Aksi Sadar Hak Cipta Temukan Banyak Buku Bajakan

Aksi Sadar Hak Cipta Temukan Banyak Buku Bajakan Kredit Foto: Antara/R. Rekotomo

Forum Peduli Perlindungan Hak Cipta di Bidang Literasi (Forum) menggelar aksi kampanye antipembajakan buku di Blok M Square dan sekitar kawasan Universitas Tarumanagara (Untar), Jakarta. Forum menemukan buku-buku bajakan dijual di antara buku-buku legal.

Kawasan Blok M Square menjadi tempat pertama yang dikunjungi dalam rangkaian kampanye, Rabu (26/2/2020). Sebanyak 50 peserta dari delapan penerbit, yakni Gramata, Erlangga, Lentera Hati, Rajagrafindo, EGC, Salemba Empat, Obor, Rosdakarya, serta tim Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (AKHKI) dan Badan Arbitrase dan Mediasi Hak Kekayaan Intelektual (BAMHKI) ikut turun aksi.

Rikki Lumban Tobing dari penerbit Erlangga menjadi koordinator lapangan yang memimpin jalannya kampanye. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing berkeliling di lantai dasar Blok M Square yang menjadi sentra toko buku.

Baca Juga: Komunitas Baca Saku, Komitmen Kirim Buku ke Pelosok Negeri

"Kami berkelompok dan membagikan kaos dan stiker kepada para pedagang," kata Rikki.

Tujuan kampanye agar pedagang paham bahwa menjual buku bajakan adalah salah satu perbuatan mencuri. Para pedagang yang berpartisipasi dalam kampanye mengatakan bahwa rata-rata buku yang dijual adalah buku bekas original. Walaupun begitu, peserta kampanye tetap memberikan imbauan kepada mereka agar tidak menjual buku bajakan.

Setelah menyambangi Blok M, aksi kampanye berlanjut ke Untar, Kamis (27/2/2020). Sebanyak 25 peserta hadir di hari kedua. Saat mendatangi kawasan di samping universitas, tim kampanye menemukan banyak toko buku tutup. Dari salah satu lapak toko buku yang berjualan, tim menemukan banyak buku bajakan.

Salah satu buku bajakan yang ditemukan adalah buku terbitan Penebit Salemba Empat. Perwakilan dari Penerbit Salemba Empat yang hadir dalam kampanye langsung memberikan imbauan dan peringatan. Mereka meminta pedagang agar tidak lagi menjual buku bajakan miliknya dan hanya menjual buku original. Mereka meminta pedagang agar menjual buku langsung dari penerbit dan berjanji akan memberikan diskon khusus.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini