasdaq - 7.889 (30/3), 7.813 (31/3), 7.486 (1/4), 7.635 (2/4), 7.528 (3/4).
  • 11:44 WIB. Dow Jones - 22.327 (30/3), 21.917 (31/3), 20.943 (1/4), 21.413 (2/4), 21.052 (3/4).
  • 11:42 WIB. S&P 500 - 2.626 (30/3), 2.584 (31/3), 2.470 (1/4), 2.526 (2/4), 2.488 (3/4).

PBB Kecam Rencana Israel Bangun Ribuan Rumah di Tepi Barat

PBB Kecam Rencana Israel Bangun Ribuan Rumah di Tepi Barat - Warta Ekonomi
WE Online, Tel Aviv -

Utusan Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov mengecam rencana Israel membangun ribuan unit rumah di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Dia berulang kali menegaskan bahwa pembangunan seperti melanggar hukum internasional.

"Saya sangat prihatin dengan pengumuman Israel baru-baru ini mengenai kemajuan pembangunan permukiman di Givat Hamatos dan Har Homa (di Yerusalem Timur), serta rencana yang mengkhawatirkan untuk 3.500 unit di daerah E1 yang kontroversial di Tepi Barat yang diduduki," ujar Mladenov pada Rabu (26/2) dikutip laman Times of Israel.

Baca Juga: Redam Konflik, Mari Kita Hormati Bersama Solusi Damai Israel-Palestina

Wilayah E1 mengacu pada derah Maale Adumim yang terletak di sebelah timur Yerusalem. Mladenov menjelaskan jika proyek E1 jadi dieksekusi maka hal itu akan memutus Tepi Barat utara dengan selatan. Dampaknya adalah merusak peluang untuk membangun negara Palestina yang layak serta berdampingan sebagai bagian dari solusi dua negara.

"Saya mendesak Pemerintah Israel menahan diri dari tindakan sepihak yang memicu ketidakstabilan dan semakin mengikis prospek untuk melanjutkan kembali perundingan Palestina-Israel berdasarkan resolusi PBB yang relevan, hukum internasional, dan perjanjian bilateral," ujar Mladenov.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menghidupkan kembali rencana pembangunan 3.500 rumah di Maale Adumim di Tepi Barat. Proyek permukiman di daerah itu ditunda pada 2012 karena adanya keberatan serta kritik dari dunia internasional, termasuk Amerika Serikat (AS).

"Kita membangun Yerusalem dan pinggiran kota Yerusalem. Saya telah memberikan instruksi untuk segera mempublikasikan deposit untuk rencana membangun 3.500 unit rumah di E-1. Ini telah ditunda selama enam atau tujuh tahun," kata Netanyahu pada Selasa (25/2) dikutip laman Jerusalem Post.

Para pejabat Palestina telah mengecam rencana pembangunan permukiman E1. "Jika dilakukan (pembangunan permukiman), ini akhir dari dua negara (Israel-Palestina)," ujar Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina Saeb Erekat.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tepi Barat, Israel

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Shelma Rachmahyanti

Foto: Sindonews

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80