Portal Berita Ekonomi Senin, 06 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:32 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,11% terhadap Dollar AS pada level 16.412 IDR/USD.
  • 18:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 18:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,35% terhadap Yen pada level 108,93 JPY/USD.
  • 18:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.643 USD/troy ounce.
  • 18:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,19 USD/barel.
  • 18:26 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 27,48 USD/barel.

BI Pangkas Proyeksi Kredit jadi 9-11%, Ini Alasannya

BI Pangkas Proyeksi Kredit jadi 9-11%, Ini Alasannya - Warta Ekonomi
WE Online, Bandung -

Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan kredit tahun 2020 dari sebelumnya 10-12% menjadi 9-11%. Pemangkasan proyeksi ini karena bank sentral menilai pertumbuhan ekonomi saat ini tengah melambat, sehingga kredit masih belum kuat.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, IGP Wira Kusuma, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/2/2020), mengatakan, kondisi ekonomi global yang diproyeksi melambat telah berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita memang sudah turunkan suku bunga acuan, namun demikian ada faktor lain yang mempengaruhi yaitu pertumbuhan ekonomi. Dari sisi pertumbuhan ekonomi itu belum kuat," ujar Wira Kusuma.

Baca Juga: Pertumbuhan Kredit Lesu, Panin Tetap Bukukan Laba

Lebih lanjut Wira menuturkan, pemulihan ekonomi global terhambat setelah terjadinya Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Hal ini membuat BI memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 dari 3,1% menjadi 3,0%. BI juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI dari 5,1-5,5%menjadi 5,0-5,4%.

"Dari sisi pertumbuhan ekonomi itu memang belum kuat, jadi perlu ditemani dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat agar kredit tumbuh," katanya.

Namun demikian, bank sentral tetap optimis pertumbuhan kredit pada 2021 diprakirakan kembali meningkat pada kisaran 10-12%. Pertumbuhan kredit ini didorong oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, DPK pada 2020 dan 2021 juga diprakirakan akan tumbuh dalam kisaran 8-10%.

Data BI menunjukkan bahwa kredit perbankan mengalami perlambatan di Januari 2020. Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp5.514,4 triliun atau hanya tumbuh 5,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,9% (yoy).

Perlambatan penyaluran kredit tersebut terjadi baik pada debitur korporasi maupun perorangan. Kredit kepada korporasi melambat, dari 5,9% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 5,2% (yoy) pada Januari 2020. Kredit kepada perorangan juga melambat, dari 7,2% (yoy) pada Desember 2019 menjadi 6,6% (yoy).

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), kredit perbankan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,424.03 4,379.43
British Pound GBP 1.00 20,364.20 20,151.69
China Yuan CNY 1.00 2,346.53 2,321.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,638.78 16,473.22
Dolar Australia AUD 1.00 10,014.88 9,910.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,145.86 2,124.45
Dolar Singapura SGD 1.00 11,548.29 11,432.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,996.50 17,810.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,811.86 3,765.31
Yen Jepang JPY 100.00 15,277.55 15,121.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4811.827 188.398 686
2 Agriculture 983.609 47.606 22
3 Mining 1256.575 31.049 49
4 Basic Industry and Chemicals 680.711 28.193 78
5 Miscellanous Industry 757.260 20.569 51
6 Consumer Goods 1789.993 77.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 349.330 23.246 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.077 45.961 78
9 Finance 1027.843 37.379 92
10 Trade & Service 608.315 11.702 170
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 200 270 70 35.00
2 HKMU 91 118 27 29.67
3 KMTR 200 258 58 29.00
4 FREN 76 95 19 25.00
5 CTRA 456 570 114 25.00
6 LRNA 125 156 31 24.80
7 WIKA 910 1,135 225 24.73
8 PTPP 570 710 140 24.56
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 LPCK 482 600 118 24.48
No Code Prev Close Change %
1 INAI 430 400 -30 -6.98
2 AKSI 258 240 -18 -6.98
3 LMSH 350 326 -24 -6.86
4 EPMT 2,190 2,040 -150 -6.85
5 HRME 498 464 -34 -6.83
6 NZIA 264 246 -18 -6.82
7 JAST 470 438 -32 -6.81
8 AMAG 294 274 -20 -6.80
9 KBLI 500 466 -34 -6.80
10 DUCK 515 480 -35 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,890 3,020 130 4.50
2 REAL 82 77 -5 -6.10
3 BBCA 27,475 28,675 1,200 4.37
4 BTPS 1,805 2,230 425 23.55
5 ANTM 464 540 76 16.38
6 BBNI 4,010 4,290 280 6.98
7 FREN 76 95 19 25.00
8 PGAS 800 895 95 11.88
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 BRPT 1,000 1,000 0 0.00